Ketika seorang muslim meninggal dunia, umat Islam lainnya dianjurkan untuk melaksanakan sholat jenazah sebagai doa bagi almarhum atau almarhumah. Berbeda dengan sholat wajib lima waktu, sholat jenazah tidak memiliki gerakan rukuk, sujud, maupun duduk di antara dua sujud. Sholat ini dilakukan dengan berdiri dan terdiri dari empat kali takbir.
Dalam buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap susunan Drs. Abdul Kadir Nuhuyanan et al., dijelaskan bahwa hukum melaksanakan sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban tersebut dibebankan kepada sekelompok orang. Apabila sudah ada yang melaksanakannya, maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lain. Namun, apabila tidak ada seorang pun yang menunaikannya, seluruhnya mendapatkan dosa.
Selain memahami hukumnya, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan sholat jenazah. Syarat tersebut sama halnya seperti sholat fardhu, yaitu suci dari hadats, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya sebagai kewajiban bagi umat Islam, sholat jenazah juga memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan tersebut dalam hadits berikut:
"Barang siapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barang siapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah SAW menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Sholat Jenazah 4 Takbir
Masih mengacu dari sumber sebelumnya, sholat jenazah dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
1. Membaca Niat Sholat Jenazah
Niat sholat jenazah dilakukan di dalam hati sesuai dengan jenis kelamin jenazah yang akan disholatkan.
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Laki-laki
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzal-mayyiti arba'a takbiratin (imaman/ma'muman) fardha kifayatin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat atas jenazah (laki-laki) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Perempuan
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzihil-mayyitati arba'a takbiratin (imaman/ma'muman) fardha kifayatin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat atas jenazah (perempuan) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
2. Takbir Pertama dan Membaca Al-Fatihah
Setelah membaca niat, lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan, kemudian membaca Surah Al-Fatihah.
1. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
bismillâhir-raḫmânir-raḫîm
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
al-ḫamdu lillâhi rabbil-'âlamîn
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
3. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
ar-raḫmânir-raḫîm
Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
4. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
mâliki yaumid-dîn
Artinya: Pemilik hari Pembalasan.
5. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în
Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
6. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
ihdinash-shirâthal-mustaqîm
Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
7. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ
shirâthalladzîna an'amta 'alaihim ghairil-maghdlûbi 'alaihim wa ladl-dlâllîn
Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
3. Takbir Kedua dan Membaca Sholawat
Setelah membaca Al-Fatihah, lakukan takbir kedua kemudian membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad."
4. Takbir Ketiga dan Membaca Doa untuk Jenazah
Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah.
Doa untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-maa'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi min al-khathaayaa kamaa naqqaitats-tsawbal-abyadha minad-danaas, wa abdilhu daaran khayran min daarihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannata, wa a'id-hu min 'adzabil-qabri wa 'adzabin-naar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."
Doa untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahumma ighfir lahaa, warḥamhaa, wa 'afihaa, wa'fu 'anhaa. Wa akrim nuzulahaa, wa wassi' madkhalahaa, waghsilhaa bil-maa'i wats-tsalji wal-baradi. Wa naqqihaa minal-khaṭaayaa kamaa naqqaytats-tsawbal-abyadha minad-danas. Wa abdilhaa daaran khayran min daarihaa, wa ahlan khayran min ahlihaa, wa zawjan khayran min zawjihaa. Wa adkhilhal-jannata, wa a'idhhaa min 'adzabil-qabri wa 'adhabin-naar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."
5. Takbir Keempat dan Membaca Doa
Setelah takbir keempat, membaca doa berikut:
Doa untuk jenazah laki-laki:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ
Latin: Allahumma la tahrimnaa ajrahu wa la taftinnaa ba'dahu waghfir lanaa wa lahu
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia."
Doa untuk jenazah perempuan:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Latin: Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa la taftinnaa ba'dahaa, waġhfir lana wa lahaa.
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia."
6. Mengucapkan Salam
Rangkaian sholat jenazah diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri.

Komentar Terbanyak
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat