Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) melaporkan peningkatan tajam pada insiden penyerangan masjid di Amerika Serikat sepanjang tiga bulan terakhir. Berdasarkan catatan CAIR, setidaknya ada 17 insiden menargetkan tempat ibadah Islam pada Mei-Juli 2026.
Angka itu meningkat tajam hingga 183 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan jumlah 6 insiden. Jumlah tersebut telah mencapai sekitar 51 persen dari total 33 insiden yang menyasar berbagai lembaga Islam selama 2025, ini mencakup masjid, pusat komunitas Islam hingga tempat ibadah muslim lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden itu termasuk serangan teroris terhadap masjid, ancaman kekerasan, pembakaran, tindakan intimidasi serta penentangan terhadap tempat ibadah Islam berdasarkan agama.
"Islamofobia tetap menjadi bentuk kebencian yang dapat diterima di AS. Tempat-tempat ibadah Amerika terlalu sering dilihat sebagai target fitnah politik murahan dan kekerasan," ujar Direktur Riset dan Advokasi CAIR, Corey Saylor, dilansir dari Anadolu, Rabu (29/7/2026).
"Merupakan kewajiban para pemimpin komunitas untuk memastikan tempat-tempat suci kita tetap menjadi tempat untuk berdoa, merenung, dan berkumpul. Kewaspadaan adalah bagian dari pencapaian hasil ini," sambungnya.
Menurut CAIR, para peneliti sedang memeriksa periode tiga bulan setelah insiden signifikan untuk menentukan apakah terjadi peningkatan. Pada konteks ini CAIR menyoroti serangan pada 18 Mei di Pusat Islam San Diego.
Dalam insiden itu, Amin Abdullah, Mansour Kaziha, dan Nadir Awad meregang nyawa saat berupaya melindungi anak-anak dari serangan seorang ekstremis supremasi kulit putih yang menargetkan fasilitas tersebut.
Kemudian pada Mei lalu, kantor CAIR di New Jersey menerima laporan dari empat masjid yang mengalami pelecehan terarah seperti panggilan telepon bernada ancaman, surat kebencian, bahkan intimaidasi fisik. Aparat penegak hukum setempat bahkan menginformasikan enam masjid lainnya mengalami tindakan serupa.
Seluruh data yang dimasukkan dalam laporan CAIR berasal dari informasi yang tersedia untuk publik, baik lewat pemberitaan media maupun unggahan media sosial. Merespons meningkatnya ancaman terhadap komunitas muslim, CAIR mengimbau para pengurus masjid dan pemimpin komunitas meningkatkan keamanan.
CAIR juga mengajak mereka mendaftarkan diri untuk memperoleh Panduan Praktik Terbaik untuk Keamanan Masjid dan Komunitas yang dijadwalkan dirilis bersama North American Islamic Trust pada akhir Agustus 2026.
