Jemaah Lansia Diimbau Pakai Layanan Resmi, PPIH: Jangan Tergiur Joki

Kabar Haji Bersama Promag Herbal

Jemaah Lansia Diimbau Pakai Layanan Resmi, PPIH: Jangan Tergiur Joki

Tri Aljumanto - detikHikmah
Minggu, 03 Mei 2026 15:00 WIB
Masjidil Haram, Jumat, 1 Mei 2026, dipadati jemaah haji dari berbagai dunia.
Jemaah Haji Lansia. Foto: Dok MCH 2026
Jakarta -

Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Hingga Minggu (3/5/2026) pukul 06.00 waktu Arab Saudi (WAS), tercatat sebanyak 74.646 jemaah telah mendarat di Tanah Suci.

Puluhan ribu jemaah tersebut terbagi dalam 192 kelompok terbang (kloter). Dari total data yang masuk, kategori jemaah lanjut usia (lansia) menjadi perhatian khusus lantaran jumlahnya yang cukup besar.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, merinci bahwa terdapat 16.177 jemaah lansia yang masuk dalam prioritas pelayanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah jemaah yang sudah tiba hingga pagi ini sebanyak 192 kloter dengan total 74.646 jemaah, termasuk 16.177 lansia," ujar Abdul Basir di Madinah.

Melihat tingginya angka jemaah lansia dan disabilitas, Abdul Basir memberikan imbauan keras terkait pelaksanaan ibadah di Masjidil Haram, terutama saat menjalani Tawaf dan Sai. Ia meminta jemaah untuk hanya menggunakan layanan resmi yang telah disediakan oleh otoritas setempat.

ADVERTISEMENT

Beberapa fasilitas resmi yang bisa dimanfaatkan antara lain jasa pendampingan atau pendorong kursi roda resmi hingga layanan mobil golf khusus untuk paket Tawaf dan Sai.

"Kami mendorong jemaah lansia dan disabilitas untuk menggunakan layanan resmi, termasuk fasilitas mobil golf untuk paket tawaf dan sai di Masjidil Haram," jelasnya.

Abdul Basir juga memperingatkan jemaah agar tidak tergiur dengan tawaran jasa tidak resmi atau "joki" yang kerap menawarkan bantuan di sekitar area ibadah. Penggunaan jasa ilegal dinilai berisiko tinggi, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan jemaah itu sendiri.

"Tidak direkomendasikan menggunakan pihak-pihak yang tidak resmi. Demi keselamatan dan kenyamanan, sebaiknya gunakan layanan yang sudah disediakan secara resmi," tegas Basir.

Pihak PPIH menekankan bahwa koordinasi yang kuat dan kepatuhan jemaah terhadap aturan merupakan kunci utama kelancaran ibadah haji tahun ini. Terlebih, dengan volume jemaah yang terus bertambah setiap harinya, penggunaan fasilitas resmi akan menjamin perlindungan bagi jemaah dengan kebutuhan khusus.




(alj/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads