Sebagai bentuk kemudahan (rukhshah) dalam syariat Islam, seorang muslim yang sedang bepergian jauh atau menghadapi situasi sulit diberikan keringanan untuk menggabungkan dua sholat fardhu dalam satu waktu melalui sholat jamak. Waktu pengerjaan sholat jamak terbagi dua, jamak taqdim dan jamak takhir.
Jamak takhir berarti menarik atau mengundurkan sholat yang waktunya lebih awal untuk dikerjakan bersamaan pada waktu sholat yang kedua. Salah satu kombinasi yang kerap dikerjakan adalah sholat jamak takhir Maghrib dan Isya.
Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya
Mengutip buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap karya Abdul Kadir Nuhuyanan, total jumlah rakaat sholat jamak takhir Maghrib dan Isya adalah tujuh rakaat. Keduanya dikerjakan pada waktu Isya dengan tetap mempertahankan jumlah rakaat aslinya, yaitu tiga rakaat untuk sholat Maghrib dan empat rakaat untuk sholat Isya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut urutan pelaksanaan sholat jamak takhir Maghrib dan Isya secara tertib:
1. Melafalkan Niat Sholat Maghrib Jamak Takhir
Berdiri menghadap kiblat dan berniat mengerjakan sholat Maghrib yang diundurkan ke waktu Isya:
اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأخِيْرٍ للهِ تََعَالَى
Ushollii fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatin majmuu'an bil 'isyaa'i jam'a ta-khiirin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat digabung dengan Isya, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
2. Mengerjakan Sholat Maghrib
Laksanakan sholat Maghrib sebanyak tiga rakaat seperti biasa hingga tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.
3. Berdiri Kembali untuk Sholat Isya
Segera bangkit berdiri tanpa diselingi percakapan duniawi atau aktivitas lain yang lama, lalu melafalkan niat sholat Isya.
اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأخِيْرٍ للهِ تََعَالَى
Ushollii fardhol 'isyaa'i arba'a raka'aatin majmuu'an bilmagribi jam'a ta-khiirin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Isya 4 rakaat digabung dengan Maghrib, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala"
Apabila dikerjakan sekaligus dengan meringkas rakaat (qashar), lafal niatnya adalah:
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى المَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī fardhal-'isyā'i rak'ataini qasran majmû'an ilal-maghribi jam'a ta'khîrin lillāhi ta'ālā
Artinya: "Saya niat shalat fardhu Isya dua raka'at qashar digabung dengan Maghrib, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala"
4. Mengerjakan Sholat Isya
Laksanakan sholat Isya sampai selesai dan ditutup dengan salam.
Syarat Sah Sholat Jamak Takhir
Merujuk buku Pintar Beribadah dalam Perjalanan karya Mahima Diahloka, keabsahan jamak takhir bergantung pada dua syarat pokok:
Niat Mengakhirkan Sholat pada Waktu Pertama
Niat jamak takhir harus sudah terbesit di dalam hati pada saat waktu sholat pertama masih berlangsung (waktu Maghrib), dengan tekad hendak mengerjakannya nanti di waktu sholat kedua (waktu Isya).
Berurutan
Pelaksanaan antara kedua sholat wajib berkesinambungan tanpa diselingi oleh perbuatan atau ucapan lain, kecuali sekadar jeda ringan seperti duduk sejenak, iqamah, atau kebutuhan yang sangat mendesak.
Dalam kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa syarat pelaksanaan sholat jamak karena adanya beberapa uzur syar'i, seperti:
Perjalanan Jauh (Safar): Seseorang yang sedang menempuh perjalanan yang mubah dan memenuhi batas jarak safar.
Hujan, Angin Kencang, dan Cuaca Ekstrem: Kondisi cuaca yang memberatkan atau menyulitkan seorang muslim untuk mendatangi sholat pada waktunya.
Kondisi Sakit: Keadaan sakit yang membuat seseorang sangat kepayahan apabila harus mendirikan setiap sholat tepat pada masing-masing waktunya.
Adanya Hajat Mendesak: Sayyid Sabiq menegaskan bahwa sholat jamak juga diperbolehkan ketika seseorang menghadapi urusan atau kebutuhan yang sangat mendesak, asalkan hal tersebut tidak dijadikan kebiasaan rutin sehari-hari.
(lus/lus)
