Apakah Puasa Zulhijah Harus 9 Hari Penuh dan Harus Berurutan?

Apakah Puasa Zulhijah Harus 9 Hari Penuh dan Harus Berurutan?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 21 Mei 2026 13:15 WIB
Middle Eastern Suhoor or Iftar meal
Ilustrasi puasa Zulhijah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Memasuki awal bulan Zulhijah, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya berpuasa sunnah. Anjuran puasa ini dapat dilakukan mulai tanggal 1 sampai 9 Zulhijah.

Namun, banyak umat Islam yang bertanya, apakah puasa Zulhijah harus dilakukan secara penuh selama 9 hari berurutan? Jika tidak mampu melakukan semuanya, apakah tetap mendapatkan pahala?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan hukum dan ketentuannya yang dirangkum detikHikmah berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Zulhijah Tidak Harus 9 Hari Berurutan

Dijelaskan dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah karya Abdul Wahid, puasa Zulhijah merupakan ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada awal bulan Zulhijah, yakni pada tanggal 1-9. Umat Islam diharamkan untuk berpuasa pada 10 Zulhijah karena merupakan Hari Raya Idul Adha.

Dalam pelaksanaannya, sering kali umat Islam merasa ragu, apakah puasa Zulhijah harus dilakukan 9 hari penuh secara berurutan?

ADVERTISEMENT

Jawabannya tidak. Puasa Zulhijah merupakan ibadah sunnah, umat Islam tidak diwajibkan untuk melakukan puasa Zulhijah sembilan hari penuh secara berurutan. Puasa Zulhijah bisa dilakukan pada hari-hari tertentu sesuai kemampuan masing-masing.

Tata Cara Puasa Zulhijah

Tata cara puasa Zulhijah sama dengan puasa lainnya. Puasa ini dilakukan sebanyak sembilan hari pada bulan Zulhijah.

Sama seperti puasa pada umumnya, hal-hal yang membatalkan puasa sunnah Zulhijah sama persis seperti hal-hal yang membatalkan puasa wajib. Perbedaan hanya terletak pada status hukum. Jika umat Islam melakukan puasa Zulhijah kemudian batal, maka tidak ada kewajiban untuk menggantinya di hari lain.

Bacaan Niat Puasa Zulhijah

Dikutip dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, berikut bacaan niat puasa sunnah bulan Zulhijah:

Niat Puasa Zulhijah Hari ke-1-7

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa bulan Zulhijah, sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa 8 Zulhijah (Puasa Tarwiyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa 9 Zulhijah (Puasa Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Zulhijah

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, keutamaan puasa 9 hari pertama bulan Zulhijah dijelaskan dalam sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah)."

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?"

Rasulullah SAW menjawab, "Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang-orang yang berangkat berjihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada seorang pun yang kembali." (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Puasa Arafah juga memiliki keutamaan diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

Wallahu a'lam.




(kri/kri)
Puasa Arafah

Puasa Arafah

18 konten
Puasa Arafah adalah salah satu amalan sunnah yang disyariatkan dalam Islam. Penyebutan Arafah sendiri dikarenakan bertepatan dengan berkumpulnya kaum muslim yang tengah menunaikan ibadah haji di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads