Arus Mudik di Jabar Tembus 1,6 Juta Kendaraan

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 22 Mar 2026 19:00 WIB
Arus mudik di jalur selatan Garut (Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Bandung -

Sebanyak 1,6 juta kendaraan tercatat melintasi wilayah Jawa Barat selama periode arus mudik Lebaran 2026. Pada puncaknya, jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 270 ribu unit. Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.

Rudi mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jawa Barat menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan rekapitulasi data periode 13-19 Maret 2026, berbagai indikator utama, mulai dari gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, hingga kepadatan arus kendaraan mengalami perbaikan yang signifikan.

"Optimalisasi rekayasa lalu lintas turut berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik. Tercatat, penerapan contra flow dilakukan sebanyak 22 kali dan pengalihan arus sebanyak 60 kali, ditambah sistem one way baik nasional maupun lokal," kata Rudi dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, volume kendaraan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.

"Puncak arus mudik 2026 tercatat mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025. Total volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 1.692.528 kendaraan atau 48 persen dari total proyeksi," ungkapnya.

Selain itu, sejumlah gangguan kamtibmas juga mengalami penurunan signifikan. Pelanggaran tercatat turun drastis hingga 99,18 persen, sementara gangguan keamanan menurun sebesar 94,71 persen. Meski demikian, angka kejahatan mengalami kenaikan sebesar 35,11 persen, namun secara umum situasi dinilai tetap terkendali.

Di sektor lalu lintas, tren positif juga terlihat pada angka kecelakaan. Jumlah kecelakaan turun sebesar 3,23 persen, korban meninggal dunia menurun 24,61 persen, dan korban luka berat berkurang 4,55 persen. Sementara itu, korban luka ringan justru mengalami kenaikan sebesar 7,95 persen.

"Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan juga menunjukkan tren menurun. Jumlah kecelakaan turun 3,23 persen, korban meninggal dunia turun 24,61 persen, dan korban luka berat turun 4,55 persen. Sementara itu, korban luka ringan justru mengalami kenaikan 7,95 persen," jelasnya.

Rudi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.

"Data yang ada menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini berjalan efektif. Penurunan signifikan pada angka pelanggaran dan kecelakaan menjadi indikator bahwa strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal," terangnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Kami melihat koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya arus mudik tahun ini, khususnya di wilayah Jawa Barat," katanya.

Dengan berbagai capaian tersebut, Polda Jawa Barat menilai arus mudik Lebaran 2026 dapat dikategorikan sukses, baik dari sisi keamanan maupun kelancaran lalu lintas.



Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"

(wip/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork