Kisah Kapal Nabi Nuh dalam Al-Qur'an yang Berlabuh di Gunung Judiy

Kisah Kapal Nabi Nuh dalam Al-Qur'an yang Berlabuh di Gunung Judiy

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Selasa, 29 Sep 2026 07:15 WIB
Banjir Nuh
Ilustrasi kapal Nabi Nuh AS. Foto: Live Science
Jakarta -

Dalam Al-Qur'an, ada kisah luar biasa tentang azab banjir besar yang melanda kaum Nabi Nuh AS. Dalam peristiwa itu, Nabi Nuh AS dan pengikutnya selamat dengan naik kapal besar atas perintah Allah SWT.

Turunnya azab yang menimpa kaum Nabi Nuh AS terjadi lantaran mereka tidak mau menerima kehadiran Nabi Nuh AS sebagai rasul utusan Allah SWT. Nabi Nuh AS berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar kaumnya yang durhaka itu diberikan peringatan supaya ingat dan menyembah-Nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai jawaban doa, Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat sebuah kapal sebagai persiapan bila siksa Allah SWT untuk kaumnya telah datang.

Berikut adalah kisah kapal Nabi Nuh AS yang tertulis dalam Al-Qur'an selengkapnya.

ADVERTISEMENT

Allah SWT Memerintahkan Nabi Nuh Membuat Kapal

Perintah membuat kapal turun dari Allah SWT kepada Nabi Nuh AS sebagai penghibur karena beliau telah mengalami makian, cacian, hingga perlakuan kasar dari Bani Rasib, kaumnya. Hal ini tertulis dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 36-39. Allah SWT berfirman,

وَاُوْحِيَ اِلٰى نُوْحٍ اَنَّهٗ لَنْ يُّؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ اِلَّا مَنْ قَدْ اٰمَنَ فَلَا تَبْتَىِٕسْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَۖ وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚاِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ وَيَصْنَعُ الْفُلْكَۗ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَاٌ مِّنْ قَوْمِهٖ سَخِرُوْا مِنْهُ ۗقَالَ اِنْ تَسْخَرُوْا مِنَّا فَاِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُوْنَۗ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ

Artinya: "Diwahyukan (oleh Allah) kepada Nuh, "(Ketahuilah) bahwa tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar telah beriman. Maka, janganlah engkau bersedih atas apa yang selalu mereka perbuat. Buatlah bahtera dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah engkau bicarakan (lagi) dengan-Ku tentang (nasib) orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Mulailah dia (Nuh) membuat bahtera itu. Setiap kali para pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, "Jika kamu mengejek kami, sesungguhnya kami pun akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). Maka, kelak kamu mengetahui siapa (di antara kita) yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa pula) yang akan ditimpa azab yang kekal."

Selama proses pembuatan kapal, Nabi Nuh AS tak hentinya mendapat cacian dari kaumnya. Bahkan sang nabi dikatakan gila karena membuat kapal besar di daratan yang kering jauh dari lautan. Namun, Nabi Nuh AS tak menghiraukannya.

Kapal Nabi Nuh Mengangkut Orang Mukmin dan Hewan atas Izin Allah

Dikisahkan dalam buku Menyinari Kehidupan dengan Cahaya Al-Quran karya Akmal Rizki Gunawan Hasibuan, Allah SWT juga memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membawa berbagai spesies binatang secara berpasang-pasangan, baik liar maupun jinak ke dalam kapalnya.

Maka setelah Nabi Nuh AS, pengikutnya yang dikatakan hanya sejumlah 70 orang dan delapan anggota keluarga, serta hewan-hewan telah naik ke kapal, Allah SWT menurunkan hujan yang sangat lebat sehingga mengakibatkan banjir berskala besar.

Allah SWT berfirman,

حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُۙ قُلْنَا احْمِلْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ اٰمَنَ ۗوَمَآ اٰمَنَ مَعَهٗٓ اِلَّا قَلِيْلٌ

Artinya: "(Demikianlah,) hingga apabila perintah Kami datang (untuk membinasakan mereka) dan tanur (tungku) telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalamnya (bahtera itu) dari masing-masing (jenis hewan) sepasang-sepasang (jantan dan betina), keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu (akan ditenggelamkan), dan (muatkan pula) orang yang beriman." Ternyata tidak beriman bersamanya (Nuh), kecuali hanya sedikit." (QS Hud: 40)

Azab Allah SWT Berupa Banjir Besar yang Mematikan

Diceritakan dalam buku Kisah 25 Nabi Menakjubkan & Penuh Hikmah oleh Ariany Syurfah, hujan turun melanda seluruh kota dan desa selama 40 hari 40 malam. Jeritan dan tangisan manusia terdengar di mana-mana. Mereka begitu panik karena ke mana pun mereka berlari untuk berlindung, air mengejar dan menenggelamkan mereka. Tiada tempat berlindung dari banjir yang amat dahsyat tersebut, kecuali kapal Nabi Nuh AS yang telah mengangkut orang mukmin dan hewan-hewan yang diselamatkan oleh Nabi Nuh AS atas perintah Allah SWT.

Selain orang-orang yang ada di dalam kapal, tidak ada yang selamat dari bencana banjir tersebut. Tatkala banjir telah reda, kapal Nabi Nuh AS kemudian terdampar dan berlabuh di sebuah bukit tinggi yang disebut Al-Judy. Hal ini sebagaimana tercatat dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 40,

وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيٰسَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: "Difirmankan (oleh Allah), "Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan)." Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan, "Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim." (QS Hud: 44)

Wallahu a'lam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads