Dalam sejarah perjalanan Islam, sosok Waraqah bin Naufal memegang peranan penting, khususnya pada masa-masa awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Ia adalah orang pertama yang membenarkan kenabian Rasulullah SAW.
Waraqah bin Naufal dikenal sebagai sosok yang memiliki kebijaksanaan dan pengetahuan mendalam mengenai kitab-kitab terdahulu. Lantas, bagaimana kisah Waraqah bin Naufal?
Siapakah Waraqah bin Naufal?
Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza adalah anak paman dari istri Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid. Ia merupakan sepupu Khadijah dari garis ayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinukil dari buku Sirah Nabawiyah: Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah SAW oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, disebutkan bahwa Waraqah bin Naufal adalah seorang penganut agama Nasrani di masa Jahiliyah. Ia memiliki kemampuan menulis dalam bahasa Ibrani. Dengan kemampuan tersebut, ia meyakini kitab Injil dalam bahasa Ibrani.
Pertemuan setelah Wahyu Pertama
Masih dinukil dari buku yang sama, peristiwa yang melibatkan Waraqah bin Naufal terjadi setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5 dari malaikat Jibril di Gua Hira. Rasulullah SAW pulang dalam keadaan gemetar dan ketakutan, meminta Khadijah untuk menyelimutinya.
Setelah rasa takutnya sedikit mereda, Nabi Muhammad SAW lantas menuturkan segala peristiwa menakjubkan yang baru saja beliau alami kepada Khadijah. Melihat kondisi suaminya, Khadijah berinisiatif membawa Nabi Muhammad SAW menemui Waraqah bin Naufal untuk meminta pendapatnya.
Sesampainya di sana, Rasulullah menceritakan apa yang telah dialaminya. Waraqah bin Naufal berkata, "Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya engkaulah Nabi umat ini. Sesungguhnya engkau telah didatangi an-Namus al-Akbar, yang pernah datang menemui Musa. Dan, sesungguhnya kaum kamu akan mendustakan kamu, menyakitimu, mengusirmu, bahkan akan memerangimu."
Rasulullah SAW bertanya dengan penuh keheranan, "Apakah mereka benar-benar akan mengusirku?"
Waraqah bin Naufal menjawab, "Benar. Tidak seorang pun yang membawa seperti apa yang engkau bawa, kecuali akan dimusuhi dan diperangi oleh manusia. Seandainya aku menemui saat itu, dan usiaku panjang, niscaya aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga."
Selang beberapa waktu setelah pertemuan itu, wahyu Allah SWT pun mulai turun secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.
Wafatnya Waraqah bin Naufal
Tak lama usai pertemuannya dengan Rasulullah SAW, Waraqah bin Naufal pun wafat.
Kematiannya terjadi pada masa fatrah al-wahyu (masa kekosongan wahyu sementara). Meskipun ia tidak sempat mendampingi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW secara fisik saat Islam mulai menyebar luas, kesaksiannya di awal kenabian menjadi penguat mental bagi Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan berat di masa depan.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban