Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Rabu (8/4/2026). Mulai dari aksi ODGJ yang bacok warga di Sukabumi hingga Gubernur Dedi Mulyadi nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno Hatta Bandung.
Berikut rangkuman Jabar hari ini
1. Pria Diduga ODGJ Bacok Leher Warga
Seorang pria di Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Peristiwa itu terjadi saat korban tengah beraktivitas di rumahnya.
Insiden terjadi di Kampung Bojong Duren, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Saat kejadian, korban Wandi (53) sedang mencuci, sebelum tiba-tiba didatangi pelaku yang dikenal bernama Ujun (58).
"Pelaku yang diduga ODGJ datang membawa sebilah golok dan langsung membacok leher korban tanpa sebab," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (8/4/2026).
Akibat serangan tersebut, Wandi mengalami luka bacok di bagian leher dan harus mendapatkan enam jahitan. Korban sempat dievakuasi oleh kepala desa bersama perangkat menggunakan ambulans ke klinik terdekat sebelum akhirnya diperbolehkan pulang untuk beristirahat.
Sementara itu, usai Ujun melakukan aksinya, ia sempat bersembunyi di dalam rumah. Petugas bersama warga kemudian melakukan negosiasi agar pelaku menyerahkan diri. Drama penangkapan pelaku pun sempat terjadi.
Saat keluar, pelaku masih membawa golok. Aparat bersama warga akhirnya bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan pelaku tanpa menimbulkan korban tambahan.
"Pelaku kemudian diamankan dan langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk penanganan medis kejiwaan," katanya.
Dia mengatakan, penanganan di lokasi melibatkan unsur aparat dan pemerintah setempat, mulai dari pihak kecamatan, kepolisian, TNI, hingga BPBD Kabupaten Sukabumi.
Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Gunungguruh tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
2. KPK Temukan Uang Ratusan Juta di Ruangan Pribadi Ono Surono
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai ratusan juta rupiah dari rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Penyitaan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan suap ijon proyek yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
Penggeledahan dilakukan di kediaman Ono Surono di Bandung, Jawa Barat. Dari lokasi tersebut, sebagaimana dilansir dari detikNews, penyidik menemukan uang tunai yang disimpan di ruang pribadi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman.
"Uang tunai yang diamankan dan disita dalam penggeledahan di rumah saudara ONS yang berlokasi di Bandung, kami temukan di ruang pribadi saudara ONS," ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (8/4/2026).
Menurut Budi, penyidik masih menelusuri asal-usul uang tersebut. Sementara itu, kuasa hukum Ono Surono, Sahli, menyebut uang tersebut merupakan tabungan arisan milik istri kliennya.
"Ya nanti kita akan dalami tentunya keterangan-keterangan soal itu. Yang pasti uang diamankan dari kamar pribadi saudara ONS," jelasnya.
Penggeledahan di Bandung dilakukan pada 1 April 2026. Dari kegiatan tersebut, KPK juga menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik selain uang tunai.
Sehari berselang, penyidik kembali melakukan penggeledahan di rumah Ono Surono di Indramayu, Jawa Barat. Dalam penggeledahan lanjutan itu, KPK mengamankan dokumen serta perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara.
Dalam kasus ini, Ono Surono masih berstatus sebagai saksi. KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap ijon proyek tersebut, yakni Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang, serta pihak swasta bernama Sarjan.
Ketiganya diduga terlibat dalam praktik suap terkait proyek yang direncanakan pada 2026. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut nilai uang yang diterima mencapai Rp9,5 miliar.
Dana tersebut diduga merupakan uang muka atau "ijon" sebagai jaminan untuk mendapatkan proyek di masa mendatang.
(bba/yum)