Rashdul Kiblat Terjadi Hari Ini, Momen Langka Matahari di Atas Ka'bah

Rashdul Kiblat Terjadi Hari Ini, Momen Langka Matahari di Atas Ka'bah

Kristina - detikHikmah
Rabu, 15 Jul 2026 11:00 WIB
Rashdul Kiblat berkaitan dengan fenomena matahari di atas Kabah. Peristiwa itu kembali terjadi pada 15-16 Juli 2023. Lantas, apa itu Rashdul Kiblat?
Rashdul Kiblat berkaitan dengan fenomena matahari di atas Ka'bah. Foto: CNN
Jakarta -

Fenomena astronomi langka tahunan akan terjadi hari ini. Posisi matahari akan berada tepat di atas Ka'bah, menjadi momentum bagi umat Islam kembali meluruskan arah kiblatnya.

Dalam ilmu falak, fenomena ini disebut Rashdul Kiblat (Rashdul Qiblat) atau Istiwa A'zam. Dijelaskan dalam buku Ilmu Falak 1: Hisab Arah Kiblat dan Waktu Shalat oleh Abd. Karim Faiz, Rashdul Kiblat maknanya sama dengan jalan ke kiblat. Sebab, pada waktu ini bayang-bayang benda yang mengenai suatu tempat akan menunjukkan arah kiblat.

Waktu Terjadinya Rashdul Kiblat

Rashdul Kiblat tahunan terjadi dua kali dalam setahun pada 27-28 Mei dan 15-16 Juli. Di Makkah, Rashdul Kiblat terjadi pada tengah hari atau waktu zuhur, tepatnya pukul 12.27 waktu Arab Saudi (WAS). Sementara itu, di Indonesia terjadi sore hari pada waktu asar atau selisih empat jam dari waktu Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, Rashdul Kiblat di Indonesia terjadi pukul 16.27 WIB/17.27 Wita. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI Adib dalam keterangannya mengatakan wilayah Indonesia timur (WIT) tidak mendapati peristiwa Rashdul Kiblat karena posisi matahari sudah terbenam.

Cara Cek Arah Kiblat

Kementerian Agama mengajak umat Islam Indonesia melakukan verifikasi arah kiblatnya saat Rasdhul Kiblat berlangsung. Muslim bisa melakukan kalibrasi mandiri dengan langkah-langkah sebagai berikut:

ADVERTISEMENT
  1. Tentukan lokasi (masjid, musala, rumah, dan lainnya) yang akan diluruskan arah kiblatnya.
  2. Siapkan tongkat lurus sepanjang 1-2 meter dan benang berbandul atau untingan lot. Siapkan juga jam yang sudah dicocokkan waktunya dengan waktu resmi BMKG, Telkom, atau layanan waktu terpercaya lainnya.
  3. Cari lokasi yang mendapatkan sinar matahari. Pastikan permukaan tanah lokasi tersebut datar agar arah bayangan tidak terdistorsi.
  4. Letakkan tongkat dengan tegak lurus dan tunggu sampai saat istiwa (waktu puncak) terjadi. Tepat pada pukul 16.27 WIB/17.27 Wita, tandai arah bayangan tongkat. Tarik garis searah dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat, itulah arah kiblat yang lurus.



(kri/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads