Apa Bedanya Bacaan Sholat Muhammadiyah dan NU? Ini Penjelasannya

Apa Bedanya Bacaan Sholat Muhammadiyah dan NU? Ini Penjelasannya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Jumat, 02 Okt 2026 17:45 WIB
Ilustrasi Sholat
Ilustrasi Sholat. Foto: Freepik
Jakarta -

Dalam tradisi keberagamaan umat Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar yang menjadi rujukan utama masyarakat.

Meski sama-sama berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW, terdapat beberapa variasi bacaan dalam gerakan sholat sehari-hari yang umum diamalkan oleh warga kedua organisasi tersebut.

Warga NU umumnya merujuk pada amaliah mazhab Syafi'i, sementara warga Muhammadiyah mengacu pada ketetapan Majelis Tarjih yang menyeleksi dalil-dalil paling kuat menurut kaidah tarjih. Lantas, apa bedanya bacaan sholat Muhammadiyah dan NU?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bedanya Bacaan Sholat Muhammadiyah dan NU

Bacaan sholat Muhammadiyah dan NU memiliki beberapa perbedaan. Dalam artikel ini, bacaan sholat Muhammadiyah merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, sedangkan bacaan yang dicantumkan pada bagian NU merujuk pada Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

1. Bacaan Doa Iftitah

Setelah melakukan takbiratul ihram, umat Islam disunnahkan melafalkan doa iftitah sebelum membaca Surah Al-Fatihah.

ADVERTISEMENT

Versi Muhammadiyah:

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِاَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِاَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

Allaahumma baa'id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa 'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

Artinya : "Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan di antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun."

Versi Nahdlatul Ulama (NU):

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawati wal ardha hanifan musliman wa maa ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'aalamin. Laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketundukan dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan serta aku termasuk orang-orang muslim."

2. Bacaan Saat Rukuk

Ketika membungkuk untuk rukuk dan berada dalam posisi tuma'ninah, terdapat bacaan tasbih atau doa yang dibaca.

Versi Muhammadiyah:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: "Maha suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, ya Allah, aku memohon ampun."

Versi Nahdlatul Ulama (NU):

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal 'adzimi wa bihamdih.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya."

3. Bacaan Doa Saat I'tidal

Saat bangkit tegak dari rukuk menuju posisi i'tidal, terdapat bacaan tahmid dan pujian kepada Allah SWT.

Versi Muhammadiyah:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَم

Sami'a Allohu liman hamidah. Robbanaa walakalhamdu

Artinya: "Allah mendengar pujian dari orang yang memuji-Nya, Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji."

Versi Nahdlatul Ulama (NU):

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbana lakal hamdu mil'us-samawati wa mil'ul-ardhi wa mil'u ma syi'ta min syai-in ba'du.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

4. Bacaan Saat Sujud

Pada saat meletakkan kening dan anggota sujud ke lantai dengan penuh kepasrahan, berikut lafal doa yang dibaca.

Versi Muhammadiyah:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: "Maha suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, ya Allah, aku memohon ampun."

Versi Nahdlatul Ulama (NU):

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan dengan memuji-Nya."

5. Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud

Saat duduk bersimpuh di antara dua kali sujud, umat Islam melafalkan doa permohonan ampunan, rahmat, dan rezeki.

Versi Muhammadiyah:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.

Artinya: "Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku, dan berilah rizki untukku."

Versi Nahdlatul Ulama (NU):

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, tinggikanlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

6. Bacaan Tasyahud

Gerakan duduk tasyahud menghadirkan bacaan penghormatan kepada Allah dan salam kepada Rasulullah SAW beserta hamba-hamba yang saleh.

Versi Muhammadiyah:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ . وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu 'alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu'alainaa wa'ala 'ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan 'abduhu warosuuluh.

Artinya: "Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah. Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya."

Versi Nahdlatul Ulama (NU):

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

At-tahiyyatul mubarakatus-shalawatut-thayyibatu lillah. Assalamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasûlullah.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, sholawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

7. Doa Tasyahud Awal dan Tasyahud Akhir

Dalam bacaan tasyahud Muhammadiyah, terdapat bacaan doa khusus yang lazim dibaca saat tasyahud awal maupun menjelang salam pada tasyahud akhir.

Doa Tasyahud Awal:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma innii dzolamtu nafsii dzulman katsiiro, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfirotan min 'indika warhamnii, innaka antal ghofuurur rohiim.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak. Tiada sesiapa yang dapat mengampunkan dosa-dosa melainkan Engkau, maka ampunilah bagiku dengan keampunan daripada-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang."

Doa Tasyahud Akhir:

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ, وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannam. Wamin 'adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal.

Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa jahannam dan siksa kubur, begitu juga dari fitnah hidup dan mati, serta dari jahatnya fitnah dajjal (pengembara yang dusta)."



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads