Jemaah haji Indonesia mulai ramai memanfaatkan jasa kargo untuk mengirimkan oleh-oleh ke Tanah Air menjelang pergeseran dari Madinah ke Makkah. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko kelebihan bagasi saat kepulangan nanti.
Salah seorang jemaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Astuti mengaku telah membelanjakan sekitar Rp 9 juta untuk membeli berbagai buah tangan khas Arab Saudi, mulai dari tas, teko hingga gelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memilih mengirimkan barang-barang tersebut lebih awal bersama rekan-rekannya melalui jasa kargo agar tidak lagi direpotkan urusan belanja saat tiba di Makkah.
"Sengaja pilih kargo sekarang, supaya nanti di Makkah sudah tidak pikir belanja lagi, tapi fokus sepenuhnya untuk ibadah," ujar Astuti di Madinah, Selasa, (28/4/2026), dilansir Antara.
Hal serupa disampaikan jemaah lainnya, Megawati. Ia menilai pengiriman lebih awal menjadi strategi efektif agar waktu di Makkah bisa dimaksimalkan untuk beribadah di Masjidil Haram tanpa terganggu urusan logistik.
Menurutnya, banyak jemaah kini mulai sadar pentingnya mengatur waktu selama di Tanah Suci, sehingga aktivitas non-ibadah seperti berburu oleh-oleh di akhir masa tinggal bisa diminimalkan.
Selain itu, faktor kepraktisan juga menjadi alasan utama. Jemaah asal Bone, Muhamad Darwis, misalnya, memilih mengirimkan sekitar 10 kilogram barang berupa kurma dan pakaian khas Madinah melalui jasa ekspedisi.
"Saya lebih pilih kargo karena praktis dan saya percaya barang bisa sampai langsung ke rumah di Bone," kata Darwis.
Meningkatnya tren ini turut dirasakan penyedia layanan. Petugas Kargo Haji Pos Indonesia, Abdul Ghani, menyebut tahun ini merupakan tahun ketiga pihaknya menyediakan layanan kargo khusus haji.
Ia menjelaskan, layanan tersebut mencakup pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia dengan estimasi waktu tiba antara 7 hingga 14 hari.
"Kami melayani seluruh rute di Indonesia dengan estimasi waktu pengiriman antara 7 hingga 14 hari sampai ke alamat tujuan. Untuk tarifnya, rata-rata dipatok sebesar 23 riyal per kilogram," jelasnya.
Kehadiran layanan kargo ini diharapkan dapat membantu jemaah menjalani rangkaian ibadah haji dengan lebih nyaman, tanpa harus mengkhawatirkan urusan barang bawaan saat berpindah dari Madinah ke Makkah maupun saat kepulangan ke Indonesia.
(hnh/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat