Sholat Maghrib merupakan satu-satunya ibadah sholat fardhu yang memiliki rakaat ganjil. Sholat ini juga memiliki rentang waktu pengerjaan yang lebih pendek dibanding waktu sholat lainnya. Dengan masuknya waktu maghrib menjadi penanda bahwa hari mulai gelap dan menuju malam.
Agar pelaksanaan ibadah bisa dikerjakan dengan khusyuk dan bernilai pahala, hendaklah seorang muslim memerhatikan batasan waktu pengerjaannya. Lantas, bagaimana bacaan niat sholat maghrib sendiri dan berjamaah? Pelajari juga bacaan dzikir dan doa yang bisa diamalkan sesudah menunaikan Sholat Maghrib.
Bacaan Niat Sholat Maghrib
Niat dibaca dalam hati serta dilafalkan berbarengan dengan gerakan takbiratul ihram. Adapun bacaannya sebagai berikut:
Niat Sholat Maghrib Sendiri
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî fardhal maghribi tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Niat Sholat Maghrib Berjamaah sebagai Imam
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî fardhal maghribi tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an imâman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Maghrib Berjamaah sebagai Makmum
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî fardhal maghribi tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Mengutip buku Hidup bersama Rasulullah SAW karya Daeng Naja, waktu pengerjaan sholat maghrib adalah sejak hilangnya semua bulatan matahari di telan bumi hingga hilangnya syafaq (mega merah). Dianjurkan untuk menyegerakan pengerjaan Sholat Maghrib di awal waktu.
Sebagaimana hadits dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda, "Umatku senantiasa dalam kebaikan (atau fithroh) selama mereka tidak mengakhirkan waktu sholat maghrib hingga munculnya bintang (di langit)." (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Dzikir dan Doa Setelah Sholat Maghrib
Bacaan dzikir dan doa setelah Sholat Maghrib mengutip dari buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya Muhammad Habibillah, yaitu:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullâhal 'azhîm, alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûm, wa atûbu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar. Tiada Tuhan selain Dia, yang senantiasa hidup dan mengurus segala sesuatunya dengan sendiri-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya."
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa 'alâ kulli syai'in qadîr.
Artinya: "Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang mempunyai kekuasaan dan kerajaan yang memerintahkan, dan bagi-Nya segala puji yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allâhumma antas salâm wa minkas salâm wa ilaika ya'ûdus salâm fa hayyinâ rabbanâ bis salâm wa adkhilnal jannata dâras salâm tabârakta rabbanâ wa ta'âlaita yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu kesejahteraan itu dan kepada-Mu segala kesejahteraan itu akan kembali. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Dan masukkanlah kami ke dalam surga tempat kesejahteraan. Engkaulah yang kuasa untuk memberikan berkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
Kemudian membaca Surah Al-Fatihah, lalu kembali melanjutkan bacaan berikut:
وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Wa ilâhukum ilâhuw wâhid lâ ilâha illâ huwar rahmânur rahîm.
Artinya: "Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Lalu dilanjut dengan membaca ayat kursi, kemudian melanjutkan bacaan berikut"
اَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Allâhumma lâ mâni'a limâ a'thaita wa lâ mu'thiya limâ mana'ta wa lâ râdda limâ qadhaita wa lâ yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: "Ya Allah, tiada yang menghalangi segala yang Engkau berikan. Dan, tiada yang dapat memberikan segala yang Engkau larang. Dan, tiada yang dapat menolak segala yang Engkau putuskan. Dan, tiada manfaat bagi orang yang kaya di sisi Engkau segala kekayaannya."
Kemudian melanjutkan wirid dengan berzikir bacaan berikut masing-masing sebanyak 33 kali
Tasbih (33x): سُبْحَانَ اللهِ (Subhânallâh)
Tahmid (33x): اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (Alhamdulillâh)
Takbir (33x): اَللهُ أَكْبَرُ (Allâhu Akbar)
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Allâhu akbaru kabîraw wal hamdu lillâhi katsîraw wa subhânallâhi bukrataw wa ashîlâ, lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa 'alâ kulli syai'in qadîr. Wa lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil 'azhîm. Astaghfirullâhal 'azhîm.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan puji yang banyak. Tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Dzat yang menghidupkan dan mematikan. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi MahaMulia. Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
Doa Setelah Sholat Maghrib
Setelah wirid selesai, buku karya Muhammad Habibillah menguraikan bacaan doa penutup sebagai berikut:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
A'ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm. Bismillâhir rahmânir rahîm. Alhamdu lillâhi rabbil 'âlamîn. Hamdan yuwâfî ni'amahu wa yukâfi'u mazîdah. Yâ rabbanâ lakal hamdu kamâ yambaghî lijalâli wajhika wa 'azhîmi sulthânik. Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari segala godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-nikmat-Nya dan memadai dengan penambahan-Nya. Wahai Tuhan kami, hanya milik-Mu segala puji, sebagaimana pujian itu pantas bagi kemuliaan dan keagungan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya."
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Rabbanaghfir lanâ wa liwâlidiinâ, wa lijamî'il muslimîna wal muslimât, wal mu'minîna wal mu'minât, al-ahyâ'i minhum wal amwât, innaka 'alâ kulli syai'in qadîr. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil âkhirati hasanah, wa qinâ 'adzâban nâr. Subhâna rabbika rabbil 'izzati 'ammâ yashifûn, wa salâmun 'alal mursalîn, wal hamdu lillâhi rabbil 'âlamîn.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, serta bagi muslimin dan muslimah, serta mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah mati. Sesungguhnya, Engkaulah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jauhkanlah kami dari api neraka. Maha Suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala yang dikatakan orang-orang kafir.semoga kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam."
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَأَوْلَادَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الشَّرِّ وَأَهْلِ الضَّيْرِ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ
Allâhummaj'alnâ wa aulâdanâ, wa dzurriyyâtinâ min ahlil 'ilmi, wa ahlil khairi, wa lâ taj'alnâ min ahlisy syarri wa ahlidh dhair, waj'alnâ min 'ibâdikash shâlihîn, waj'alnâ minal maqbûlîn.
Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, jadikan kami dan anak-anak kami serta para istri kami termasuk golongan orang-orang ahli ilmu dan ahli kebajikan. Jangan jadikan kami termasuk golongan dari orang-orang yang ahli kejelekan dan ahli kemudharatan. Jadikanlah kami termasuk golongan hamba-Mu yang shalih, dan termasuk orang-orang yang selalu Engkau kabulkan segala doa kami."
اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَاقَنَا وَإِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ أَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma thawwil 'umûranâ, wa shahhih ajsâdanâ, wa nawwir qulûbanâ, wa tsabbit îmânanâ, wa ahsin a'mâlanâ, wa wassi' arzâqanâ, wa ilal khairi qarribnâ, wa 'anisy syarri ab'idnâ, waqdhi hawâ'ijanâ fiddîni waddunyâ wal âkhirati innaka 'alâ kulli syai'in qadîr.
Artinya: "Ya Allah, panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, sinarilah hati kami, teguhkanlah iman kami, baguskanlah amal perbuatan kami, lapangkanlah (luaskanlah) rezeki kami, dekatkanlah kami kepada kebaikan, jauhkanlah kami dari keburukan, dan penuhilah berbagai hajat kami, baik dalam agama, dunia, maupun akhirat. Sesungguhnya, Engkau berkuasa atas segala sesuatu."
اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْآخِرَةِ غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allâhummaftah lanâ abwâbal khairi, wa abwâbal barakati, wa abwâban ni'mati, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwati, wa abwâbash shihhati, wa abwâbas salâmati, wa abwâbal 'âfiyati, wa abwâbal jannati. Allâhumma 'âfinâ min kulli balâ'id dunyâ wa 'adzâbil âkhirati, washrif 'annâ bihaqqi qur'ânil 'azhîmi wa nabiyyikal karîmi syarrad dunyâ wa 'adzâbal âkhirati, ghafarallâhu lanâ wa lahum birahmatika yâ arhamar râhimîn.
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu-pintu kebaikan, pintu-pintu keberkahan, pintu-pintu nikmat, pintu-pintu rezeki, pintu-pintu kekuatan, pintu-pintu kesehatan, pintu-pintu keselamatan, pintu-pintu kebugaran, dan pintu-pintu surga. Ya Allah, selamatkanlah kami dari bencana dunia dan azab akhirat. Jauhkanlah kami dari kejahatan dan dunia serta azab akhirat berkat Al-Qur'an yang mulia dan nabi-Mu. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka, berkat rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara pengasih."
Simak Video "Menteri Agama: Indonesia Adalah Rumah Bersama"
(lus/lus)