Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran untuk membantu warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan persoalan warga yang belum mendapatkan tempat tinggal pascabencana akan segera ditangani.
Bantuan tersebut menjadi perhatian setelah warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, menyampaikan keluhan melalui media sosial. Mereka mengaku hampir dua tahun menunggu kepastian bantuan tempat tinggal serta uang untuk biaya mengontrak rumah setelah terkena musibah banjir sejak 2024 lalu.
"Untuk Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, tolong perhatikan kami juga, Pak. Di sini sebagai warga Kampung Bapak Kanti Sarwat, Kadapa, dan yang lainnya, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Kami di sini sudah hampir dua tahun masih terlantar, belum mendapatkan kepastian mengenai uang pengontrakan Rp10 juta dan tempat tinggal. Kami di sini sangat membutuhkan bantuan Bapak," ujar warga dalam video yang beredar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi keluhan tersebut, KDM membeberkan sejumlah bantuan yang telah diberikan Pemprov Jabar kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi, salah satunya berupa bantuan biaya hidup sebesar Rp10 juta per keluarga untuk 28 korban bencana di Kecamatan Simpenan. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp280 juta.
Pemprov Jabar juga membangun 20 unit rumah berarsitektur Sunda di Kecamatan Palabuhanratu pada 2025. Setiap rumah memiliki nilai sekitar Rp120 juta, termasuk tanah, pemasangan paving block dan kebutuhan lainnya. Total anggarannya mencapai sekitar Rp2,538 miliar.
Selain itu, Pemprov Jabar membangun 20 unit rumah di Kecamatan Nyalindung dengan total anggaran sekitar Rp800 juta. Adapun total anggaran yang telah disalurkan Pemprov Jabar untuk penanganan warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi mencapai sekitar Rp6,093 miliar.
"Tadinya saya tidak akan menyampaikan tentang nilai-nilai bantuan yang sudah disalurkan ke warga Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana setelah saya mulai memimpin sebagai Gubernur Jawa Barat," ujar Dedi dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Dedi memastikan persoalan warga Desa Cidadap yang hingga kini belum memperoleh kepastian bantuan akan diselesaikan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebelumnya telah mengusulkan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, bantuan tersebut belum terealisasi.
"Karena mungkin sampai hari ini belum ada realisasinya maka akan segera kami tangani, dengan catatan pemerintah kabupatennya menyiapkan tanah," kata KDM.
Dedi juga meluruskan bahwa warga yang membutuhkan bantuan bukan hanya 46 KK yang menyampaikan keluhan. Berdasarkan pendataan, terdapat 120 KK terdampak bencana di Kecamatan Simpenan yang membutuhkan bantuan rumah dengan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp4,8 miliar.
"Total kebutuhannya bukan 46, total kebutuhannya 120 kepala keluarga. Kalau bantuannya Rp40 juta maka diperlukan dana yang harus disiapkan oleh pemerintah provinsi sebesar Rp4,8 miliar," ujarnya.
Ia menegaskan penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi dengan Pemkab Sukabumi. Pemerintah daerah setempat diminta menyiapkan lahan agar pembangunan rumah bagi warga terdampak dapat segera dilakukan.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyelesaikan seluruh problematika yang terjadi di masyarakat secara bersama dengan bupati dan wali kota," tutur Dedi.
Simak Video "Video Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT di Hari Kejadian"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
