Jalan Gombel Lama alias turunan Gombel, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mulai ditutup untuk perbaikan jalan. Selama proses perbaikan itu, Jalan Gombel Baru atau tanjakan Gombel diberlakukan dua arah.
Pantauan detikJateng pukul 10.00 WIB di tanjakan Gombel, pemberlakuan dua arah sudah dimulai. Pembatas jalan sudah dipasang mulai dari ujung flyover Jatingaleh menuju tanjakan Gombel.
Pembatas jalan juga telah dipasang di atas turunan Gombel. Para pengendara sudah diarahkan pihak kepolisian untuk turun melalui Jalan Gombel Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga sekitar sekaligus pemilik kios tambal ban, Bimbo (52), mengatakan penutupan sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Para petugas sudah memasang rambu-rambu dilarang melintas, menurunkan tiang listrik dan internet, serta mengukur Jalan Gombel Lama.
"Ini contra flow-nya sudah dari jam berapa 09.00 WIB. Biasanya lalu lintas di sini kalau sore macet, kalau siang enggak," kata Bimbo kepada detikJateng, Senin (20/4/2026).
Ia memperkirakan, dengan diberlakukannya contra flow, maka jalan Gombel Baru bisa mengalami kepadatan arus, terlebih di sore hari. Bimbo menyarankan pengendara motor mengambil jalan memutar agar tak terkena macet.
"Bisa lewat jalan baru Undip, itu pasti lancar," jelasnya.
Bimbo yang bertempat tinggal di Jalan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, mengatakan hanya warga sekitar yang diperbolehkan melintas di Jalan Gombel Lama. Ia pun masih bisa berangkat dari rumah menuju kiosnya menggunakan motor.
"Kemungkinan khusus warga situ tok, sama gojek, tapi muter. Adanya dua arah ini ya kesusahan, apalagi 7 bulan bilangnya, tapi belum tahu kenyataannya. Siapa tahu mundur," ujarnya.
Selain menyulitkan mobilitas pengendara motor, menurutnya pemberlakuan dua arah ini juga membuat bengkelnya terdampak. Para pelanggannya yang semula bisa leluasa jika hendak memperbaiki motor di bengkelnya kini menjadi kesulitan, sehingga dimungkinkan terjadi penurunan pendapatan.
"Kan dua arah, terus dibatasi gini, jadi ndak bisa sana-sini. Kalau satu arah kan enak malahan (motor/mobil) bisa langsung ke sini. Kalau kayak gini muternya kejauhan," tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, juga mengatakan rekayasa lalu lintas akan diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan.
"Pelaksanaan kegiatan maksimal selama tujuh bulan, dengan penerapan Jalan Gombel Baru menjadi dua arah," kata Danang.
Ia menjelaskan, pengendara yang akan melaju ke arah tanjakan lebih diprioritaskan. Para personel Dishub pun telah ditempatkan di ujung penutupan jalan untuk mengawasi pergerakan lalu lintas lokal.
"Pergerakan lokal tetap kami fasilitasi dengan penempatan personel di titik penutupan," jelasnya.
Untuk kendaraan berat seperti truk dan bus, tambah Danang, diarahkan melalui Tol Srondol-Jatingaleh. Adapun kendaraan dari arah Banyumanik, dialihkan melalui Tol Srondol, dari Bukit Sari melalui Tol Undip Tembalang, serta dari Semarang bawah melalui Tol Jatingaleh I.
"Kendaraan roda dua dari arah Undip dan Tembalang diarahkan melalui Jalan Baru Undip Jangli, Jalan Kasipah, hingga Jalan Dr Wahidin," urainya.
Ia mengimbau masyarakat memahami skema rekayasa lalu lintas itu agar tidak terjebak kepadatan. Pengendara yang biasa melintasi Jalan Gombel juga disarankan menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
(apl/dil)
