4 Kisah Seorang Ibu yang Diceritakan dalam Al-Qur'an

4 Kisah Seorang Ibu yang Diceritakan dalam Al-Qur'an

Diky Darmanto - detikHikmah
Selasa, 21 Mei 2024 05:00 WIB
4 Kisah Seorang Ibu yang Diceritakan dalam Al-Quran
Ilustrasi kisah ibu yang diceritakan dalam Al-Qur'an. Foto: Getty Images/jacquesvandinteren
Jakarta -

Al-Qur'an adalah petunjuk untuk umat manusia, didalamnya terdapat berbagai kisah-kisah masa lalu yang menjadi pelajaran untuk umat selanjutnya. Di bawah ini kisah tentang ibu yang ada dalam Al-Quran.

Terdapat kisah-kisah luar biasa dari seorang perempuan sekaligus ibu dari para nabi mulia, kisah-kisah ini diabadikan langsung oleh Allah SWT untuk menjadi pengingat kepada hambanya bahwa kasih sayang Allah tidak terbatas hanya karena gender dan usia saja.

Seperti empat kisah ibu yang tertulis dalam Al-Qur'an ini yakni: kisah Siti Hajar ibu Nabi Ismail AS, kisah Milyanah ibu Nabi Musa AS, kisah Hanah ibu Siti Maryam, dan kisah Siti Maryam ibu Nabi Isa AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kisah Siti Hajar Ibu Nabi Ismail AS

Mengutip buku Kisah Teladan dalam Al-Qur'an karya Ahmad Laudzai dahulu dikisahkan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar (Istrinya) telah menikah lama, namun mereka belum diberikan seorang anak pun oleh Allah SWT.

Setia waktunya Nabi Ibrahim AS tidak luput berdoa seperti ini, "Ya Allah aku berani mengorbankan apa saja, asalkan pintaku terpenuhi." Hingga akhirnya Allah mengabulkan keinginan keduanya, Siti Hajar berhasil mengandung seorang anak yang diberi nama Ismail.

ADVERTISEMENT

Suatu hari Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan Ismail kecil ke sebuah lembah yang nantinya menjadi kota Makkah. Ketika sampai Ibrahim berpesan kepada keduanya, "Wahai istriku, tinggalah engkau bersama Ismail, di tempat ini sementara waktu, Tunggu sampai aku selesai."

Surah Ibrahim ayat 37:

ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŽØŗŲ’ŲƒŲŽŲ†Ų’ØĒŲ ؅ؐ؆ؒ Ø°ŲØąŲ‘ŲŲŠŲ‘ŲŽØĒŲŲŠŲ’ Ø¨ŲŲˆŲŽØ§Ø¯Ų ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø°ŲŲŠŲ’ Ø˛ŲŽØąŲ’ØšŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽØąŲ‘ŲŽŲ…ŲÛ™ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŲŠŲŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…ŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ų°ŲˆØŠŲŽ ŲŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ø§ŲŽŲŲ’Ų€Ų•ŲØ¯ŲŽØŠŲ‹ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØĒŲŽŲ‡Ų’ŲˆŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„ØĢŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØąŲ°ØĒؐ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲŖŲ§

Artinya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya (dan berada) di sisi rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (demikian itu kami lakukan) agar mereka melaksanakan salat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur."

Selayaknya manusia umumnya, Siti Hajar bernama, " Mengapa aku bersama Islamil harus menetap di tempat yang gersang dan tandus ini"

Nabi Ibrahim menjawab, "Sesungguhnya ini semua adalah perintah Allah SWT." Siti Hajar pun ikhlas menerimanya.

Hari demi hari berlalu, Ibrahim AS tidak kunjung datang, padahal persediaan makanan dan minuman mereka sudah habis. Ditambah Ismail kecil menangis.

Sambil menenangkan anaknya, Siti Hajar berlari mendaki dua bukit yang berseberangan, yakni bukit Safa dan bukit Marwah untuk mencari sumber air. Meskipun sudah berkali-kali melalui dua bukit tersebut masih belum mendapatkan sumber air.

Sampai Siti Hajar kelelahan dan tergeletak di samping anaknya, tetapi akhirnya Allah SWT membantu Siti Hajar dan Ismail dengan memberikannya Air Zam-Zam.

2. Kisah Milyanah Ibu Nabi Musa AS

Suatu ketika Firaun memerintahkan pasukannya untuk menyembelih anak laki-laki. Surah Al-Qasas ayat 4:

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲŲØąŲ’ØšŲŽŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ø´ŲŲŠŲŽØšŲ‹Ø§ ŲŠŲ‘ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØļŲ’ØšŲŲŲ ØˇŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲŲŽØŠŲ‹ Ų…Ų‘ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲØ°ŲŽØ¨Ų‘ŲØ­Ų Ø§ŲŽØ¨Ų’Ų†ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ŲŠŲ– Ų†ŲØŗŲŽØ§Û¤ØĄŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Û—Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų— ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲŲ’ØŗŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų¤

Artinya: "Sesungguhnya FirĘģaun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil). Dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuannya. Sesungguhnya dia (FirĘģaun) termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan."

Bersamaan dengan perintah Firaun lahir seorang bayi laki-laki keturunan Israil. Allah berkata kepada Milyanah Ibu Nabi Musa AS.

"Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya rasul."

Kemudian Milyanah pun meletakan bayinya di sebuah tempat. Lalu dia hanyutkan bayi tersebut ke sungai. Atas kuasa Allah SWT bayi itu ditemukan oleh Siti Aisah istri Firaun.

3. Kisah Hanah Ibu Maryam

Ibu Maryam diceritakan langsung oleh Allah SWT dalam Surah Al-Imran Ayat 35:

Ø§ŲØ°Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽØĒؐ Ø§Ų…Ų’ØąŲŽØ§ŲŽØĒŲ ØšŲŲ…Ų’ØąŲ°Ų†ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ Ų†ŲŽØ°ŲŽØąŲ’ØĒŲ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’ Ø¨ŲŽØˇŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ Ų…ŲØ­ŲŽØąŲ‘ŲŽØąŲ‹Ø§ ŲŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ ۚ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲŖŲĨ

Artinya: "(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Mengutip buku Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dijelaskan bahwa Imran adalah pria shaleh pada masanya menikah dengan Hanah yang juga amat beriman, sesuai ayat di atas istri Imran bernazar jika mempunyai anak, nantinya anak tersebut akan dijadikan abdi Allah atau menyelenggarakan Baitul Maqdis seperti saudaranya Nabi Zakaria AS.

Allah SWT pun mengabulkan keinginannya dengan memberikan seorang anak, namun ternyata anak yang lahir adalah perempuan (Siti Maryam), padahal yang diharapkan adalah anak laki-laki karena yang menyelenggarakan rumah suci adalah anak laki-laki.

Hanan pun lanjut berdoa berisi memohon perlindungan kepada anaknya karena dia tahu laki-laki tidak sama dengan perempuan, dan juga untuk keturunanya. Surah Al-Imran ayat 36:

ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽØļŲŽØšŲŽØĒŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽØĒŲ’ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØļŲŽØšŲ’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ†Ų’ØĢŲ°Ų‰Û— ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØļŲŽØšŲŽØĒŲ’Û— ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ØŗŲŽ Ø§Ų„Ø°Ų‘ŲŽŲƒŲŽØąŲ ŲƒŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØĢŲ°Ų‰ ۚ ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ ØŗŲŽŲ…Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§ Ų…ŲŽØąŲ’ŲŠŲŽŲ…ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲØšŲŲŠŲ’Ø°ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø¨ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ°ŲØąŲ‘ŲŲŠŲ‘ŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲ°Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲŖŲĻ

Artinya: "Ketika melahirkannya, dia berkata, "Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. "Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk."

Allah SWT segera mengabulkannya. Surah Al-Imran ayat 37:

ŲŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ‚ŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†Ų ŲˆŲ‘ŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ÛĸØ¨ŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŽØ§ØĒŲ‹Ø§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†Ų‹Ø§Û– ŲˆŲ‘ŲŽŲƒŲŽŲŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ø˛ŲŽŲƒŲŽØąŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ ۗ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¯ŲŽØŽŲŽŲ„ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ø˛ŲŽŲƒŲŽØąŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­Ų’ØąŲŽØ§Ø¨ŲŽÛ™ ŲˆŲŽØŦŲŽØ¯ŲŽ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØąŲØ˛Ų’Ų‚Ų‹Ø§ ۚ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲ°Ų…ŲŽØąŲ’ŲŠŲŽŲ…Ų Ø§ŲŽŲ†Ų‘Ų°Ų‰ Ų„ŲŽŲƒŲ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ۗ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽØĒŲ’ Ų‡ŲŲˆŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŲ†Ų’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ۗ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲ Ø¨ŲØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø­ŲØŗŲŽØ§Ø¨Ų ŲŖŲ§

Artinya: "Dia (Allah) menerimanya (Maryam) dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemui di mihrabnya, dia mendapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan."

4. Kisah Maryam Ibu Nabi Isa AS

Allah SWT mengkisahkan Siti Maryam sebagai wanita yang beriman dan taat kepadanya. Surah Al-imran ayat 42 - 43:

ŲˆŲŽØ§ŲØ°Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽØŠŲ ŲŠŲ°Ų…ŲŽØąŲ’ŲŠŲŽŲ…Ų Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ اØĩŲ’ØˇŲŽŲŲ°Ų‰ŲƒŲ ŲˆŲŽØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲŽØąŲŽŲƒŲ ŲˆŲŽØ§ØĩŲ’ØˇŲŽŲŲ°Ų‰ŲƒŲ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ų†ŲØŗŲŽØ§Û¤ØĄŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų¤Ųĸ

ŲŠŲ°Ų…ŲŽØąŲ’ŲŠŲŽŲ…Ų Ø§Ų‚Ų’Ų†ŲØĒŲŲŠŲ’ Ų„ŲØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØŦŲØ¯ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’ŲƒŲŽØšŲŲŠŲ’ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘Ų°ŲƒŲØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų¤ŲŖ

Artinya: "(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, "Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas seluruh perempuan di semesta alam (pada masa itu). Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."

Demikianlah kisah tentang ibu yang ada di dalam Al-Qur'an. Semoga menjadi pelajaran berharga untuk detikers.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads