Ditinggal Ritual 28 Jam, Pendaki Gunung Lawu Tewas Kedinginan

Round-Up

Ditinggal Ritual 28 Jam, Pendaki Gunung Lawu Tewas Kedinginan

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 01 Mar 2022 06:11 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki Gunung Lawu yang meninggal, Senin (28/2/2022).
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki Gunung Lawu yang meninggal, Senin (28/2/2022). Foto: dok. SAR Semarang
Solo -

Seorang pendaki Gunung Lawu, Yusuf (40), meninggal dunia diduga kedinginan setelah ditinggal ritual rombongannya. Korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, Senin (28/2) siang.

"Korban mendaki Gunung Lawu via Cemoro Kandang pada Sabtu (26/2) sekitar pukul 09.00 WIB bersama 100 pendaki asal Semarang yang akan melaksanakan ritual," kata Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikJateng, Senin (28/2/2022).

Korban asal Kabupaten Tangerang, Banten. Dia diduga mengalami hipotermia di Pos 4 Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Heru memaparkan kronologi peristiwa tersebut. Pada Sabtu (26/2) sekitar pukul 15.20 WIB, korban terjebak hujan di antara Pos 3 dan Pos 4. Karena kedinginan, korban mengalami kelelahan saat akan melanjutkan perjalanan ke puncak bersama rombongan. Akhirnya, korban ditinggal di warung yang berada di Pos 4.


"Karena terjebak hujan deras, Yusuf mengalami hipotermia di Pos 4 Gunung Lawu pada Sabtu sore," jelas Heru.

Pada Minggu (27/2) sekitar pukul 19.30 WIB, rekan korban yang baru selesai ritual menjemput korban yang berada di warung tersebut.

"Namun, dikarenakan kelelahan dan tak mampu turun, rekan korban meminta bantuan ke tim SAR untuk membantu evakuasi turun," ungkap Heru.

Setelah menerima informasi tersebut, Koordinator Pos SAR Surakarta Arif Sugiarto memberangkatkan satu tim penyelamat (rescue) untuk melaksanakan evakuasi.

Tim evakuasi dari SAR gabungan itu berangkat naik dari Base Camp Cemoro Kandang menuju Pos 4 dengan ketinggian sekitar 3.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Senin (28/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, tim SAR gabungan mendapati survivor dalam keadaan sudah lemah dan tidak lama kemudian didapati tanda-tanda kematian. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari Pos 4 menuju Base Camp Cemoro Kandang. Perjalanan itu memakan waktu kurang lebih 6 jam.

"Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Tawangmangu, Karanganyar, untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Heru.

"Dengan usainya evakuasi, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Tim yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing," pungkasnya.



Simak Video "Ahli Geologi Belanda Jadi Pendaki Pertama Gunung Semeru"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)