Kunker ke Rutan Kudus, Wamenkumham Eddy Bicara soal Dugaan Suap Remisi

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 04 Agu 2022 17:09 WIB
Wamenkumham Eddy O. S saat berkunjung ke Rutan Kelas IIB Kudus, Kamis (4/8/2022)
Wamenkumham Eddy O. S saat berkunjung ke Rutan Kelas IIB Kudus, Kamis (4/8/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng).
Kudus -

Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Eddy Omar Sharif Hiariej melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Rutan kelas IIB Kudus, Jawa Tengah hari ini. Eddy mewanti-wanti agar tidak ada suap remisi saat hari Kemerdekaan Indonesia nanti.

Pantauan di lokasi Eddy datang bersama rombongan sekitar pukul 14.00 WIB. Eddy pun tampak disambut Kepala Rutan Kelas IIB Kudus Suprihadi. Eddy pun tampak mengecek blok lokasi warga binaan. Wamenkumham juga mengecek aktivitas kerja pegawai Rutan Kelas IIB Kudus.

"Biasa melakukan kunjungan kerja ke UPT melihat bagaimana pelayanan dilakukan semua berjalan dengan baik," jelas Eddy kepada wartawan selepas meninjau di Rutan Kelas IIB Kudus, Kamis (4/8/2022).


Soal kabar dugaan jual beli suap saat remisi, Eddy mengatakan hal tersebut masih dugaan. Dia menilai suap tidak mudah dilakukan rutan ataupun lapas. Sebab, kata Eddy, ada prosedural yang ketat pada proses tersebut.

"Itu baru dugaan, kalau dugaan orang di pasar-pasar bisa menduga ya. Tetapi semua saya kira diawasi dengan baik. Karena tidak semudah itu, karena kita punya operasional prosedur dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang cukup ketat, kalau mengatakan dijualbelikan, cuman dugaan," terang dia.

Kesempatan yang sama Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi, menyampaikan mengenai pesan Wamenkumham yakni agar pegawai rutan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kunjungan kerja di UPT, pesan khusus selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tadi beliau ke Demak, Pati, dan Rutan Kudus. Di blok hunian dapur, klinik, dan kegiatan kerja. Tidak ada koreksi. Jadi diberikan cukup baik," jelas Suprihadi di lokasi siang ini.

Dia mengatakan kapasitas warga binaan di Rutan Kudus ada 104 orang. Namun kini dihuni ada 151 warga binaan. Meski demikian kata dia hal tersebut dinilai masih wajar.

"Kapasitas 104, sekarang 151 penghuni. Itu masih layak, kalau mendekati angka 200 kurang layak begitu," jelasnya.

Terkait remisi pada 17 Agustus 2022 nanti, Suprihadi mengatakan pihaknya telah mengusulkan 90 warga binaan. Menurutnya warga binaan yang mendapatkan remisi adalah sudah ditahan enam bulan hingga berperilaku baik.

"Remisi sudah kami usulkan, sampai sekarang ada 90 warga binaan yang kita usulkan ke kantor wilayah. Syarat harus sudah enam bulan ditahan, berkelakuan baik, nanti akan diserahkan oleh Bupati Kudus di Simpang 7 Kudus. Besar remisi 1-6 bulan," terang dia.

"Kasus perlindungan anak, narkoba dan kriminal umum," pungkasnya.



Simak Video "Asyiknya Menyusuri Gua Sumitro di Kulon Progo"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)