Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijah dan Amalan Penghapus Dosa

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijah dan Amalan Penghapus Dosa

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 18 Mei 2026 21:00 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov))
Bandung -

Bulan Zulhijah menjadi salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah karena terdapat banyak keutamaan, terutama pada 10 hari pertama Zulhijah.

Bahkan, Rasulullah SAW menyebut hari-hari tersebut sebagai waktu terbaik untuk beramal saleh. Bulan ini juga menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban.

Apa saja keistimewaan 10 hari pertama bulan Zulhijah dan amalan apa yang bisa dilakukan? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah

Menurut Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, bulan Zulhijah adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT untuk melakukan berbagai kebaikan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya. Di bulan inilah terdapat ibadah haji dan penyembelihan kurban yang menjadi syariat penting dalam Islam.

Keistimewaan 10 hari pertama Zulhijah juga dijelaskan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW. Salah satunya hadis riwayat Imam Bukhari berikut:

ADVERTISEMENT

"Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai oleh Allah untuk beramal kebajikan melebihi dari 10 hari awal Dzulhijjah." Para sahabat bertanya, "Jihad di jalan Allah juga tidak bisa menyamainya ya Rasulullah?" Baginda Nabi menjawab, "Jihad pun tidak bisa menyamainya, kecuali seseorang keluar berjihad dengan membawa harta dan nyawanya lalu ia tidak kembali lagi." (HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar kemuliaan amal ibadah yang dilakukan pada 10 hari pertama Zulhijah. Bahkan, amalan pada hari-hari itu disebut lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari lainnya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak zikir selama 10 awal Zulhijah. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:

"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di hadapan Allah dan lebih dicintai oleh Allah untuk melakukan amal kebajikan melebihi dari hari-hari di 10 awal Dzulhijjah. Maka perbanyaklah membaca tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir." (HR. Ahmad)

Keutamaan lain dari bulan Zulhijah juga berkaitan dengan Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Kurban. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya paling agungnya hari-hari di hadapan Allah SWT adalah hari Raya Qurban." (HR. Abu Dawud)

Hadis-hadis tersebut menjadi dasar mengapa umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan 10 hari pertama Zulhijah dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Amalan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah

10 hari pertama Zulhijah disebut sebagai hari-hari terbaik karena seluruh ibadah utama yang disyariatkan dalam Islam berkumpul pada waktu tersebut. Jika di bulan lain hanya ada sebagian amalan tertentu, maka di awal Zulhijah hampir seluruh bentuk ibadah dapat dilakukan sekaligus.

Buya Yahya menjelaskan bahwa apabila berbicara tentang puasa, maka pada bulan ini terdapat puasa Arafah yang sangat dianjurkan. Jika berbicara tentang salat, maka salat juga tetap menjadi ibadah utama yang dapat diperbanyak. Selain itu, ada pula ibadah kurban dan haji yang hanya ada pada bulan Zulhijah.

Karena itulah, umat Muslim dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal saleh selama 10 hari pertama Zulhijah. Berikut sejumlah amalan yang bisa dilakukan:

1. Melaksanakan Ibadah Haji bagi yang Mampu

Ibadah haji menjadi salah satu amalan paling utama di bulan Zulhijah. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan.

Pelaksanaan ibadah haji hanya berlangsung pada bulan Zulhijah, terutama pada puncaknya di tanggal 8 hingga 13 Zulhijah. Karena itulah, amalan ini menjadi salah satu keistimewaan terbesar bulan Zulhijah yang tidak ditemukan pada bulan lain.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS. Al-Hajj: 27)

2. Menyembelih Hewan Kurban

Amalan utama lainnya pada bulan Zulhijah adalah menyembelih hewan kurban saat Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik. Ibadah kurban menjadi bentuk ketakwaan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

"Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2)

Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia, ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga memiliki makna sosial karena daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun hewan yang dapat dijadikan kurban antara lain kambing, domba, sapi, dan unta yang memenuhi syarat tertentu sesuai syariat Islam. Waktu penyembelihan dimulai setelah pelaksanaan salat Iduladha hingga akhir hari tasyrik.

3. Menjalankan Puasa Arafah

Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada 9 Zulhijah, khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Keutamaan puasa Arafah dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Muslim:

"Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura menebus dosa setahun yang telah lewat." (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah).

Puasa ini dilakukan bertepatan dengan wukuf jemaah haji di Padang Arafah. Karena memiliki keutamaan besar, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan ibadah sunnah ini.

Selain puasa Arafah, sebagian ulama juga menganjurkan puasa sunnah sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah sebagai bentuk memperbanyak amal saleh pada hari-hari terbaik.

4. Memperbanyak Bacaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak zikir selama 10 hari pertama Zulhijah. Zikir yang dianjurkan antara lain membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.

Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:

"Maka perbanyaklah di dalamnya membaca tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir."

5. Memperbanyak Salat, Sedekah, dan Membaca Al-Qur'an

Selain amalan-amalan khusus di atas, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah lain. Seperti salat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan istighfar.

Amalan-amalan tersebut sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, tetapi nilainya menjadi lebih utama jika dilakukan pada 10 hari pertama Zulhijah. Sebab, Rasulullah SAW menyebut hari-hari tersebut sebagai waktu terbaik untuk beramal saleh.

Sedekah misalnya, menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam. Begitu pula membaca Al-Qur'an dan memperbanyak doa yang dapat mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah SWT.

Buya Yahya juga menegaskan bahwa seluruh amal ibadah yang biasa dilakukan di hari-hari lain akan memiliki nilai yang lebih utama apabila dikerjakan pada 10 awal Zulhijah. Artinya, kebaikan yang dilakukan pada hari biasa tetap bernilai pahala, namun ketika dilakukan pada 10 hari pertama Zulhijah, nilainya menjadi lebih istimewa di sisi Allah SWT.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum bulan Zulhijah dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat. Dengan begitu, 10 hari pertama Zulhijah dapat menjadi kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan yang besar.

Demikian ulasan mengenai keistimewaan 10 hari pertama bulan Zulhijah beserta amalan-amalan yang bisa dilakukan untuk meraih pahala. Semoga bermanfaat!

Halaman 2 dari 2
(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads