Setiap manusia akan mengalami sakaratul maut, sebuah fase menjelang terpisahnya roh dan jasad sebelum meninggal dunia. Saat kondisi ini berlangsung, Rasulullah SAW menganjurkan talqin dengan kalimat tauhid.
Dalil datangnya sakaratul maut disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Qaf ayat 19. Allah SWT berfirman,
وَجَاۤءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۗذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ ١٩
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "(Seketika itu) datanglah sakratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak engkau hindari."
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, sakaratul maut akan membuka tabir hingga tampaklah kenyataan yang sebenarnya dan muncul keyakinan akan hari kebangkitan.
Banyak riwayat yang menggambarkan betapa dahsyatnya sakaratul maut. Namun, tak sedikit dinilai dhaif. Salah satunya riwayat dari Syahr bin Hausyab, dia berkata Rasulullah SAW pernah ditanya tentang maut dan kedahsyatannya. Beliau menjawab, "Sesungguhnya maut yang paling ringan ialah seperti rumput berduri yang ada dalam wol. Dapatkan rumput itu keluar dari wol tanpa menyangkut bulu-bulu wol?" (HR Ibnu Abi Ad-Dundya dalam kitab Dzikr Al-Maut, dinilai dhaif)
Riwayat yang shahih terkait sakaratul maut adalah anjuran menalqin dengan kalimat tauhid. Talqin secara bahasa artinya mendikte, membimbing, dan memahamkan secara lisan, sebagaimana dijelaskan dalam buku Islam Proporsional karya Husaen Pinang. Abu Said al-Khudri RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَقْنُوْا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه.
Artinya: "Tuntunlah orang-orang yang mati diantara kalian untuk mengucapkan kalimat, Lâ ilaha illallâh (tiada tuhan selain Allah)." (HR Muslim dalam Shahih Muslim, Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, at-Tirmidzi dalam al-Jana'iz)
Cara Talqin untuk Orang Sakaratul Maut
Menurut penjelasan dalam kitab Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq terjemahan Abu Aulia dan Abu Syauqina, talqin dilakukan ketika orang yang sakaratul maut tidak mengucapkan kalimat syahadat. Apabila sudah melafalkannya, talqin tidak perlu dilakukan.
Orang yang akan ditalqin juga harus dalam kondisi sadar dan mampu bicara. Sementara itu, bagi yang tidak mampu mengucapkannya, dianjurkan mengulang-ulang kalimat syahadat dalam hati.
Berikut urutan cara talqin untuk orang sakaratul maut:
- Posisikan diri berada dekat telinga orang yang sakaratul maut
- Tuntun dengan mengatakan, "Wahai hamba Allah ucapkanlah Lâ ilaha illallâh" atau cukup membisikkan "Lâ ilaha illallâh" ke telinga orang yang akan meninggal itu
- Penuntun tidak mengajak untuk berbicara
Bacaan Talqin
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Latin: Lâ ilaha illallâh
Artinya: "Tiada tuhan (sesembahan) yang berhak disembah dengan benar selain Allah."
Talqin dilakukan kepada orang yang benar-benar sakaratul maut atau mengalami tanda-tanda kematian, bukan orang yang sudah meninggal dunia.
Menurut sebuah riwayat shahih dari Mu'adz bin Jabal RA dari Nabi SAW, siapa pun yang menjelang ajalnya mengucapkan kalimat tauhid, dia akan masuk surga.
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ دَخَلَ الْجَنَّةَ.
Artinya: "Siapa saja yang akhir perkataannya (sebelum meninggal) adalah ucapan lâ ilâha illallâh (tiada tuhan seain Allah), maka ia akan masuk surga." (HR Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud dan Hakim dalam Mustadrak Hakim, dia menyatakan sanadnya shahih)
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya