Google Maps Ungkap Potret Kehancuran Gaza dalam Kurun Waktu 3 Tahun

Google Maps Ungkap Potret Kehancuran Gaza dalam Kurun Waktu 3 Tahun

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 08 Okt 2026 11:05 WIB
Citra satelit Gaza
Citra satelit Google Gaza Foto: Dok. Google
Jakarta -

Google Maps memperlihatkan skala kehancuran di Gaza setelah hampir tiga tahun perang. Rumah, tempat usaha, tempat ibadah, hingga berbagai fasilitas umum terlihat mengalami kerusakan parah.

Dilansir dari The Guardian, citra tersebut diambil pada Juni 2026 dan menunjukkan kondisi sejumlah wilayah Gaza yang terdampak konflik sejak tahun 2023. Kerusakan terlihat semakin luas dibandingkan periode sebelumnya, termasuk di kawasan permukiman dan sejumlah wilayah yang menjadi sasaran serangan berulang.

Pembaruan citra itu juga memperlihatkan kondisi kemanusiaan yang masih berat. Jutaan warga Gaza harus bertahan di tengah keterbatasan tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamp Tenda Memenuhi Pesisir Gaza

Dalam citra terbaru tersebut dapat dilihat deretan kamp tenda yang membentang di sepanjang garis pantai Gaza. Sebagian tenda bahkan didirikan hanya beberapa meter dari laut.

ADVERTISEMENT

Pelabuhan utama Gaza yang sebelumnya menjadi tempat aktivitas nelayan kini mengalami kerusakan parah. Tidak lagi terlihat aktivitas kapal nelayan seperti sebelum perang. Kawasan di sekitar pelabuhan juga dipenuhi hunian darurat.

Kondisi serupa juga tampak di sejumlah wilayah utara Gaza, termasuk Beit Hanoun. Citra memperlihatkan hamparan kerusakan pada bangunan dan kawasan permukiman.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah dan infrastruktur sipil. Sejumlah tempat ibadah juga terdampak perang.

Salah satunya Masjid Istiqlal di Khan Younis yang terlihat mengalami kehancuran dalam citra tersebut.

Kawasan permukiman seperti Jabaliya dan Shuja'iya di Kota Gaza juga memperlihatkan kerusakan yang sangat luas. Kedua wilayah tersebut diketahui berulang kali menjadi sasaran serangan selama konflik.

Kota Rafah terlihat mengalami kehancuran dalam skala besar. Sementara itu, kawasan Tel al-Sultan disebut telah mengalami kerusakan hampir menyeluruh..

Lebih dari 2,1 Juta Warga Gaza Mengungsi

Di tengah kehancuran tersebut, lebih dari 2,1 juta warga Gaza kini tinggal di tenda dan tempat penampungan sementara.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, memperkirakan sekitar 82% bangunan di Gaza atau sekitar 200.000 unit mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiganya disebut hancur total.

Penilaian terbaru PBB juga memperkirakan jumlah bangunan yang hancur di seluruh Gaza meningkat sekitar 9% sejak deklarasi gencatan senjata pada Oktober 2025.

Besarnya kehancuran turut menghasilkan persoalan lain yang tidak kalah berat, yakni penanganan jutaan ton puing bangunan.

"Estimasi total volume puing di Gaza mencapai 61 juta ton. Jumlah ini kira-kira 20 kali lipat dari volume puing yang dihasilkan dalam seluruh perang di dunia selama 18 tahun terakhir," ujar Jaco Cilliers, perwakilan khusus Program Pembangunan PBB (UNDP) di Palestina, kepada The Guardian.

Puluhan Ribu Warga Palestina Tewas

Perang Gaza telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 74.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak perang dimulai, dengan sebagian besar korban merupakan warga sipil.

Konflik tersebut bermula setelah serangan mendadak Hamas ke Israel pada Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, sekitar 1.200 orang di Israel tewas, sebagian besar merupakan warga sipil, sementara 251 orang lainnya disandera.



(dvs/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads