Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis? Ini Hukumnya

Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis? Ini Hukumnya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Minggu, 22 Mar 2026 20:00 WIB
African American Muslim woman enjoying while feeding her son during a meal at dining table.
Ilustrasi sahur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic
Jakarta -

Puasa Syawal sekaligus Senin Kamis sering menjadi pertanyaan di kalangan umat Islam setelah berakhirnya bulan Ramadan. Kedua amalan tersebut merupakan puasa sunnah yang memiliki keutamaan masing-masing dan sama-sama dianjurkan untuk dikerjakan.

Puasa Syawal dianjurkan untuk dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal setelah menunaikan puasa Ramadan. Keutamaan puasa ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم )

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: 'An Abi Ayyüb Al-Anşāriyyi radiyallahu 'anhu qala anna rasülallāhi sallallahu 'alaihi wa sallama qala man şāma ramadana summa atha'ahu sittan min syawwālin kāna kaşiyāmid-dahri (rawāhu Muslim)

Artinya: Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa puasa dalam bulan Ramadan, kemudian ia mengikutinya dengan puasa pula enam hari dalam bulan Syawal, adalah seperti puasa sepanjang masa." (HR. Muslim)

ADVERTISEMENT

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis. Anjuran ini didasarkan pada kebiasaan Rasulullah SAW yang sering berpuasa pada dua hari tersebut.

أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الْإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Latin: Anna Aisyah qalat inna rasülallahi şallallahu 'alaihi wa sallama kana yataharra shiyamal itsnaini wal khamis.

Artinya: Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW memilih waktu puasa hari Senin dan hari Kamis. (HR. An-Nasa'i)

Lalu, bagaimana hukumnya jika puasa Syawal digabungkan dengan puasa Senin Kamis?

Hukum Puasa Syawal Sekaligus Puasa Senin Kamis

Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu (edisi Indonesia) yang diterbitkan oleh Gema Insani menjelaskan bahwa menggabungkan dua niat ibadah yang sama-sama bersifat sunnah diperbolehkan dalam Islam. Hal ini juga berlaku pada pelaksanaan puasa Syawal yang digabungkan dengan puasa Senin Kamis.

Pendapat tersebut sejalan dengan pandangan ulama dari mazhab Syafi'iyyah yang menyatakan bahwa dua puasa sunnah dapat diniatkan sekaligus dan dikerjakan pada hari yang sama. Dengan demikian, seseorang dapat memperoleh keutamaan dari kedua ibadah tersebut.

Melansir dari laman Kementerian Agama RI, hukum menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis dinilai sah dan diperbolehkan.

Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I'anatut Thalibin juga menjelaskan bahwa orang yang menggabungkan dua niat puasa sunnah akan tetap mendapatkan pahala dari keduanya.

Keadaan ini dianalogikan seperti seseorang yang bersedekah kepada keluarganya dengan dua niat sekaligus, yaitu bersedekah dan menjalin silaturahmi.

Niat Puasa Senin Kamis dan Puasa Syawal

Adapun bacaan niat puasa Senin Kamis dan Puasa Syawal dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, yaitu sebagai berikut.

1. Niat Puasa Senin

Berikut ini niat puasa Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumil-isnaini sunnatal lillahi ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa besok pada hari Senin sunnah karena Allah ta'ala.

2. Niat Puasa Kamis

Berikut ini niat puasa Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu şauma gadin fi yaumil-khamisi sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: Saya niat puasa besok pada hari Kamis sunnah karena Allah ta'ala.

3. Niat Puasa Syawal

Adapun bacaan niat puasa Syawal yaitu sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي شَهْرِ الشَّوَالِ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma gadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillāhi ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa besok pada bulan Syawal sunnah karena Allah ta'ala.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads