Kisah Kaum 'Ad dan Nabi Hud dalam Al-Qur'an, Mengapa Mereka Dibinasakan?

Kisah Kaum 'Ad dan Nabi Hud dalam Al-Qur'an, Mengapa Mereka Dibinasakan?

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Sabtu, 15 Agu 2026 05:00 WIB
Palm trees in strong wind
Ilustrasi azab kaum 'Ad. Foto: Getty Images/timoph
Jakarta -

'Ad adalah suku kuno tertua sesudah kaum Nabi Nuh AS yang terkenal dengan fisik kuat dan tubuh besar. Mereka termasuk kaum yang dibinasakan Allah SWT.

Menurut buku Nabi Hud a.s karya Ma'ful Hidayatulloh, kaum 'Ad hidup dengan bermewah-mewah, membangun istana yang besar dan tinggi, dan membangun benteng-benteng. Allah SWT mengaruniai mereka tanah yang subur dan sumber-sumber air yang mengalir dari segala penjuru, sehingga memudahkan kegiatan bercocok tanam dan memperindah tempat tinggal mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kaum 'Ad tidak mengenal Allah SWT pencipta alam semesta. Mereka semua lalai dan menyekutukan Allah SWT, tanpa peduli dengan musibah yang telah menimpa kaum Nabi Nuh AS sebelum mereka. Bahkan, membuat patung-patung atau berhala kemudian disembah sebagai Tuhan yang mereka anggap telah memberikan kebahagiaan, kebaikan, dan keuntungan, serta dapat menolak kejahatan, kerugian, dan segala musibah.

Allah SWT Tunjuk Nabi Hud Jadi Rasul untuk Kaumnya Sendiri

Tubuh gagah perkasa dan tinggi menjulang membuat kaum 'Ad takabur. Sifat Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak serta merta langsung menghancurkan kaum 'Ad atas sifat takaburnya. Allah SWT mengutus seorang nabi untuk menyampaikan ajaran tauhid, mencontohkan ibadah yang benar, dan meluruskan akhlak mereka.

ADVERTISEMENT

Nabi yang dipilih Allah SWT berasal dari kaum 'Ad sendiri, dialah Hud. Saat menginjak usia 40 tahun, dia didatangi Malaikat Jibril seraya berkata:

"Sesungguhnya Allah mengutusmu kepada kamummu, kaum 'Ad. berilah mereka petunjuk ke jalan yang benar dan perintahkan supaya mereka meninggalkan perbuatan menyembah berhala serta peringatkan mereka jika mereka sombong akan kekayaan mereka. Beritahu bahwasanya Allah lah yang memberi mereka hari-hari yang panjang dan kekuatan fisik yang pernah diberikan kepada kaum sebelum mereka. Allah memberikan mereka berlimpah emas dan perak, menjadikan mereka manusia yang paling panjang usianya, paling kuat tubuhnya dan paling kaya harta dan keturunan. Maka pergilah kepada mereka untuk mengesakan Allah dan meninggalkan penyembahan berhala."

Dakwah Nabi Hud Hentikan Kekafiran Kaum 'Ad

Dakwah Nabi Hud AS tidak sepenuhnya mudah. Ia berkali-kali diejek, dicela, dan diragukan kenabiannya oleh kaum 'Ad.

Suatu ketika saat Raja Kaum 'Ad, Khaljan, sedang berkumpul bersama kaumnya di lapangan pada hari besar mereka, Nabi Hud AS hendak menyerukan dakwahnya. Namun, lagi-lagi kaum 'Ad tak menghiraukan seruan Nabi Hud AS untuk berhenti menyembah berhala dan bertobat kepada Allah SWT.

Kaum 'Ad malah menuduh Nabi Hud AS telah mendapat kutukan dari tuhan-tuhan mereka yang menyebabkan pikiran dan akal sehat Nabi Hud kacau, sehingga menjadi tidak waras.

Mendengar itu, Nabi Hud AS kemudian menyampaikan dakwahnya kembali, "Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala, tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu, maka tunggulah saatnya tiba pembalasan Tuhan, di mana kamu tidak akan dapat meloloskan diri dari bencananya dan penyesalan pun dapa saat itu tidak akan menolongmu. Allah menjadi saksiku bahwa aku telah menyampaikan risalah-Nya dengan sepenuh tenaga kepadamu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat dikandung badanku memberi penerangan dan tuntutan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya."

Dakwah inilah yang kemudian tersebar di kalangan kaum 'Ad dan membuat sebagian kecil dari mereka mendapat hidayah Allah SWT.

Azab Angin Kencang yang Membinasakan Kaum 'Ad

Setelah Nabi Hud AS berdoa kepada Allah SWT, azab pun datang. Para wanita kaum 'Ad mandul. Kemarau panjang juga menerjang. Mereka tak mendapatkan air selama tiga tahun.

Dalam krisis ini, dakwah Nabi Hud AS tetap berjalan, ia menyebut musibah ini hanyalah permulaan siksaan dari Allah SWT. Nabi Hud AS lantas mengatakan hujan akan turun jika kaum 'Ad meninggalkan penyembahan berhala, bertobat, dan mohon ampunan Allah SWT. Namun, mereka tetap lalai dan terus menyembah berhala.

Maka, datanglah azab paling pedih dari Allah SWT atas kelaknatan dan kekafiran kaum 'Ad. Angin yang sangat dahsyat mengombang-ambingkan kaum 'Ad selama tujuh malam dan delapan hari berturut-turut tanpa henti. Angin dingin itu terus bertiup, sehingga rasa dinginnya menusuk tulang mereka dan membuat kulit mereka pecah-pecah.

Kisah turunnya azab ini diabadikan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahqaf ayat 24:

فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ٢٤

Artinya:" Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." (Bukan,) tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang sangat pedih."

Naudzubillah min dzalik.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads