Mengapa Zakat Fitrah Dibayar dengan Makanan Pokok?

Langkah Emas Raih Kemenangan

Mengapa Zakat Fitrah Dibayar dengan Makanan Pokok?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 07 Mar 2026 09:00 WIB
Hands are holding a pile of grain to zakat, the Islamic zakat concept. Muslims to help the poor and needy. Conceptual shoot for property, income, and fitrah zakat.
Zakat Fitrah. Foto: Getty Images/maroot sudchinda
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Zakat ini juga memiliki tujuan sosial, yaitu membantu memenuhi kebutuhan orang-orang yang kurang mampu agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.

Kewajiban zakat fitrah telah dijelaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرِّ أَوْ عَبْدِ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى مِنَ المُسْلِمِينَ . (رواه البخاري ومسلم)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasulullah SAW, mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan, sebanyak satu sa' (3/4) liter dari makanan kurma atau syair (gandum) atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan muslim." (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar r.a.)

Oleh karena itu, pada masa Nabi zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk kurma, gandum, atau bahan makanan lain yang menjadi makanan utama masyarakat pada saat itu.

ADVERTISEMENT

Alasan Zakat Fitrah Dibayar dengan Makanan Pokok

Dikutip dalam buku Membayar Zakat Fitrah dengan Uang Bolehkah? oleh Mokhamad Rohma Rozikin, Rasulullah menyebut bahwa zakat fitrah menjadi thu'mah (makanan) bagi orang-orang miskin pada hari raya. Pada masa sekarang, biji-bijian seperti kurma dan gandum tidak selalu menjadi makanan pokok masyarakat.

Banyak orang lebih sering mengonsumsi tepung, roti, maupun berbagai makanan olahan lainnya. Karena itu, sebagian orang berpendapat bahwa zakat dengan uang dianggap lebih bermanfaat dan lebih sesuai dengan maksud Nabi menjadikan zakat fitrah sebagai thu'mah.

Sebuah hadits yang menjelaskan bahwa zakat fitrah dibayarkan sebagai thu'mah tidak menunjukkan disyariatkannya qimah atau nilai dalam bentuk uang. Sebaliknya, hadis tersebut justru menegaskan bahwa zakat fitrah seharusnya dibayarkan dalam bentuk makanan.

Hal ini karena makna thu'mah sendiri adalah makanan. Dengan demikian, zakat fitrah menjadi thu'mah berarti zakat tersebut menjadi makanan bagi orang-orang miskin.

Dalam sumber yang sama disebutkan dalam kitab At-Tanwir dinyatakan:

(وَطُعْمَةً) بِضَمِّ الطَّاءِ أَيْ طَعَامٌ لِلْفُقَرَاءِ

Artinya: "Thu'mah dengan mendommahkan tho' bermakna makanan untuk orang-orang fakir" (Al-Amir, 2011: 318).

Senada dengan keterangan tersebut, Al-Mubarokfuri (1984: 205) berkata:

(وَطُعْمَةً) بِضَمِّ الطَّاءِ وَسُكُوْنِ الْعَيْنِ وَهُوَ الطَّعَامُ الَّذِي يُؤْكَلُ

Artinya: "Dan thu'mah dengan mendommahkan tho dan mensukunkan ain adalah makanan yang dimakan."

Sama halnya dengan penjelasan tersebut, Asy-Syaukani (1993: 218) juga menyatakan:

قَوْلُهُ (وَطُعْمَةً) بِضَمِّ الطَّاءِ وَهُوَ الطَّعَامُ الَّذِي يُؤْكَلُ

Artinya: "Ucapan thu'mah dengan mendommahkan tho' adalah makanan yang dimakan."

Jika zakat fitrah dibayar dengan uang, maka uang tidak dapat dimakan sehingga tidak bisa disebut sebagai thu'mah. Pemberian dalam bentuk uang lebih tepat disebut sebagai hibah, shilah, sedekah, atau infak, yang tidak secara langsung berkonotasi sebagai makanan.

Oleh karena itu, meskipun jenis makanan pokok pada masa sekarang tidak selalu sama dengan makanan pokok masyarakat pada zaman Nabi, zakat fitrah tetap dianjurkan dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah masing-masing, bukan diganti dengan uang.

Manfaat Zakat Fitrah

Dikutip dari buku Fiqih karya Hasbiyallah, zakat fitrah memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan umat Islam, baik bagi orang yang menunaikannya (muzaki) maupun bagi penerimanya (mustahik).

Melalui zakat fitrah, diharapkan tercipta kepedulian sosial serta kesejahteraan yang lebih merata di tengah masyarakat. Adapun beberapa manfaat zakat fitrah antara lain sebagai berikut.

1. Membantu dan membahagiakan orang-orang yang kurang mampu (mustahik), khususnya saat merayakan Idul Fitri.

2. Mengurangi sifat egois serta sikap mementingkan diri sendiri, sehingga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

3. Menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan. Salah satu cara mensyukuri nikmat harta adalah dengan membelanjakannya di jalan Allah, salah satunya melalui zakat.

4. Menjadi salah satu upaya untuk menolak datangnya musibah. Dalam ajaran Islam, memperbanyak sedekah atau zakat diyakini dapat menjadi sebab terhindarnya seseorang dari berbagai kesulitan.

5. Mempererat hubungan silaturahmi antara orang yang memiliki kelebihan rezeki dengan mereka yang membutuhkan bantuan.




(lus/lus)
ramadan penuh hikmah
Panduan Zakat Fitrah

Panduan Zakat Fitrah

46 konten
Zakat fitrah wajib ditunaikan pada akhir Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri. Zakat yang dikeluarkan umat Islam akan dibagikan kepada 8 golongan penerimanya. Informasi seputar zakat fitrah terangkum di sini.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads