Apa yang Terjadi Setelah Kiamat? Ini 6 Fase Penting yang Wajib Diketahui

Apa yang Terjadi Setelah Kiamat? Ini 6 Fase Penting yang Wajib Diketahui

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 03 Mei 2026 19:00 WIB
Planet Earth and big asteroid in the space. Concept a potentially hazardous object (PHO). Potentially hazardous asteroids (PHAs). Asteroid in outer space near Earth planet. Stony-iron meteorite is solar system. Elements of this image furnished by NASA. ______ Url(s):
ilustrasi Bumi Foto: Getty Images/iStockphoto/buradaki
Jakarta -

Kiamat adalah peristiwa besar yang pasti akan terjadi dan menjadi akhir dari kehidupan dunia. Dalam Islam, kehidupan manusia tidak berhenti setelah kematian atau kehancuran alam semesta. Justru, setelah kiamat akan dimulai fase kehidupan yang hakiki dan abadi di akhirat.

Dalam Al-Qur'an surah Taha ayat 15 Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya:

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى ١٥

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan."

ADVERTISEMENT

Al-Qur'an dan hadits juga telah menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan yang akan dilalui setelah terjadinya kiamat. Dalil ini sekaligus menegaskan bahwa ada fase yang akan dilalui umat manusia setelah kiamat.

6 Fase yang akan Terjadi Setelah Kiamat

1. Kehancuran Alam Semesta (Hari Kiamat)

Mengutip buku Tanda-tanda Kiamat karya Atho'illah Umar, fase pertama adalah terjadinya kiamat itu sendiri, yaitu hancurnya seluruh alam semesta. Gunung-gunung hancur, lautan meluap, langit terbelah, dan semua makhluk hidup mati.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qari'ah Ayat 1-11,

الْقَارِعَةُ مَا الْقَارِعَةُ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ

Artinya: "Al-Qāri'ah (hari Kiamat yang menggetarkan). Apakah al-Qāri'ah itu? Tahukah kamu apakah al-Qāri'ah itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah. Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu? (Ia adalah) api yang sangat panas."

Pada fase ini, tidak ada satu pun makhluk yang tersisa. Bahkan malaikat pun akan diwafatkan, kecuali yang dikehendaki Allah.

2. Kebangkitan dari Alam Kubur (Yaumul Ba'ats)

Setelah seluruh makhluk mati, Allah SWT akan meniupkan sangkakala untuk kedua kalinya. Pada saat itulah seluruh manusia dibangkitkan dari kubur.

Ini disebut sebagai Yaumul Ba'ats, yaitu hari kebangkitan.

Allah berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 68,

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ

Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)."

Manusia akan bangkit dalam keadaan yang berbeda-beda sesuai amalnya, ada yang bercahaya, ada yang gelap, ada yang penuh ketakutan.

3. Padang Mahsyar (Yaumul Mahsyar)

Setelah dibangkitkan, seluruh manusia dikumpulkan di satu tempat yang luas yang disebut Padang Mahsyar. Di sinilah semua manusia sejak zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir akan berkumpul.

Keadaan di Mahsyar sangat berat. Namun, ada golongan yang mendapatkan perlindungan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: "Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah di bawah naungan-Nya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu; Pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, "aku takut kepada Allah", seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis" seperti orang yang ikhlas beribadah, pemimpin yang adil, dan orang yang hatinya terpaut dengan masjid.

4. Hisab (Perhitungan Amal)

Fase berikutnya adalah hisab, yaitu perhitungan seluruh amal perbuatan manusia selama hidup di dunia.

Tidak ada satu pun amal yang terlewat, sekecil apa pun akan diperhitungkan.

5. Mizan dan Shirath

Setelah hisab, amal manusia akan ditimbang dalam mizan (timbangan amal). Fase ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al Anbiya ayat 47,

وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."

Setelah itu, manusia harus melewati jembatan shirath, yang terbentang di atas neraka.

Dikutip dari buku Konsep Mayoritas Ahlussunnah wal Jamaah karya Idik Saeful Bahri, jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan dan mengantarkan manusia ke surga atau neraka.

Dalam Al-Qur'an surah Maryam ayat 71, Allah SWT berfirman,

وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ۚ

Artinya: "Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (sirat di atas neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan."

Rasulullah SAW juga memberi gambaran tentang jembatan Shiratal Mustaqim ini. Hadits ini diriwayatkan Abu Sa'id al-Khudriy, "Aku diberitahu bahwa jembatan itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang." (HR Muslim)

6. Yaumul Jaza (Hari Pembalasan)

Di fase terakhir ada Yaumul Jaza, manusia akan menerima balasan atas segala amal perbuatannya, apakah akan ditempatkan di surga ataukah neraka.

Fase ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Al Jatsiyah ayat 28,

وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: "Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."



(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads