Surat Yusuf sering diamalkan oleh ibu hamil dengan harapan anak yang dikandungnya memiliki akhlak mulia serta paras rupawan. Banyak yang menyebut Surat Yusuf bermanfaat bagi janin yang dikandung.
Yusuf sendiri adalah surat ke-12 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 111 ayat. Penamaan Surat Yusuf karena di dalamnya menceritakan riwayat hidup Nabi Yusuf AS sebagaimana diterangkan dalam buku Doa Dzikir untuk Ibu Hamil karya Ustaz K Akbar Salman.
Islam sendiri sangat memuliakan wanita hamil. Dalam sebuah hadits, wanita hamil yang meninggal saat proses persalinan bahkan disebut sebagai syahid. Rasulullah SAW bersabdda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mati syahid itu ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang fisabilillah, yaitu: mati karena penyakit tha'un, mati karena tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, dan wanita yang mati karena hamil atau karena melahirkan." (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i dan Malik)
Cara Mengamalkan Surat Yusuf Saat Hamil
Dinukil dari buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam susunan Rizem Aizid, berikut cara membaca Surat Yusuf saat hamil.
- Bersuci dengan wudhu sebelum memegang Al-Qur'an untuk membaca Surat Yusuf
- Memperhatikan adab membaca Al-Qur'an, seperti memegang dengan tangan kanan dan tidak merusaknya
- Memilih tempat bersih dan suci, hindari tempat kotor dan buruk seperti kamar mandi, kuburan dan semacamnya
- Menghadap kiblat
- Membaca Surat Yusuf dengan tartil sambil diresapi makna dan arti dari setiap ayat yang dibaca
Waktu Dianjurkan Membaca Surat Yusuf Saat Hamil
Menurut buku Muslimah Selamat Dunia Akhirat karya Mahmud asy-Syafrowi, Surat Yusuf yang sering dibaca untuk ibu hamil yaitu ayat 1 sampai 16. Mengamalkannya dipercaya bisa memberi ketenangan dan kebaikan bagi janin.
Ibu hamil bisa membacanya setiap hari, utamanya ketika malam sebelum tidur sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar anak yang lahir memiliki sifat-sifat baik Nabi Yusuf AS. Surat Yusuf dapat dibaca ketika usia kehamilan memasuki 20 minggu ke atas, karena pada usia tersebut janin sudah bisa mendengar suara dari luar rahim sehingga ayat-ayat yang dibaca bisa diperdengarkan janin agar terbiasa mendengar bacaan Al-Qur'an.
Surat Yusuf Ayat 1-16 untuk Ibu Hamil
الٓر ۚ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۚ
Latinnya: Alif Lām Rā. Tilka āyātu al-kitābi al-mubīn(i).
1. Artinya: "Alif Lām Rā. Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang nyata (jelas petunjuknya)."
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Latinnya: Innā anzalnāhu qur'ānan 'arabiyyan la'allakum ta'qilūn(a).
2. Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Al-Qur'an berbahasa Arab agar kamu memahaminya."
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ
Latinnya: Naḥnu naquṣṣu 'alaika aḥsana al-qaṣaṣi bimā awḥaynā ilayka hāżā al-qur'ān(a), wa in kunta min qablihī lamina al-ghāfilīn(a).
3. Artinya: "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang-orang yang lalai."
اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ
Latinnya: Iż qāla yūsufu li-abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada 'asyara kaukabaw wa asy-syamsa wa al-qamara ra'aituhum lī sājidīn(a).
4. Artinya: "(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, 'Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; aku melihat mereka sujud kepadaku.'"
قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Latinnya: Qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru'yāka 'alā ikhwātika fa yakīdū laka kaidā(n), innas-syaiṭān(a) lil-insāni 'aduwwun mubīn(un).
5. Artinya: "Dia (Ya'qub) berkata, 'Wahai anakku, jangan ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, karena mereka akan membuat tipu daya terhadapmu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.'"
وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اٰلِ يَعْقُوْبَ كَمَآ اَتَمَّهَا عَلٰى اَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَ ۗ اِنَّ رَبَّكَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Latinnya: Wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu'allimuka min ta'wīli al-aḥādīṡi wa yutimmu ni'matahū 'alaika wa 'alā āli ya'qūba kamā atammahā 'alā abawaika min qablu ibrāhīma wa isḥāq(a), inna rabbaka 'alīmun ḥakīm(un).
6. Artinya: "Dan demikianlah, Tuhanmu memilihmu (untuk menjadi nabi), mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi, serta menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakannya kepada kedua kakekmu sebelumnya, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
لَقَدْ كَانَ فِيْ يُوْسُفَ وَاِخْوَتِهٖٓ اٰيٰتٌ لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ
Latinnya: Laqad kāna fī yūsufa wa ikhwatihī āyātul lis-sā'ilīn(a).
7. Artinya: "Sungguh, dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bertanya."
اِذْ قَالُوْا لَيُوْسُفُ وَاَخُوْهُ اَحَبُّ اِلٰٓى اَبِيْنَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ ۗاِنَّ اَبَانَا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Latinnya: Iż qālū layūsufu wa akhūhu aḥabbu ilā abīnā minnā wa naḥnu 'uṣbah(tun), inna abānā lafī ḍalālin mubīn(in).
8. Artinya: "(Ingatlah) ketika mereka (saudara-saudara Yusuf) berkata, 'Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita, padahal kita adalah satu kelompok yang kuat. Sesungguhnya ayah kita berada dalam kesesatan yang nyata.'"
اُقْتُلُوْا يُوْسُفَ اَوِ اطْرَحُوْهُ اَرْضًا يَّخْلُ لَكُمْ وَجْهُ اَبِيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا مِنْۢ بَعْدِهٖ قَوْمًا صٰلِحِيْنَ
Latinnya: Uqtulū yūsufa awiṭraḥūhu arḍay yakhlu lakum wajhu abīkum wa takūnū mim ba'dihī qauman ṣāliḥīn(a).
9. Artinya: "Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat yang jauh agar perhatian ayah kalian tertuju kepadamu saja, dan setelah itu (kalian dapat) menjadi orang-orang yang baik.'"
قَالَ قَآىِٕلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوْا يُوْسُفَ وَاَلْقُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
Latinnya: Qāla qā'ilum minhum lā taqtulū yūsufa wa alqūhu fī gayābati al-jubb(i) yaltaqiṭhu ba'ḍu as-sayyārati in kuntum fā'ilīn(a).
10. Artinya: "Salah seorang di antara mereka berkata, 'Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dalam sumur agar dia dipungut oleh beberapa musafir jika kamu hendak berbuat (sesuatu).'"
قَالُوْا يٰٓاَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلٰى يُوْسُفَ وَاِنَّا لَهٗ لَنٰصِحُوْنَ
Latinnya: Qālū yā abānā mā laka lā ta'mannā 'alā yūsufa wa innā lahū lanāṣiḥūn(a).
11. Artinya: "Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal kami benar-benar menginginkan kebaikan baginya?'"
اَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَّرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Latinnya: Arsilhu ma'anā gaday yarta' wa yal'ab wa innā lahū laḥāfiẓūn(a).
12. Artinya: "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya.'"
قَالَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْٓ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَخَافُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَنْتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَ
Latinnya: Qāla innī layaḥzununī an tażhabū bihī wa akhāfu ay ya'kulahūż-żi'bu wa antum 'anhu gāfilūn(a).
13. Artinya: "Dia (Ya'qub) berkata, 'Sesungguhnya aku merasa sedih kamu membawanya pergi, dan aku khawatir serigala akan memakannya sementara kamu lengah darinya.'"
قَالُوْا لَىِٕنْ اَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ اِنَّآ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ
Latinnya: Qālū la'in akalahuż-żi'bu wa naḥnu 'uṣbatun innā iżal lakhāsirūn(a).
14. Artinya: "Mereka berkata, 'Jika serigala memangsanya, padahal kami kelompok yang kuat, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi.'"
فَلَمَّا ذَهَبُوْا بِهٖ وَاَجْمَعُوْٓا اَنْ يَّجْعَلُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِاَمْرِهِمْ هٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
Latinnya: Falammā żahabū bihī wa ajma'ū ay yaj'alūhu fī gayābati al-jubb(i), wa auḥainā ilayhi latunabbi'annahum bi-amrihim hāżā wa hum lā yasy'urūn(a).
15. Artinya: "Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, 'Engkau kelak pasti akan memberitahukan kepada mereka tentang perbuatan mereka ini, sedangkan mereka tidak menyadari.'"
وَجَآءُوْٓ اَبَاهُمْ عِشَآءً يَّبْكُوْنَ
Latinnya: Wa jā'ū abāhum 'isyā'ay yabkūn(a).
16. Artinya: "(Kemudian) mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis."
Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Hamil
Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan ketika seseorang hamil.
1. Membaca dan Memahami Al-Qur'an
Membaca dan memahami kandungan Al-Qur'an akan memberikan latihan ruhaniah kepada sang bayi dengan memperdengarkan firman-firman Allah. Janin yang memasuki akhir masa kehamilan sudah bisa mendengar segala suara yang berada di luar perut, dengan begitu Surat tersebut memberi stimulasi efektif bagi pendengaran dan merangsang saraf otak.
2. Banyak Mengingat Allah SWT
Saat hamil seorang ibu akan mengalami rasa sakit, susah gerak hingga perasaan tidak stabil. Oleh karenanya kita harus selalu berdoa kepada Allah dan memohon kebaikan agar anak di dalam kandungannya dapat tumbuh saleh.
3. Memperbanyak Ibadah serta Amal Kebaikan
Ibadah yang dimaksud seperti berusaha mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, perbanyak amal saleh, bersedekah, hingga melakukan salat sunnah.
Mohd Zuhdi Ahmad Khasasi dalam bukunya yang berjudul Wanita Dambaan Syurga menjelaskan bahwa tidak ada dalil shahih secara khusus mengenai surat-surat tertentu yang dibaca ketika hamil seperti Surat Yusuf, Surat Maryam, Surat Al Fatihah dan lain-lainnya. Amalan tersebut adalah ijtihad para ulama berdasarkan dalil umum serta mengambil iktibar daripada kisah yang terdapat dalam surat.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak
1,7 Juta Muslim Italia Alami Diskriminasi, Sulit Membangun Masjid dan Pemakaman