Nasib apes menimpa seorang wanita berusia 18 tahun di Thailand. Gegara tak sanggup membayar tagihan setelah memesan lebih dari 200 minuman, ia harus merelakan rambutnya dicukur habis oleh pengelola bar hingga botak licin.
Peristiwa menghebohkan ini terjadi di sebuah bar kawasan Arun Amarin-Pinklao, Bangkok, Thailand, pada 25 Agustus 2026. Wanita yang identitasnya dirahasiakan tersebut diduga menggunakan kartu identitas palsu agar bisa masuk ke dalam bar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikFood dari People, wanita itu memesan lebih dari 200 minuman dan berbagai menu makanan. Tak main-main, total tagihannya mencapai 60.000 baht atau setara dengan Rp32,1 juta.
Masalah besar muncul saat wanita tersebut hendak meninggalkan bar tanpa membayar sepeser pun. Aksinya itu sontak membuat pengelola bar geram bukan main.
Pegawai bar langsung mengadang langkahnya. Menurut pengakuan wanita tersebut kepada polisi, pihak pengelola dan pegawai bar sempat mengancam akan melakukan kekerasan sebelum akhirnya nekat mencukur rambutnya.
Video yang merekam proses pencukuran rambut itu pun viral dan beredar luas di media sosial. Chalida Phalamat dari Pen Nueng Foundation, sebuah organisasi yang melawan kekerasan terhadap anak di Thailand, turut memberikan atensi serius pada kejadian ini.
"Seseorang mengirimkan video pengelola sebuah host bar yang mencukur rambut pelanggan wanita menggunakan alat cukur. Setelah itu, wanita tersebut dibawa ke kantor polisi dan dilaporkan karena makan tanpa membayar," ujar Phalamat.
Dalam potongan video yang beredar, wanita berbaju putih itu terlihat menyetujui sebuah kontrak pembelian rambut. Seorang pria di balik kamera terdengar mengatakan bahwa rambut wanita tersebut akan dibeli sesuai dengan harga pasar.
Rambut wanita yang semula terurai sepanjang bahu itu kemudian dipangkas menggunakan alat cukur elektrik. Di akhir video, terlihat jelas rambutnya telah habis dipangkas hingga plontos.
Namun, pihak bar membantah keras telah melakukan kekerasan. Pengelola bar mengklaim bahwa wanita tersebut bersama ibunya telah sepakat untuk menjual rambut sebagai solusi pengganti tagihan yang belum dibayar.
Keterangan berbeda justru datang dari sang ibu. Kepada pihak kepolisian, ia menegaskan tidak mengetahui sama sekali bahwa rambut putrinya akan dicukur habis hingga botak.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, pada Jumat (28/8), wanita itu akhirnya resmi melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Bang Yi Khan. Ia juga mengaku keberatan dan tidak pernah memberikan izin agar video pencukuran rambutnya disebarluaskan ke media sosial.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus bergulir. Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand (MSDHS) kini turun tangan untuk menyelidiki insiden tersebut lebih dalam.
Artikel ini telah tayang di detikFood
(sob/orb)
