Kronologi Bus Jemaah Haji RI Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka-luka

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Kronologi Bus Jemaah Haji RI Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka-luka

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 29 Apr 2026 13:53 WIB
Kecelakan bus jemaah haji asal Probolinggo di Madinah
Kecelakan bus jemaah haji asal Probolinggo di Madinah, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi (WAS). Foto: Istimewa
Jakarta -

Insiden kecelakaan menimpa rombongan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dua bus yang mengangkut jemaah asal kloter SUB 2 (Probolinggo) dan JKS 1 terlibat tabrakan yang mengakibatkan 10 orang mengalami luka-luka.

Kabiro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Moh. Hasan Afandi, menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi (WAS). Peristiwa ini melibatkan bus yang dibawa oleh KBIU Nurul Haramain Probolinggo dan KBIU Al-Azhar.

"Kami perlu menyampaikan terkait insiden yang dialami oleh rombongan jemaah SUB 2 yang dibawa oleh KBIU Nurul Haramain Probolinggo dan jemaah JKS 1 yang dibawa oleh KBIU Al-Azhar," kata Hasan Afandi dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di YouTube Kemenhaj, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan membeberkan kronologi singkat kecelakaan tersebut. Menurut laporan yang diterima pihak kementerian, kecelakaan bermula saat bus SUB 2 tengah melaju di jalanan.

ADVERTISEMENT

"Kronologi yang kami terima, bus SUB 2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS 1," jelasnya.

Akibat tabrakan tersebut, sebanyak 10 orang dilaporkan luka-luka. Rinciannya, 7 jemaah berasal dari kloter JKS 1, 2 jemaah dari kloter SUB 2, dan 1 orang merupakan pengurus dari KBIU Nurul Haramain.

Hasan menambahkan, sebagian besar korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Namun, hingga saat ini masih ada satu orang jemaah yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Hingga saat ini masih ada 1 jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Al-Hayat, Madinah, atas nama Sri Sugihartini, 60 tahun, asal kloter SUB 2," pungkasnya.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan kondisi jemaah yang dirawat dan memastikan seluruh jemaah lainnya dalam kondisi aman untuk melanjutkan rangkaian ibadah.



(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads