Insiden Penyerangan Masjid di AS Meningkat hingga 183 Persen

Insiden Penyerangan Masjid di AS Meningkat hingga 183 Persen

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 29 Jul 2026 17:45 WIB
A man brings flowers as San Diego Police officers block the access to the Islamic Center of San Diego following a shooting in southern California, on May 18, 2026. A shooting at the largest mosque complex in San Diego killed three people, with two suspected teenage gunmen later found dead in a car from self-inflicted gunshot wounds, police said. (Photo by Zo Meyers / AFP)
Polisi AS berjaga di sekitar kompleks masjid di San Diego, California, yang menjadi lokasi penembakan mematikan (Foto: AFP/ZOE MEYERS)
Jakarta -

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) melaporkan peningkatan tajam pada insiden penyerangan masjid di Amerika Serikat sepanjang tiga bulan terakhir. Berdasarkan catatan CAIR, setidaknya ada 17 insiden menargetkan tempat ibadah Islam pada Mei-Juli 2026.

Angka itu meningkat tajam hingga 183 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan jumlah 6 insiden. Jumlah tersebut telah mencapai sekitar 51 persen dari total 33 insiden yang menyasar berbagai lembaga Islam selama 2025, ini mencakup masjid, pusat komunitas Islam hingga tempat ibadah muslim lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden itu termasuk serangan teroris terhadap masjid, ancaman kekerasan, pembakaran, tindakan intimidasi serta penentangan terhadap tempat ibadah Islam berdasarkan agama.

"Islamofobia tetap menjadi bentuk kebencian yang dapat diterima di AS. Tempat-tempat ibadah Amerika terlalu sering dilihat sebagai target fitnah politik murahan dan kekerasan," ujar Direktur Riset dan Advokasi CAIR, Corey Saylor, dilansir dari Anadolu, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

"Merupakan kewajiban para pemimpin komunitas untuk memastikan tempat-tempat suci kita tetap menjadi tempat untuk berdoa, merenung, dan berkumpul. Kewaspadaan adalah bagian dari pencapaian hasil ini," sambungnya.

Menurut CAIR, para peneliti sedang memeriksa periode tiga bulan setelah insiden signifikan untuk menentukan apakah terjadi peningkatan. Pada konteks ini CAIR menyoroti serangan pada 18 Mei di Pusat Islam San Diego.

Dalam insiden itu, Amin Abdullah, Mansour Kaziha, dan Nadir Awad meregang nyawa saat berupaya melindungi anak-anak dari serangan seorang ekstremis supremasi kulit putih yang menargetkan fasilitas tersebut.

Kemudian pada Mei lalu, kantor CAIR di New Jersey menerima laporan dari empat masjid yang mengalami pelecehan terarah seperti panggilan telepon bernada ancaman, surat kebencian, bahkan intimaidasi fisik. Aparat penegak hukum setempat bahkan menginformasikan enam masjid lainnya mengalami tindakan serupa.

Seluruh data yang dimasukkan dalam laporan CAIR berasal dari informasi yang tersedia untuk publik, baik lewat pemberitaan media maupun unggahan media sosial. Merespons meningkatnya ancaman terhadap komunitas muslim, CAIR mengimbau para pengurus masjid dan pemimpin komunitas meningkatkan keamanan.

CAIR juga mengajak mereka mendaftarkan diri untuk memperoleh Panduan Praktik Terbaik untuk Keamanan Masjid dan Komunitas yang dijadwalkan dirilis bersama North American Islamic Trust pada akhir Agustus 2026.



(aeb/aeb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads