Kedudukan Perempuan dalam Islam Menurut Al-Qur'an

Kedudukan Perempuan dalam Islam Menurut Al-Qur'an

Tia Kamilla - detikHikmah
Sabtu, 18 Apr 2026 11:00 WIB
Kedudukan Perempuan dalam Islam Menurut Al-Quran
Ilustrasi wanita muslim. Foto: Getty Images/Rifka Hayati
Jakarta -

Kedudukan perempuan dalam Islam dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur'an. Perempuan memiliki posisi yang mulia serta hak, peran, dan tanggung jawab dalam kehidupan.

Selain itu, Al-Qur'an juga menegaskan peran perempuan dalam kehidupan sosial. Lalu, bagaimana kedudukan perempuan dalam Islam menurut Al-Qur'an?

Kedudukan Perempuan Menurut Al-Quran

Kedudukan perempuan dalam Islam dijelaskan dalam Al-Qur'an melalui beberapa ayat. Mengutip buku Kedudukan Wanita dalam Islam karya Hafidz Muftisany, berikut ayat-ayatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Surah An Nisa Ayat 1

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Yā ayyuhan-nāsuttaqū rabbakumul-lażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa minhā zaujahā wa baṡṡa minhumā rijālan kaṡīraw wa nisā'ā(n), wattaqullāhal-lażī tasā'alūna bihī wal-arḥām(a), innallāha kāna 'alaikum raqībā(n).

ADVERTISEMENT

Artinya: "Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."

2. Surah Al Qiyamah Ayat 39

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ

Fa ja'ala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.

Artinya: "Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan."

3. Surah An Najm Ayat 45

وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۙ

Wa annahū khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.

Artinya: "Bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan."

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki sama-sama diciptakan oleh Allah SWT sebagai manusia. Keduanya menjadi pasangan hidup yang saling melengkapi dan saling membutuhkan.

Hal ini juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang mulia. Perempuan memiliki nilai, kehormatan, dan derajat yang tinggi, sama seperti laki-laki. Karena itu, perempuan tidak perlu merasa rendah diri atau harus bersaing dengan laki-laki.

Kedudukan Perempuan dalam Islam

Kedudukan perempuan dalam Islam dijelaskan oleh Qasim Amin, sebagaimana dikutip dari buku Produktivitas Ekonomi Perempuan dalam Kajian Islam dan Gender karya Khusniati Rofiah. Berikut penjelasannya.

  1. Perempuan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam beriman, beribadah, dan melakukan amal saleh, seperti salat, zakat, puasa, dan haji.
  2. Perempuan juga memiliki hak yang sama dalam mencari, memiliki, dan menggunakan harta.
  3. Dalam hal warisan, perempuan juga berhak menjadi ahli waris sesuai dengan aturan yang telah ditentukan dalam Islam.
  4. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  5. Perempuan juga memiliki hak untuk mengakhiri pernikahan jika ada alasan yang dibenarkan, seperti suami tidak memberi nafkah, berbuat zalim, sakit, atau sebab lainnya. Hal ini bisa dilakukan melalui cara seperti fasakh atau khulu'.
  6. Perempuan dan laki-laki adalah pasangan yang saling melengkapi. Hubungan keduanya adalah kerja sama, kebersamaan, dan saling membutuhkan.
  7. Perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pahala dari amal baik dan ibadah yang dilakukan.

Secara umum, hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki ada yang sama dan ada yang berbeda. Perbedaan ini disesuaikan dengan peran masing-masing dalam kehidupan.

Dalam keluarga, misalnya, suami menjadi kepala keluarga, sedangkan istri berperan mengatur rumah tangga.

Apakah Kedudukan Perempuan Sama dengan Laki-laki?

Dalam Islam, perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sama sebagai manusia. Hal ini dijelaskan dalam buku Al-Islam karya Said Hawwa, bahwa perempuan juga memiliki tugas dan kewajiban yang sama seperti laki-laki.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 35,

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

Innal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti wal-qānitīna wal-qānitāti waṣ-ṣādiqīna waṣ-ṣādiqāti waṣ-ṣābirīna waṣ-ṣābirāti wal-khāsyi'īna wal-khāsyi'āti wal-mutaṣaddiqīna wal-mutaṣaddiqāti waṣ-ṣā'imīna waṣ-ṣā'imāti wal-ḥāfiẓīna furūjahum wal-ḥāfiẓāti waż-żākirīnallāha kaṡīraw waż-żākirāti a'addallāhu lahum magfirataw wa ajran 'aẓīmā(n).

Artinya: "Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar."

Namun, ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki dari segi fisik dan peran. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT surah Ali Imran ayat 36,

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Falamma waḍa'athā qālat rabbi innī waḍa'tuhā unṡā, wallāhu a'lamu bimā waḍa'at, wa laisaż-żakaru kal-unṡā, wa innī sammaituhā maryama wa innī u'īżuhā bika wa żurriyyatahā minasy-syaiṭānir-rajīm(i).

Artinya: "Ketika melahirkannya, dia berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.' Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. 'Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.'"

Ayat ini menunjukkan bahwa meski kedudukannya sama sebagai manusia, perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan sesuai dengan kodrat masing-masing.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads