Malam ke-27 Ramadan sering dikaitkan dengan waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Banyak umat Islam menantikan waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah seperti berzikir, berdoa, dan beriktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Lailatul Qadar adalah malam yang paling mulia di bulan Ramadan. Menurut hadits, Rasulullah SAW menganjurkan mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, salah satunya malam ke-27.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalil dan Keistimewaan Malam 27 Ramadan
Dijelaskan dalam buku 10 Malam Akhir Ramadan karya Shabri Shaleh Anwar, Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Dalam riwayat Aisyah RA dikatakan:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah bersabda, 'Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.'"
Meskipun semua malam ganjil memiliki keutamaan, mayoritas ulama menilai malam ke-27 Ramadan diyakini paling kuat sebagai Lailatul Qadar. Riwayat dari Ibnu Umar RA menyebutkan:
"Siapa saja yang berupaya untuk mendapat malam Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke-27." (HR Ahmad)
Selain itu, terdapat pula hadits dari Ubay bin Ka'ab yang menyatakan:
"Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya Lailatul Qadar itu berada dalam bulan Ramadan. Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui malam ke berapakah dia? Dia adalah malam yang kita diperintahkan untuk menghidupkannya, yaitu malam ke-27. Tandanya, matahari pada pagi harinya tampak putih tidak bersinar." (HR Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi, hasan-shahih)
Walaupun banyak dalil dan riwayat menunjukkan malam ke-27 memiliki keutamaan, waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah SWT.
Dijelaskan dalam buku Panduan Ibadah Doa dan Zikir Harian Terlengkap karya H. Ahmad Zacky, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak iktikaf di masjid pada malam-malam ganjil, termasuk malam ke-27 Ramadan. Bahkan, ketika memasuki sepuluh malam terakhir, beliau membangunkan keluarganya untuk meningkatkan ibadah.
Kapan Malam 27 Ramadan 2026?
Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat setelah pengamatan hilal.
Jika dihitung dari tanggal itu, malam ke-27 Ramadan 1447 H jatuh pada Senin, 16 Maret 2026 malam, mulai setelah Magrib hingga menjelang Subuh Selasa, 17 Maret 2026.
Jadwal Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026
Berdasarkan sejumlah hadits, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Perkiraan waktunya pada 2026 adalah sebagai berikut:
- Malam ke-21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam
- Malam ke-23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam
- Malam ke-25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
- Malam ke-27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam
- Malam ke-29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Namun, tidak ada yang mengetahui pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan iktikaf di semua malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan.
Amalan Malam 27 Ramadan untuk Meraih Lailatul Qadar
Rasulullah SAW bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِنْزَرَ. (متفق عليه)
Artinya: Diriwayatkan dari Aisyah RA, "Apabila tiba sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, Rasulullah SAW menghidupkan ibadah malam. Beliau membangunkan istrinya. Beliau amat bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Berikut adalah beberapa amalan malam 27 Ramadan yang bisa umat Islam lakukan.
1. Iktikaf di Masjid
Iktikaf adalah berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah. Rasulullah SAW rutin melakukannya pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bahkan dua puluh hari pada tahun terakhir beliau. Saat iktikaf, dianjurkan memperbanyak Al-Qur'an dan zikir.
2. Memperbanyak Berdoa
Pada malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa untuk diri sendiri dan umat Islam. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA adalah:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun, suka mengampuni. Ampunilah dosaku."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre