Angka kecelakaan lalu lintas pada masa Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Jawa Barat yang berlangsung dari 13-25 Maret 2026 menurun hingga 89 persen dibandingkan tahun 2025. Polda Jabar mengklaim berhasil menekan angka kematian dalam insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama masa angkutan Lebaran tersebut.
Berdasarkan data Polda Jabar, kejadian kecelakaan lalu lintas pada 2025 mencapai 383 kejadian, sementara pada 2026 menyusut menjadi 93 kejadian. Dari segi korban jiwa juga menurun; angka korban meninggal dunia pada 2025 mencapai 121 orang, sedangkan pada 2026 tercatat 13 orang.
Begitu pun dari segi korban luka berat, tahun 2025 mencapai 63 korban dan tahun 2026 mencapai 34 korban. Untuk luka ringan, tercatat 434 korban pada 2025 dan 131 korban pada 2026. Dari sisi kerugian material, pada 2025 mencapai Rp695.750.000, sementara pada 2026 hanya Rp311.600.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Jabar, Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran tahun ini mengalami penurunan yang sangat signifikan.
"Tercatat, angka fatalitas turun tajam dari 121 jiwa (tahun 2025) pada tahun sebelumnya menjadi hanya 13 jiwa (tahun 2026). Keberhasilan ini mencatatkan sejarah baru dalam pengamanan Lebaran di Jawa Barat, yang diraih berkat kerja keras personel di lapangan serta pengawasan ketat secara top-down yang dilakukan terus-menerus dari malam hingga dini hari," kata Rudi dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Rudi mengungkapkan, keberhasilan menekan angka kecelakaan ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategi dan inovasi yang diterapkan Polda Jabar untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat pemudik. Setidaknya terdapat lima inovasi unggulan yang diluncurkan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
"Pertama, penguatan layanan Call Center 110 melalui pemasangan spanduk masif di seluruh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jabar. Kedua, penyediaan Hotline Mudik Polda Jabar yang menyajikan informasi real-timemengenai arus lalu lintas, akses CCTV Kota Bandung dan jalur tol, hingga lokasi posko terdekat," ungkapnya.
"Inovasi ketiga mencakup penyediaan fasilitas pelayanan lengkap di pos-pos pengamanan, termasuk layanan penitipan kendaraan gratis di kantor polisi bagi masyarakat yang mudik tanpa kendaraan pribadi. Keempat, seluruh Polres di jajaran Polda Jabar mendirikan pos tematik yang memberikan pelayanan khusus sesuai karakteristik daerah masing-masing, ditambah dengan program mudik gratis bagi masyarakat," tambahnya.
Menurut Rudi, empat strategi ini terbukti efektif dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat.
Selain itu, inovasi yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh pengendara adalah kehadiran "Motor Senyum Polda Jabar". Tim ini berfungsi sebagai pengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tol, arteri, maupun kawasan wisata. Tidak hanya mengatur jalan, tim Motor Senyum juga mengedepankan sisi humanis dengan membagikan takjil saat berbuka puasa, menyalurkan BBM bagi kendaraan yang mogok, hingga mengantarkan montir bagi pemudik yang mengalami kerusakan kendaraan.
"Dengan kombinasi pengawasan ketat dan berbagai inovasi pelayanan tersebut, pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Jawa Barat dinilai sukses besar. Kapolda Jabar menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan demi mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan humanis. Penurunan angka kecelakaan yang mencapai titik terendah dalam sejarah ini menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi dan dedikasi seluruh jajaran kepolisian dalam melayani masyarakat selama Lebaran," pungkasnya.
(wip/tya)
