Perbedaan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib, Ini Penjelasan Lengkapnya

Perbedaan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib, Ini Penjelasan Lengkapnya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Minggu, 11 Okt 2026 15:00 WIB
Close Up Shot of Muslim People Tied Hands. One Persons Hand on Foreground is in Focus and the Others on Background is Out of Focus. Coffins also in front of the People. Islamic Ceremony for Dead People. Whorshippers Standing next to the Coffins and Pray.
Ilustrasi sholat jenazah. Foto: Getty Images/iStockphoto/OzanSatioglu
Jakarta -

Sholat Jenazah merupakan kewajiban yang berstatus hukum fardhu kifayah, yakni bila dikerjakan oleh sebagian muslim maka gugur kewajiban sebagian muslim yang lain. Ibadah ini menjadi wujud penghormatan terakhir sekaligus mendoakan orang yang telah berpulang.

Dalam praktiknya, Islam mengajarkan 2 bentuk ibadah yang berkaitan dengan jenazah, yakni Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib. Meskipun terlihat sama dari segi tujuannya, kedua sholat ini memiliki perbedaan. Lantas, apa saja perbedaan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib?

Perbedaan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib

Perbedaan paling mendasar dari Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib adalah kehadiran jasad yang akan disholatkan. Berikut penjelasan lengkapnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sholat Jenazah

Merujuk Buku Pintar Muslim dan Muslimah karya Rina Ulfatul Hasanah, Sholat Jenazah adalah sholat yang dilakukan terhadap muslim yang meninggal dunia. Sebelum melaksanakan Sholat Jenazah, hendaklah kondisi jenazah sudah dimandikan dan dikafani. Kemudian letakkan jenazah di depan orang yang akan meensholatkannya.

Adapun posisi jenazah dibaringkan dengan kepala berada di sebelah utara. Jika jenazahnya laki-laki, posisi imam berada menghadap ke kepala jenazah. Dan jika jenazahnya perempuan, posisi imam berada menghadap ke perut jenazah. Buatlah jamaah untuk Sholat Jenazah menjadi 3 shaf.

ADVERTISEMENT

Sholat Ghaib

Mengutip buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Muh. Hambali, Sholat Ghaib dilakukan ketika jenazah yang akan disholatkan tidak berada di tempat pelaksanaan sholat. Sementara itu, Rina Ulfatul Hasanah menjelaskan dalam buku Buku Pintar Muslim dan Muslimah bahwa Sholat Ghaib dapat dilakukan jika jenazah sudah dimakamkan.

Sholat Ghaib juga dapat dilakukan ketika jenazah berada jauh dari jamaah dan tidak berada di wilayah yang sama. Adapun buku Panduan Lengkap Ibadah Sehari-hari karya Ust. Syaifurrahman El-Fati menjelaskan bahwa Sholat Ghaib tetap sah meskipun kabar wafatnya jenazah baru diterima setelah berselang lama.

Pandangan Ulama Tentang Sholat Ghaib

Syariat untuk mengerjakan Sholat Ghaib berawal ketika Rasulullah SAW mensholatkan Raja An-Najasyi dari Habsyah yang wafat di negeri yang jauh. Mengutip buku Sempurnakan Shalat Fardhu dengan Shalat Sunah karya Khalifa Zain Nasrullah, para ulama menyimpulkan tiga pendapat fikih mengenai pelaksanaan Sholat Ghaib.

Menurut Imam Syafi'i dan Imam Ahmad, Sholat Ghaib disunnahkan bagi setiap muslim untuk jenazah muslim lain yang meninggal di tempat jauh, baik jenazah tersebut sudah disholatkan di tempat asalnya maupun belum.

Sementara itu, Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa Sholat Ghaib yang dilakukan Rasulullah SAW hanya berlaku khusus untuk Raja An-Najasyi. Karena itu, sholat tersebut tidak disyariatkan untuk jenazah lainnya.

Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa Sholat Ghaib disyariatkan bagi jenazah yang meninggal di tempat jauh dan belum disholatkan oleh siapa pun. Jika sudah ada yang melaksanakan Sholat Jenazah untuknya, kewajiban Sholat Ghaib tidak berlaku.

Tata Cara Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib

Baik rukun dan juga tata cara mengerjakan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib sejatinya sama, perbedaannya hanya terletak pada bacaan niatnya. Berikut tata cara mengerjakan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib yang dinukil dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari:

1. Membaca Niat

Niat Sholat Jenazah Laki-laki:

اُصَلِّى عَلَى هٰذَا الْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat atas mayat laki-laki ini 4 takbir fardhu kifayah (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Jenazah Perempuan:

اُصَلِّى عَلَى هٰذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat atas mayat perempuan ini 4 takbir fardhu kifayah (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Ghaib:

أُصَلِّيْ عَلَى مَيِّتِ (فُلَانٍ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli 'ala mayyiti (Fulan) al-gha'ibi arba'a takbiratin fardhal kifayati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat sholat atas mayat (Fulan - sebutkan namanya) ghaib sebanyak 4 takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala."

2. Takbir Pertama dan Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah takbiratul ihram dan bersedekap, lanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah secara khusyuk tanpa membaca surah pendek Al-Qur'an lainnya.

3. Takbir Kedua dan Membaca Sholawat Nabi

Angkat tangan sambil bertakbir kedua, kemudian membaca sholawat.

Bacaannya adalah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad."

4. Takbir Ketiga dan Membaca Doa Jenazah

Setelah takbir ketiga, bacalah doa permohonan ampunan dan rahmat bagi mayit.

Berikut bacaannya:

Jenazah laki-laki:

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Bacaan latin: Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia."

Jenazah perempuan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Bacaan latin: Allahhummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fuanha

Artinya: "Ya Allah ampunikah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia."

atau bisa membaca versi yang lebih lengkap,

Untuk Jenazah Laki-laki:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-maa'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi min al-khathaayaa kamaa naqqaitats-tsawbal-abyadha minad-danaas, wa abdilhu daaran khayran min daarihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannata, wa a'id-hu min 'adzabil-qabri wa 'adzabin-naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Untuk Jenazah Perempuan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahumma ighfir lahaa, warḥamhaa, wa 'afihaa, wa'fu 'anhaa. Wa akrim nuzulahaa, wa wassi' madkhalahaa, waghsilhaa bil-maa'i wats-tsalji wal-baradi. Wa naqqihaa minal-khaṭaayaa kamaa naqqaytats-tsawbal-abyadha minad-danas. Wa abdilhaa daaran khayran min daarihaa, wa ahlan khayran min ahlihaa, wa zawjan khayran min zawjihaa. Wa adkhilhal-jannata, wa a'idhhaa min 'adzabil-qabri wa 'adhabin-naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Doa Tambahan Jika Jenazah Masih Usia Anak-Anak:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

Allaahummaj'alhu lanaa farathan wa salafan wa ajran.

Artinya: "Ya Allah, jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala bagi kami."

5. Takbir Keempat dan Membaca Doa Penutup

Usai bertakbir keempat, lanjutkan membaca doa:

Untuk Jenazah Laki-laki:

اللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, wa laa taftinnaa ba'dahu, waghfirlanaa walahu.

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

Untuk Jenazah Perempuan:

اللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa, wa laa taftinnaa ba'dahaa, waghfirlanaa walahaa.

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

6. Salam

Sholat jenazah diakhiri dengan mengucapkan salam sempurna sambil memalingkan wajah ke arah kanan lalu ke arah kiri:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.

Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap atas kamu sekalian."



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads