Niat Mandi Puasa Idul Adha Lengkap Tata Cara Sesuai Syariat

Niat Mandi Puasa Idul Adha Lengkap Tata Cara Sesuai Syariat

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 19 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi puasa Idul Adha. Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash
Jakarta -

Umat Islam akan segera bertemu dengan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Menyambut hari raya tersebut, muslim dianjurkan berpuasa sunnah khususnya pada hari Arafah atau 9 Zulhijah.

Biasanya umat Islam mandi keramas terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa. Untuk itu, berikut bacaan niat dan tata cara mandi puasa Idul Adha.

Dalil Mandi untuk Menghilangkan Hadas

Mandi dalam hal ini bertujuan untuk menghilangkan hadas besar. Puasa memang tidak mensyaratkan suci dari hadas, baik besar maupun kecil. Namun, bersuci wajib dilakukan saat akan masuk waktu salat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk bersuci, umat Islam yang berhadas besar harus mandi wajib. Dijelaskan dalam Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman, mandi wajib adalah mandi yang dilakukan ketika dalam keadaan hadas besar seperti junub.

Hakikat mandi pada dasarnya adalah membasuh seluruh badan dengan menggunakan air, yaitu mengenai rambut dan kulit. Sementara dalam thaharah (bersuci), mandi adalah mandi wajib yang dilakukan dengan mengalirkan air ke seluruh permukaan kulit tubuh dengan niat dan menghilangkan hadas besar.

ADVERTISEMENT

Perintah mandi wajib tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Maidah ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."

Niat Mandi Puasa Idul Adha

Dinukil dari Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi, berikut bacaan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas lengkap tulisan Arab, latin dan artinya:

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitul ghusla liraf'il hadastil akbari fardhan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib

Dikutip dari buku Fiqih susunan Udin Wahyudin dkk, tata cara mandi wajib berbeda dengan mandi pada umumnya. Dalam pelaksanaannya, mandi wajib memiliki tata cara tertentu.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوْءَهُ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ وَيَدْخُلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ ، حَتَّى إِذَا رَأَى أَنَّهُ قَدِ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ، ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ. (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: "Dari Aisyah RA, 'Sesungguhnya Nabi SAW apabila mandi wajib, maka beliau memulai dengan mencuci kedua tangan, lalu menuangkan air dengan tangan kanan hingga ke tangan kirinya dan mencuci kemaluannya. Kemudian berwudhu seperti halnya ketika hendak salat. Lalu mengambil air dan mengirimkannya kepada jari jemarinya ke dalam urat rambut hingga bila air terasa membasahi kulit, maka beliau meraupkan kedua telapak tangan lagi, lalu disiramkan ke atas kepalanya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau menuangkan atau menyiramkan air ke seluruh tubuhnya." (HR Bukhari dan Muslim)

Berikut tata cara mandi wajib berdasarkan hadits di atas:

  • Membaca niat
  • Membasuh kedua tangan hingga pergelangan tangan
  • Membasuh kemaluan dengan tangan kiri
  • Berwudhu seperti ketika akan salat
  • Memasukkan jari-jari dengan dibasahi air ke pangkal rambut
  • Menyiram kepala sebanyak tiga kali diteruskan mandi seperti biasa

Hal-hal yang Menyebabkan Mandi Wajib

Mengacu sumber sebelumnya, terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang harus mandi wajib. Berikut beberapa penyebab mandi wajib:

  • Hubungan suami istri, baik keluar mani maupun tidak
  • Ada mani yang keluar, baik karena mimpi maupun sebab lainnya
  • Orang yang meninggal dunia
  • Wanita haid
  • Wanita setelah melahirkan (nifas)

Puasa tidak termasuk hal yang mengharuskan seseorang mandi wajib. Namun, apabila berhadas dan sudah masuk waktu salat, sebaiknya menyegerakan mandi wajib. Dalam hal ini, mandi wajib dilakukan karena salat, bukan puasa.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads