Bolehkah Sholat Jenazah secara Daring atau dari Jarak Jauh?

Bolehkah Sholat Jenazah secara Daring atau dari Jarak Jauh?

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 17 Okt 2026 07:00 WIB
Urutan Doa Sholat Jenazah Takbir ke 1,2,3,4 Lengkap dengan Rukun dan Niatnya
Ilustrasi sholat jenazah. (Foto: Masjid Pogung Raya/Unsplash)
Jakarta -

Perkembangan teknologi semakin memudahkan interaksi manusia tanpa ada halangan jarak. Namun, begitu kemajuan ini digunakan dalam pelaksanaan ibadah, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan.

Dalam pengerjaan sholat berjemaah khususnya, bolehkah Sholat Jenazah secara daring atau dari jarak jauh?

Bolehkah Sholat Jenazah secara Daring?

Sholat jenazah yang dilakukan secara daring perlu memenuhi ketentuan sholat berjemaah, terutama mengenai hubungan antara imam dan makmum. Abu Aunillah Al-Baijury dalam buku Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah merinci enam syarat utama sholat berjemaah, di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Berniat mengikuti imam.
  • Mengetahui seluruh gerakan imam.
  • Tidak ada dinding yang menghalangi imam dan makmum, kecuali bagi makmum perempuan dalam satu area.
  • Tidak mendahului imam saat takbir.
  • Tidak mendahului atau tertinggal dari gerakan imam hingga dua rukun fi'liyah.
  • Jenis sholat makmum harus sesuai dengan imam.

Jika imam dan makmum berada di lokasi berbeda dan hanya terhubung melalui sinyal internet, syarat sholat berjemaah tidak terpenuhi. Makmum tidak berada di tempat yang sama dengan imam. Karena itu, sholat jenazah secara daring dinilai tidak sah jika merujuk pada ketentuan sholat berjemaah tersebut.

Bolehkah Sholat Jenazah Jarak Jauh?

Sholat Jenazah untuk orang yang meninggal di tempat jauh dapat dilakukan melalui Sholat Ghaib. Sebagaimana dijelaskan Ustadz Syaifurrahman El-Fati dalam buku Panduan Lengkap Ibadah Sehari-hari, Sholat Ghaib adalah Sholat Jenazah untuk mayit yang berada di tempat lain.

ADVERTISEMENT

Sholat Ghaib dapat dilakukan ketika keluarga atau kerabat meninggal di daerah yang jauh. Sholat ini juga dapat dilaksanakan meski kabar kematian baru diterima setelah beberapa waktu.

Tata cara Sholat Ghaib sama dengan Sholat Jenazah biasa, yakni empat kali takbir tanpa rukuk dan sujud. Perbedaannya terletak pada bacaan niat. Berikut bacaannya:

Lafal niat Sholat Ghaib mayit laki-laki:

أُصَلِّيْ عَلَى مَيِّتِ (فُلَانٍ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli 'ala mayyiti (Fulan) al-gha'ibi arba'a takbiratin fardhal kifayati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat sholat atas mayat (Fulan - sebutkan namanya) ghaib sebanyak 4 takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala."

Lafal niat Sholat Ghaib mayit perempuan:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli 'ala mayyitati (Fulanah) al-ghaibati arba'a takbiratin fardhal kifayâti lillahi ta'ala.

Artinya, "Saya menyalati jenazah 'Si Fulanah (sebutkan namanya)' yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifayah karena Allah ta'ala."

Lafal niat Sholat Ghaib dengan mayit yang banyak:

أُصَلِّي عَلَى جَمِيعِ مَوْتَى قَرْيَةِ كَذَا الْغَائِبِينَ الْمُسْلِمِينَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî 'alâ jamî'i mautâ qaryati kadzâl ghaibînal muslimîna arba'a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma'mûman lillâhi ta'âlâ.

Artinya, "Saya menyalati seluruh umat muslim yang jadi korban di desa '...' (sebutkan nama desanya) yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifayah karena Allah ta'ala."

Adapun syarat sah pada Sholat Ghaib sama seperti Sholat Jenazah. Imam Asy-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi'i menerangkan tentang syarat sah Sholat Jenazah:

  • Suci dari hadats kecil maupun hadas besar, serta suci dari najis.
  • Menutup aurat.
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Menghadap kiblat.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads