Kisah Rasulullah Meminta Hujan saat Kemarau Panjang

Kisah Rasulullah Meminta Hujan saat Kemarau Panjang

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Selasa, 15 Sep 2026 05:00 WIB
Kisah Nabi Khidir dan hikmah ceritanya untuk dijadikan teladan anak
Ilustrasi Kisah Nabi. Foto: Getty Images/iStockphoto/rudall30
Jakarta -

Kehadiran Nabi Muhammad SAW ke muka bumi bukan hanya membawa risalah petunjuk bagi umat manusia, melainkan juga sebagai bentuk rahmat serta keberkahan bagi seluruh alam semesta dan seisinya. Salah satu bukti nyata kenabian beliau adalah terpancarnya mukjizat dahsyat yang mampu mengatasi kesulitan umat manusia.

Seperti kisah ketika Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan saat terjadi kemarau panjang. Turunnya hujan atas doa yang dipanjatkan menjadi bukti mukjizat nyata kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan kemurahan hati Allah SWT.

Kisah Rasulullah Meminta Hujan Sewaktu Masih Kecil

Kisah mengenai Rasulullah SAW meminta hujan turun pada saat kemarau panjang terjadi ketika beliau masih kecil. Merangkum buku Kisah Nabi Muhammad karya Yoyok Rahayu Basuki, pada suatu ketika orang-orang Quraisy mendatangi paman Rasulullah SAW, Abu Thalib untuk menyampaikan kerisauan mereka akibat kemarau panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berseru demikian, "Wahai Abu Thalib, lembah sedang kekeringan dan kemiskinan melanda. Marilah berdoa meminta hujan."

Atas permintaan ini, Abu Thalib keluar rumah bersama dengan Nabi Muhammad SAW kecil mendatangi Ka'bah. Setibanya, Abu Thalib menempelkan punggung Rasulullah SAW ke dinding Ka'bah dan berdoa meminta hujan. Kemudian, mendung pun datang dari segala penjuru, lalu menurunkan hujan yang sangat deras hingga tanah di lembah-lembah dan di ladang menjadi gembur.

ADVERTISEMENT

Kisah Rasulullah Meminta Hujan saat Telah Menjadi Nabi

Dikisahkan dalam buku Cinta Seribu Dirham: Merajut Kerinduan kepada Rasulullah Al-Mustafa karya Miftahur Rahman el-Banjary, kejadian serupa juga terjadi ketika Nabi Muhammad SAW telah menjadi rasul. Saat itu, Rasulullah SAW tengah berkhotbah di masjid, kemudian seorang laki-laki masuk dan berkata,

"Ya Rasulullah, rusak binasalah harta kami dan putuslah sudah harapan kami disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan. Berdoalah untuk kami agar Allah menurunkan hujan."

Mendengar ini, Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, "Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami."

Para sahabat berkata, "Pada waktu itu kami tidak melihat segumpal awan pun." Namun, tiba-tiba muncul awan yang menurunkan hujan lebat dan berlangsung terus-menerus tanpa henti.

Pada Jumat berikutnya, laki-laki yang sama kembali mendatangi Rasulullah SAW saat sedang berkhotbah. Ia berkata, "Ya Rasulullah, rusak binasalah harta kami dan putuslah sudah harapan kami disebabkan hujan yang turun terus-menerus. Berdoalah untuk kami agar Allah menghentikan turunnya hujan."

Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya untuk memanjatkan doa, "Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, tapi tidak atas kami." Seketika hujan pun akhirnya berhenti.

Kisah Umar bin Khaththab Meminta Hujan Melalui Perantara Paman Nabi

Kisah Umar bin Khattab yang meminta hujan kepada Allah SWT melalui paman Nabi Muhammad SAW, Abbas bin Abdul Muthalib, disebutkan dalam Shahih al-Bukhari. Dalam buku Tarikh Khulafa karya Ibrahim al-Quraibi, Anas bin Malik mengisahkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat kemarau panjang.

Umar berkata, "Ya Allah, sesungguhnya kami dulu memohon kepada-Mu dengan perantara Nabi kami, lalu Engkau menurunkan hujan pada kami. Sesungguhnya kami sekarang memohon kepada-Mu dengan perantara paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan bagi kami." Anas bin Malik mengatakan, "Lalu hujan turun pada mereka." (HR. Bukhari)

Ibrahim al-Quraibi juga mengutip penjelasan Ibnu Hajar mengenai riwayat Zubair bin Bakkar tentang doa Abbas dalam peristiwa tersebut. Dalam riwayat itu disebutkan bahwa ketika Umar meminta hujan melalui Abbas, Abbas berdoa,

"Ya Allah, sesungguhnya musibah tidak menimpa kami kecuali disebabkan dosa kami. Musibah itu pun tidak akan terangkat kecuali dengan tobat. Sesungguhnya mereka memohon kepada-Mu melalui perantara diriku sebab kedudukanku di sisi Nabi-Mu, dan inilah tanganku terpanjat pada-Mu dengan dosa-dosa. Perlindungan kami adalah dengan bertobat. Karena itu turunkanlah hujan bagi kami."

Setelah itu langit berawan seperti gunung, hingga akhirnya air hujan turun membasahi bumi, dan manusia dapat menjalankan kehidupan kembali.

Wallahu a'lam.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads