Israel Hancurkan Masjid dan Tenda Pengungsian di Gaza

Israel Hancurkan Masjid dan Tenda Pengungsian di Gaza

Kristina - detikHikmah
Rabu, 29 Jul 2026 14:00 WIB
GAZA CITY, GAZA - JULY 28: Smoke from an explosion can be seen after an Israeli attack on July 28, 2026 in Gaza City, Gaza. According to witnesses, one person was injured and homes damaged when an Israeli strike reportedly targeted the Al-Muttaqin Mosque, near the Yarmouk Stadium camp for displaced people in Gaza City. Israel has continued to bomb Gaza despite the US-brokered ceasefire deal, accusing Hamas of rearming and rebuilding its forces. (Photo by Ahmad Hasaballah/Getty Images)
Kepulan asap membumbung usai Israel melancarkan serangan udara di Gaza City pada Selasa, 28 Juli 2026. Foto: Getty Images/Ahmad Hasaballah
Jakarta -

Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza menargetkan sebuah masjid dan tenda-tenda yang menampung ratusan pengungsi Palestina. Satu warga dilaporkan tewas.

Dilansir Al Jazeera dan Reuters, serangan udara itu terjadi pada Selasa (28/7/2026). Pesawat tempur Israel terlihat menyerang Masjid Al-Muttaqin dekat gedung Young Men's Christian Association (YMCA) di Kota Gaza.

Dalam serangan terpisah, Israel juga menargetkan kamp pengungsi Nuseirat. Laporan Al Jazeera menurut para pejabat kesehatan, serangan itu menargetkan sekelompok warga Palestina di pasar yang ramai. Akibatnya, satu warga tewas dan 20 lainnya luka-luka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian serangan Israel saat ini fokus di Gaza tengah dan utara. Peringatan serangan yang diberikan sebelumnya terlalu singkat, membuat warga tak sempat mengambil tindakan pencegahan.

Anadolu turut melaporkan, serangan Israel menyebabkan kerusakan luas pada rumah-rumah dan properti sipil. Ratusan warga Palestina kehilangan tempat berlindung di tengah kehancuran yang meluas di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

"Tenda-tenda yang hancur itu sebelumnya menjadi tempat berlindung bagi keluarga-keluarga yang mengungsi setelah serangan Israel menghancurkan rumah-rumah mereka, memaksa mereka untuk hidup dalam kondisi sulit dengan akses terbatas terhadap kebutuhan dasar," sebut laporan itu.

Israel terus melakukan serangan harian di Gaza meski perjanjian gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Pemerintah Gaza dalam laporannya pada 2 Juli 2026 mencatat Israel menguasai lebih dari 80 persen wilayah Palestina dan menjatuhkan 223.000 ton bahan peledak sejak serangan pertama pada Oktober 2023.

Dalam tiga tahun ini, 1.047 masjid hancur total dan 210 lainnya rusak sebagian. Israel juga menargetkan tiga gereja, membunuh 312 imam masjid, penceramah, guru Al-Qur'an dan tokoh agama lainnya.

Tak hanya serangan militer di Gaza, serangan pemukim Israel juga dilaporkan berlanjut di Tepi Barat. Tempat ibadah dan permukiman warga menjadi target sasaran pembakaran.

Laporan kantor berita WAFA, pemukim Israel menyerang warga Palestina di Tepi Barat pada Selasa (28/7/2026) malam, menculik dua pemuda di Kota Beit Ula, dan membakar kendaraan warga di daerah Abu Nujaym.

Dalam insiden terpisah pada Minggu (26/7/2026), para pemukim Israel membakar dua masjid di Tepi Barat yang memicu kecaman luas.



(kri/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads