Mencapai usia 100 tahun menjadi impian banyak orang. Umur panjang memberi kesempatan lebih besar untuk menikmati kehidupan dan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dicintai.
Namun, umur panjang tidak hanya bergantung pada faktor usia. Kebiasaan yang seseorang bangun sejak muda juga dapat memengaruhi peluang untuk menjalani kehidupan yang panjang dan sehat.
Dikutip dari laman Real Simple, sejumlah dokter mengungkap beberapa tanda yang menunjukkan seseorang berada di jalur yang tepat untuk mencapai usia 100 tahun. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan tidur, aktivitas fisik, hubungan sosial, pola makan, rasa syukur, hingga tujuan hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut enam tanda yang dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk mendukung umur panjang.
1. Memprioritaskan Tidur
Tidur yang cukup dan berkualitas menjadi salah satu fondasi penting bagi kesehatan jangka panjang. Karena itu, menjaga waktu tidur secara konsisten dapat membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi penting.
"Tidur yang berkualitas dapat membantu memperbaiki suasana hati, daya ingat, sistem kekebalan tubuh, dan bahkan mengurangi peradangan," kata ahli gizi Vesanto Melinda.
"Yayasan Tidur Nasional merekomendasikan tujuh hingga delapan jam tidur (termasuk tidur siang) untuk kesehatan optimal dan perasaan sejahtera," tambahnya.
Kebiasaan tidur yang baik tidak hanya berkaitan dengan rasa bugar setelah bangun. Tidur juga mendukung sejumlah fungsi tubuh yang berperan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
2. Aktif Bergerak
Aktivitas fisik menjadi salah satu indikator penting yang berkaitan dengan umur panjang. Gaya hidup aktif membantu seseorang menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempertahankan kemampuan bergerak seiring bertambahnya usia.
"Gerakan adalah salah satu fondasi terkuat untuk kesehatan jangka panjang," kata dokter penyakit dalam yang berspesialisasi dalam geriatri, Tracy Lippard.
Menurutnya, seseorang dapat memulai dengan aktivitas yang mendukung kesehatan jantung, kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas.
"Beberapa langkah awal yang baik meliputi jalan kaki, berkebun, berenang, yoga, atau tai chi, dan latihan kekuatan," katanya.
Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga dengan intensitas tinggi. Kebiasaan bergerak secara rutin juga dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
3. Memiliki Kehidupan Sosial
Menjaga hubungan dengan orang lain juga berperan dalam kesejahteraan. Persahabatan dan interaksi sosial dapat membantu seseorang tetap terhubung dengan lingkungan di sekitarnya.
Lippard mengatakan, seseorang perlu berinvestasi dalam persahabatan dan menjaga hubungan dekat.
"Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa di atas 60 tahun yang secara aktif menjaga hubungan dekat memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan lebih panjang," katanya.
"Berkumpul untuk minum kopi setiap minggu, bergabung dengan klub, atau menjenguk tetangga bukan hanya cara untuk menghabiskan waktu, tetapi juga pengobatan pencegahan," tambah Lippard.
Melinda juga menilai aktivitas sosial yang dilakukan secara teratur dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan. Interaksi tersebut juga dapat membantu mengurangi stres dan menjadi salah satu prediktor yang konsisten terhadap umur panjang serta kualitas hidup.
4. Mengonsumsi Nutrisi yang Tepat
Pola makan sehari-hari turut menentukan bagaimana tubuh menjalani proses penuaan. Karena itu, memilih makanan yang kaya nutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh dalam jangka panjang.
"Apa yang kita makan memainkan peran penting dalam bagaimana kita merasa, berpikir, dan menua," kata Lippard.
"Pilihan makanan harus mendukung tubuh dan otak dalam jangka panjang," tambahnya.
Lippard menyarankan masyarakat untuk lebih banyak memilih makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Ia juga menganjurkan konsumsi air yang cukup serta memilih produk susu rendah lemak atau alternatifnya.
5. Bersyukur pada Hal-hal Besar dan Kecil
Rasa syukur kerap luput dari pembahasan ketika orang membicarakan umur panjang. Padahal, psikolog klinis, konsultan, sekaligus penulis Noelle Nelson, Ph.D., menilai rasa syukur memiliki peran penting dalam kehidupan.
"Menurut saya, rasa syukur adalah hal terpenting untuk bisa hidup hingga usia 100 tahun," ujarnya.
"Itu adalah satu-satunya karakteristik yang dimiliki para centenarian di seluruh dunia. Mereka mampu menghargai pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari."
Seseorang dapat melatih rasa syukur dengan mulai memperhatikan hal-hal sederhana di sekitarnya. Nelson menyebut apresiasi dapat muncul dari berbagai pengalaman sehari-hari, mulai dari menikmati rasa kopi pada pagi hari, menyaksikan matahari terbenam, hingga membelai anjing peliharaan.
Kebiasaan tersebut disebut telah terbukti membantu menstabilkan detak jantung, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menenangkan pikiran.
6. Memiliki Tujuan Hidup
Memiliki tujuan dalam menjalani kehidupan juga menjadi salah satu tanda yang berkaitan dengan umur panjang. Seseorang yang memiliki alasan untuk menjalani aktivitas setiap hari cenderung mempunyai kehidupan yang lebih bermakna.
"Tujuan hidup tidak akan hilang. Studi menunjukkan bahwa memiliki alasan setiap hari untuk bangun dari tempat tidur berkorelasi langsung dengan umur yang lebih panjang dan jantung yang lebih sehat," kata Lippard.
Memasuki masa pensiun terkadang membuat seseorang kesulitan menemukan kembali tujuan hidup. Dalam kondisi tersebut, Nelson menyarankan seseorang mencoba berbagai hal baru hingga menemukan aktivitas yang terasa bermakna dan sesuai dengan dirinya.
"Jangan menyerah. Anggaplah menemukan tujuan baru Anda, gairah Anda, sebagai sebuah petualangan," kata Nelson.
"Rasa petualangan itu sendiri akan menarik Anda untuk menemukan makna baru, dan dengan itu, kehidupan yang lebih bahagia," ungkapnya.
Pada akhirnya, kebiasaan sehari-hari dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Memprioritaskan tidur, aktif bergerak, menjaga hubungan sosial, memilih makanan bernutrisi, mensyukuri kehidupan, dan memiliki tujuan dapat membantu seseorang menjalani hidup yang lebih sehat dan bermakna.
Baca berita selengkapnya di detikHealth.
(elk/sud)
