Cara Titip Doa ke Orang yang Naik Haji, Ini Adabnya

Cara Titip Doa ke Orang yang Naik Haji, Ini Adabnya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 22 Apr 2026 07:15 WIB
Cara Titip Doa ke Orang yang Naik Haji, Ini Adabnya
Ka'bah Foto: Unsplash @hydngallery
Jakarta -

Cara titip doa ke orang yang naik haji sering menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama karena jemaah haji berada di tempat-tempat yang diyakini memiliki keutamaan dalam berdoa.

Hal ini membuat banyak orang berharap doa yang disampaikan melalui mereka dapat lebih mudah dikabulkan.

Dalam ajaran Islam, terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan ketika menitipkan doa kepada orang lain, termasuk kepada jemaah haji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ulama menjelaskan bahwa praktik ini diperbolehkan selama tetap menjaga niat dan tidak meyakini bahwa selain Allah yang mengabulkan doa.

Hukum Titip Doa ke Orang yang Naik Haji

Ketika melepas seseorang yang akan berangkat menunaikan ibadah haji, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan keselamatan serta kelancaran mereka dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, diperbolehkan juga untuk menitipkan doa kepada orang tersebut agar turut mendoakan kebaikan dan menyertakan kita dalam doa-doanya.

Praktik tersebut sejalan dengan riwayat yang menyebutkan bahwa ketika Umar bin Khattab berpamitan kepada Nabi Muhammad untuk melaksanakan umrah, beliau justru meminta agar didoakan dan diikutkan dalam setiap doa yang dipanjatkan.

عَن ابنِ عُمَرَ عَن عمَرَ أَنّهُ اسْتَأْذَنَ النبيّ صلى الله عليه وسلم في العُمْرَةِ فقالَ يَا أَخِي أشْرِكْنَا في دُعَائِكَ وَلاَ تَنْسَنَا".

Artinya: Dari Ibnu Umar dari Umar, sesungguhnya Umar minta izin kepada Nabi melakukan umrah, maka Nabi bersabda: Wahai saudaraku sertakan kami dalam doamu dan jangan lupa mendoakan kami. (HR Tirmidzi)

Adab Titip Doa ke Orang yang Naik Haji

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan bahwa meskipun menitipkan doa kepada jemaah haji diperbolehkan, tetap ada adab yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tidak memberatkan mereka.

Menitipkan doa sebaiknya dilakukan secara sederhana dan lisan, tanpa memberikan daftar doa yang terlalu panjang.

"Minta doa boleh, tapi jangan repotkan, doanya satu gembok begitu, tidak kebaca nanti bingung. Serahkan suruh doain gitu saja. Kalau suruh baca (kertas), tidak harus seperti itu, ngerepoti itu," terang Buya Yahya dalam cuplikan video di kanal youtube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip tayangan dalam channel tersebut.

Beliau juga mengingatkan bahwa jika satu orang saja menitipkan banyak doa, apalagi jika jumlahnya banyak orang, hal tersebut tentu akan menyulitkan jemaah haji dalam menjaga fokus ibadahnya.

Karena itu, cukup meminta didoakan secara umum, misalnya untuk keselamatan atau agar dimudahkan menyusul ke Tanah Suci.

Selain soal doa, beliau juga menyoroti kebiasaan meminta oleh-oleh atau menitip barang kepada jemaah haji.

Hal ini dinilai dapat merepotkan, terutama terkait keterbatasan bagasi. Permintaan yang terlihat kecil bisa menjadi beban jika dilakukan oleh banyak orang.

Lebih dari itu, kebiasaan tersebut juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan hingga mendorong jemaah untuk memberi alasan yang tidak jujur karena merasa terbebani.

Sebagai bentuk dukungan, justru dianjurkan untuk membantu atau memberi bekal kepada mereka, bukan meminta sesuatu.

"Jangan minta hadiah, minta doa, selesai. Kemudian Anda kasih duit. Kami ingin menghilangkan budaya gampang orang minta," tegas Buya.

Apabila jemaah haji memberikan hadiah atas inisiatif sendiri setelah kembali, maka hal itu boleh diterima. Namun, meminta atau memesan barang sejak awal tidak dianjurkan karena dapat mengganggu kekhusyukan ibadah mereka di Tanah Suci.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads