Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Lengkap Berjamaah atau Sendiri

Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Lengkap Berjamaah atau Sendiri

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 06 Mei 2026 19:15 WIB
Muslim praying in Sujud posture
Ilustrasi muslim mengerjakan sholat lima waktu. Foto: Freepik/Freepik
Jakarta -

Bacaan niat sholat 5 waktu merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah sholat yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu ibadah karena berkaitan dengan tujuan dalam hati sebelum melaksanakan sholat.

Dalam praktiknya, niat sholat bisa dilakukan secara sendiri maupun berjamaah. Perbedaan kondisi tersebut membuat lafaz niat yang diucapkan juga memiliki variasi sesuai dengan jenis sholat dan posisinya sebagai imam atau makmum.

Bacaan Niat Sholat 5 Waktu

Dikutip dalam buku Tata Cara Shalat oleh Ajen Dianawati dan Ta'wiidul Liththolab oleh Siti Maslakhah, berikut bacaan sholat 5 waktu lengkap arab, latin, dan artinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Niat Sholat Subuh Berjamaah dan Sendiri

1. Niat Sholat Subuh Berjamaah (Makmum/Imam)

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

ADVERTISEMENT

Latin: Ushallī fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Shubuh Munfarid (Dikerjakan Sendiri)

أصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhash shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi

Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Shubuh dua raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Bacaan Niat Sholat Dzuhur Berjamaah dan Sendiri

1. Niat Sholat Dzuhur Berjamaah (Makmum/Imam)

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin:Ushallī fardhazh zhuhri arba'a raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Dzuhur Munfarid (Dikerjakan Sendiri)

أَصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhazh dzhuhri arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Dzuhur empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Bacaan Niat Sholat Ashar Berjamaah dan Sendiri

1. Niat Sholat Ashar Berjamaah (Makmum/Imam)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhal 'ashri arba'a raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Ashar Munfarid (Dikerjakan Sendiri)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat shalat fardhu 'Ashar empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Bacaan Niat Sholat Maghrib Berjamaah dan Sendiri

1. Niat Sholat Maghrib Berjamaah (Makmum/Imam)


أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhal maghribi tsholatsa raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Magrib Munfarid (Dikerjakan Sendiri)

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal maghribi tsalaata raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Bacaan Niat Sholat Isya Berjamaah dan Sendiri

1. Niat Sholat Isya Berjamaah (Makmum/Imam)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhal 'isyā'i arba'a raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Isya Munfarid (Dikerjakan Sendiri)

أَصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal 'isyaa-i arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala


Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Isya empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Tata Cara Sholat 5 Waktu

Ketika akan menunaikan sholat, seorang muslim harus melaksanakannya sesuai dengan urutan yang benar agar ibadahnya dinilai sah. Mengacu pada buku Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, berikut langkah-langkah sholat yang tepat mulai dari awal hingga salam.

1. Berwudhu

Sebelum melaksanakan sholat, seorang muslim wajib berwudhu untuk menyucikan diri dari hadas. Rasulullah SAW bersabda:

لا تُقْبَلُ صَلاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

Latin: La tuqbalu shalatun bighairi thuhurin wa laa shadaqatun min ghulul.

Artinya: "Tidak akan diterima sholat tanpa bersuci (wudu), dan tidak diterima sedekah dari harta yang haram." (HR Muslim)

2. Menghadap Kiblat

Saat hendak memulai sholat, seorang muslim harus menghadap kiblat, yaitu arah Ka'bah di Makkah. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ

Latin: Idzaa qumta ilash shalaati fa asbighil wudhu-a tsumma istaqbilil qiblah.

Artinya: "Apabila engkau hendak melaksanakan sholat, sempurnakanlah wudu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Membaca Niat Sholat

Setelah siap untuk sholat, bacalah niat di dalam hati sesuai dengan sholat yang akan dilaksanakan. Niat menjadi penanda bahwa ibadah tersebut ditujukan kepada Allah SWT.

4. Takbiratul Ihram

Sholat dimulai dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

Setelah itu kedua tangan disedekapkan di dada, dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan pandangan diarahkan ke tempat sujud.

5. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Latin: Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawati wal ardha hanifan musliman wa maa ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'aalamin. Laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketundukan dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan serta aku termasuk orang-orang muslim."

6. Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah doa iftitah, bacalah Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah.

7. Membaca Surah Pendek

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah pendek atau ayat Al-Qur'an pada rakaat pertama dan kedua.

8. Rukuk dan I'tidal dengan Tuma'ninah

Setelah membaca surah, lakukan rukuk dengan posisi badan membungkuk sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih.

Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya."

Setelah rukuk, bangkit untuk i'tidal sambil membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Latin: Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Kemudian membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbanaa lakal hamdu mil-as samaawaati wal ardhi wa mil-a maa syi'ta min syai'in ba'du.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

9. Sujud dengan Tuma'ninah

Setelah i'tidal, lakukan sujud dengan meletakkan dahi, telapak tangan, lutut, dan ujung kaki di lantai sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya."

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, duduk di antara dua sujud sambil membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

11. Tasyahud Awal

Pada sholat yang terdiri dari tiga atau empat rakaat, setelah rakaat kedua dilakukan duduk tasyahud awal.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ
السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Latin: Attahiyyatul mubarakatus shalawatut thayyibatulillah. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (HR Muslim)

12. Tasyahud Akhir

Pada rakaat terakhir dilakukan tasyahud akhir dan membaca shalawat Nabi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala aali Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa barakta 'ala Ibrahim wa 'ala aali Ibrahim innaka hamidum majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

13. Salam

Sholat diakhiri dengan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil membaca:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Latin: Assalamu'alaikum warahmatullah

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian."

Bacaan salam menjadi penanda bahwa rangkaian ibadah sholat telah usai dilaksanakan. Setelah mengucapkan salam, sholat dinyatakan selesai sesuai dengan jumlah rakaat yang telah dikerjakan.

Jumlah rakaat dalam sholat lima waktu pun berbeda-beda. Sholat Subuh terdiri dari dua rakaat, Dzuhur empat rakaat, Ashar empat rakaat, Maghrib tiga rakaat, dan Isya empat rakaat. Dengan memahami perbedaan jumlah rakaat ini, seorang muslim dapat menjalankan sholat lima waktu dengan tertib sesuai tuntunan dalam ajaran Islam.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads