Arab Saudi memulai proyek pembangunan Gerbang Raja Salman di Makkah. Proyek ini akan menggabungkan fasilitas hunian, perhotelan, pusat komersial hingga ruang budaya dalam satu kawasan yang terhubung langsung dengan Masjidil Haram.
Dilansir dari Arabian Business, mega proyek ini akan menyediakan sekitar 900.000 tempat salat di dalam dan luar ruangan. Luas lantai proyek Gerbang Raja Salman mencapai 12 juta meter persegi yang disiapkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan ibadah sekaligus target kerajaan menerima 30 juta jemaah haji dan umrah tiap tahunnya pada 2030 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek Gerbang Raja Salman itu dibangun di sisi utara perluasan ketiga Masjidil Haram dengan akses dan pemandangan langsung menuju kawasan Haram. Pada pengembangannya, kawasan ini mencakup sekitar 50.000 unit hunian, 16.000 kamar hotel, serta lebih dari 200.000 meter persegi area ritel. Ada juga fasilitas parkir yang bisa menampung hingga 30.000 kendaraan.
Selain itu, seluruh unit hunian dirancang berada dalam jarak berjalan kaki menuju Masjidil Haram. Hal ini bertujuan memudahkan mobilitas jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sektor perhotelan nantinya juga akan menghadirkan pilihan akomodasi mulai dari hotel bintang empat hingga bintang lima plus. Kawasan komersial serta restoran juga dipersiapkan untuk melayani kebutuhan penghuni, jemaah haji maupun jemaah umrah.
Selain memperluas kapasitas akomodasi, proyek Gerbang Raja Salman akan dilengkapi pusat transportasi terpadu yang menghubungkan kawasan Gerbang Raja Salman dengan berbagai wilayah di Makkah. Proyek tersebut juga mencakup pelestarian dan pengembangan sekitar 19.000 meter persegi kawasan warisan budaya yang nantinya diintegrasikan dengan jaringan transportasi publik menuju Masjidil Haram.
Konsep itu menggabungkan pengembangan transportasi, akomodasi, layanan komersial dan pelestarian kawasan bersejarah dalam satu sistem yang saling terhubung. Proyek Gerbang Raja Salman dirancang untuk melayani umat Islam dari seluruh dunia.
Pengembangan proyek itu mengikuti ketentuan Arab Saudi terkait kepemilikan properti bagi warga negara non-Saudi, sehingga kawasan ini bisa dimanfaatkan oleh muslim dari berbagai dunia sesuai regulasi yang berlaku.
Gerbang Raja Salman akan jadi salah satu pengembangan perkotaan aktif terbesar di Makkah, dengan fokus pada kapasitas tempat ibadah, fasilitas perhotelan, akses transportasi, dan restorasi warisan budaya di sekitar situs paling suci dalam Islam.
Rencana pembangunan mega proyek ini sebelumnya diumumkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al-Saud pada Oktober tahun lalu.

Komentar Terbanyak
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya