Bacaan Sholat Lengkap dari Awal sampai Akhir Arab dan Artinya

Bacaan Sholat Lengkap dari Awal sampai Akhir Arab dan Artinya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 01 Sep 2026 17:45 WIB
Muslim man with keffiyeh with agal in praying position (salat) inside the mosque
Seorang muslim sedang menunaikan sholat. Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang
Jakarta -

Sholat merupakan rukun Islam kedua yang berkedudukan sebagai tiang agama. Sebagai ibadah ritual utama, setiap muslim diwajibkan untuk menunaikan sholat sesuai dengan tata cara dan bacaan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Perintah sholat tertuang dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّكِعِينَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku'lah bersama orang-orang yang rukuk."

Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits riwayat Malik bin Al-Huwairith RA, "Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat." (HR Bukhari)

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana bacaan sholat lengkap dari awal hingga akhir? Bagaimana tata cara dan urutan gerakan, serta hal-hal yang membatalkannya? Berikut selengkapnya.

Bacaan Sholat Lengkap dari Awal sampai Akhir Sesuai Urutan Gerakan

Mengutip kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al Asqalani, berikut adalah rincian bacaan sholat dari awal hingga akhir:

1. Niat

Sholat diawali dengan berniat di dalam hati sesuai sholat yang dikerjakan. Adapun bacaan niat sholat sebagai berikut:

Niat Sholat Subuh (2 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushalli fardhash-shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma'muman) lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Zuhur (4 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushalli fardhadz-dhuhri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma'muman) lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Asar (4 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushalli fardhal-'ashri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma'muman) lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Magrib (3 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushalli fardhal-maghribi thalatha raka'atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma'muman) lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Isya (4 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushalli fardhal-'isya-i arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma'muman) lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta'ala."

2. Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga seraya mengucapkan takbir:

اللهُ أَكْبَرُ

Arab-latin: Allahu Akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar."

Setelah itu kedua tangan disedekapkan di dada, dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan pandangan diarahkan ke tempat sujud.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah bersedekap, disunnahkan membaca doa iftitah:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab-latin: Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawati wal ardha hanifan musliman wa maa ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'aalamin. Laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketundukan dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan serta aku termasuk orang-orang muslim."

3. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Pendek

Membaca Surah Al-Fatihah merupakan rukun sholat. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca surah Al-Fatihah." (HR Bukhari,muslim, Tirmidzi, Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ - 5 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Arab-latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina anʼamta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalliin.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat." (QS Al-Fatihah: 1-7)

Kemudian, membaca surah pendek dalam Al-Qur'an pada rakaat pertama dan kedua.

4. Rukuk

Mengangkat kedua tangan seraya takbir, lalu membungkukkan badan hingga punggung rata, kedua tangan menyentuh kedua lutut, dan membaca tasbih rukuk (3 kali):

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Arab-latin: Subhana rabbiyal 'adzimi wa bihamdih.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya."

5. Iktidal

Bangkit dari rukuk seraya mengangkat kedua tangan dan membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Arab-latin: Sami'allahu liman hamidah.

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Kemudian ketika berdiri tegak dilanjutkan membaca doa Iktidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Arab-latin: Rabbana lakal hamdu mil'us-samawati wa mil'ul-ardhi wa mil'u ma syi'ta min syai-in ba'du.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

6. Sujud

Turun untuk bersujud dengan menempelkan hidung, dahi, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jemari kaki ke lantai, lalu membaca tasbih sujud (3 kali):

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Arab-latin: Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan dengan memuji-Nya."

7. Duduk di Antara Dua Sujud

Bangkit dari sujud pertama dan duduk iftirasy, melipat dan memasukkan kaki kiri serta menjadikannya tumpuan duduk, lalu membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Arab-latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, tinggikanlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

8. Tasyahud Awal

Pada sholat 3 atau 4 rakaat, lakukan duduk iftirasy setelah sujud kedua di rakaat kedua, dan membaca tasyahud awal:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Arab-latin: At-tahiyyatul mubarakatus-shalawatut-thayyibatu lillah. Assalamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasûlullah.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, sholawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

9. Tasyahud Akhir

Pada rakaat terakhir, duduk tawarruk (menyilangkan kaki kiri di bawah kaki kanan) dan membaca tasyahud akhir yang dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab-latin: At-tahiyyatul mubarakatus-shalawatut-thayyibatu lillah. Assalamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasûlullah.

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, fil 'alamina innaka hamidum majid.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, sholawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

10. Mengucapkan Salam

Menoleh ke arah kanan dan kiri hingga pipi kanan terlihat dari belakang seraya mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Arab-latin: Assalamu 'alaikum wa rahmatullah.

Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tercurah kepadamu."

Hal-hal yang Membatalkan Sholat

Mengacu sumber sebelumnya, terdapat beberapa hal yang dapat membatalkan keabsahan sholat dan mengharuskan seseorang untuk mengulangnya dari awal:

  1. Makan dengan sengaja
  2. Minum dengan sengaja
  3. Berbicara dengan sengaja dan bukan untuk kepentingan sholat
  4. Banyak bergerak dengan sengaja
  5. Sengaja meninggalkan rukun atau syarat sholat tanpa ada halangan
  6. Tersenyum dan tertawa terbahak-bahak dalam sholat



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads