Jalan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang sudah dibuka usai sebelumnya dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Perbaikan rampung lebih cepat dari target yang ditentukan sebelumnya.
Pantauan detikJateng di turunan Gombel sore ini, tampak lalu lintas sudah mulai lancar karena Jalan Gombel Lama dan Gombel Baru sudah sama-sama bisa difungsikan. Jalan Gombel Lama yang dulunya bergelombang pun sudah mulus usai perbaikan.
Tampak di tepi jalan juga ada median jalan baru yang dibangun di sekitar Sendang Pengantin. Pepohonan dan semak-semak di sekitarnya juga sudah ditebang sehingga jalanan tampak lebih terang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jateng, Alfan Noor Rizal mengatakan, jalan tersebut sudah mulai dibuka sejak Minggu (6/9/2026) malam pukul 22.00 WIB.
"Rencananya kita mau buka traffic tanggal 7. Tapi setelah koordinasi dengan Satlantas, sebaiknya kita buka di tanggal 6 malam karena pengondisianya lebih mudah, arus lalu lintasnya juga lebih sedikit," kata Alfan di Jalan Gombel Lama, Senin (7/9/2026).
Total, durasi pengerjaan Jalan Gombel Lama ini disebut mencapai kurang lebih 4,5 bulan mulai 20 April. Menurutnya, durasi itu lebih cepat dari tenggat waktu yang awalnya direncanakan.
"Rincian perbaikannya khususnya kita perbaikan longsoran, waktu itu ada amblesan dua titik. Kita laksanakan pekerjaan bor pile dalam 28 meter, serta ada perbaikan drainase permukaan, dan perbaikan drainase soft train," jelasnya.
"Sampai sekarang perbaikan sisanya minor, trotoar sudah selesai semua. Beberapa patok pengarah sudah kita kerjakan dan ada pengecatan sedikit. Durasi pengerjaannya lebih cepat, tadinya kita target 7 bulan," lanjutnya.
Ia mengungkapkan, anggaran yang digunakan untuk perbaikan Jalan Gombel memakan biasa sekitar Rp 16,7 miliar, sebagai bagian dari paket pekerjaan preservasi Jalan Semarang-Bawen-Salatiga-Sruwen
"Ini merupakan bagian dari paket long segment senilai Rp 181 miliar yang akan selesai di tahun depan sebenarnya," jelasnya.
Ia mengklaim, pada awal pengerjaan sudah dilakukan sosialisasi kepada warga dan pasca pengerjaan, sudah dilakukan perbaikan beberapa rumah warga yang terdampak.
"Rata-rata di sekitar sini perbaikan di drainasenya aja. Untuk sudut-sudut rumahnya rata-rata sudah aman. Kalau kisaran ganti ruginya untuk sekarang saya tidak paham, nggak sampai ratusan juta rupiah," ucapnya.
Ia pun menanggapi masyarakat yang khawatir Jalan Gombel Lama akan mengalami kerusakan kembali. Menurutnya, jalan tersebut bisa aman hingga 10 tahun lamanya.
"Kita kalau perencanaan jalan itu sebenarnya 10 tahun. Untuk struktur 50 tahun minimal. (Berarti ini sampai 10 tahun ke depan masih aman?) Aman. (Untuk patahannya?) Aman, kemarin sudah kita tangani menyeluruh," tegasnya.
"Kemarin sudah stabilitas lereng dan air. Dua sumber itu harus kita tangani. Untuk stabilitas lereng kita tangani pakai bor pile," lanjutnya.
Sementara itu, salah satu warga Kota Semarang yang kerap melewati Jalan Gombel Lama, Arini (26) mengaku sudah mengetahui Jalan Gombel Lama akan dibuka hari ini.
"Senang kalau dibuka kembali karena kemarin 4 bulanan lebih lewatnya harus di Gombel baru. Kalau jam berangkat kerja agak macet desak-desakan, sama kalau mau pulang sore itu pasti macetnya sampai flyover Jatingaleh," jelasnya.
Arini yang hendak pulang kerja itu mengaku biasanya melewati Jalan Gombel Lama empat kali dalam sebulan, jika hendak pulang ke rumahnya di Kabupaten Semarang. Ia mengaku, jika lewat Jalan Gombel Baru hanya bisa berjalan dengan kecepatan 20 km/jam.
"Biasanya kalau pelan-pelan itu 50 km/jam bisa, kalau lewat Gombel Lama dulu. Tapi kalau kemarin lewat Gombel Baru pas jadi dua arah, mau nggak mau harus 20 km/jam, apalagi kalau macet," ucapnya.
Ia pun berharap, Jalan Gombel Baru ini bisa bertahan lama dengan perawatan yang maksimal. Ia juga meminta agar ada penertiban terkait truk yang melintas jalan tersebut.
"Jalan Gombel Lama ini kan patahan. Dengan ini kan jalannya udah mulus, udah nggak ada patahan lagi, udah nggak gelombang lagi. Inginnya truk-truk besar, dilewatinya ke tol aja, nggak usah ke Gombel lama. Karena takutnya akan merusak jalan," harapnya.
Warga lainnya, Reza (33) mengatakan sudah mengetahui pembukaan Jalan Gombel Lama sejak semalam. Ia pun sudah melewati jalan tersebut, Minggu (6/9) malam.
"Nggak nyangka juga tepat waktu bahkan lebih cepat dari target. Jadi lumayan lega karena tanjakan Gombel Baru sudah nggak dua arah lagi," tuturnya.
"Waktu turunan Gombel Lama ditutup, Gombel Baru dua arah, itu yang repot dari arah Jatingaleh karena akhirnya jadi penyempitan. Terutama waktu siang, sore hari, kalau ada hambatan di tanjakan, sudah terlanjur terjebak di flyover jatingaleh, pasrah aja," lanjutnya.
Menurutnya, saat sekarang sudah bisa diterapkan empat lajur, lalu lintas terasa lebih lancar dan jarang tersendat. Ia berharap lalu lintas bisa selalu lancar.
"Harapan lainnya mungkin ada perhatian buat warga sekitar yang saya dengar terdampak pembangunan atau proyek, mudah-mudahan mereka tidak merugi," harapnya.
