Doa Allahumma Ballighna Lailatul Qadar Arab dan Artinya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Doa Allahumma Ballighna Lailatul Qadar Arab dan Artinya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 10 Mar 2026 17:00 WIB
Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi memanjatkan doa Lailatul Qadar. Foto: 20Detik
Jakarta -

Umat Islam telah memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan. Ini merupakan momen yang paling dinantikan untuk berburu Lailatul Qadar.

Terdapat satu doa yang sering kali umat Islam panjatkan dengan penuh pengharapan dengan lafaz "Allahumma ballighna lailatul qadar". Lantas, apa sebenarnya makna doa tersebut? Berikut penjelasan selengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Doa Allahumma Allahumma Ballighna Lailatul Qadar

Doa allahumma ballighna lailatul qadar cukup populer di kalangan muslim menjelang berburu keutamaan Lailatul Qadar. Berikut bacaan Arab, latin, dan artinya:

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ

ADVERTISEMENT

Allahumma ballighna lailatul qadr

Artinya: "Ya Allah, pertemukanlah kami kepada Lailatul Qadar."

Adapun, bacaan versi panjangnya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لنَا فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعِبَدَةً فِيْهَا

Allahumma bariklana fi syahri ramadhana wa ballighna lailatal qadr wa 'ibadatan fiha

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadan ini dan pertemukanlah kami dengan Lailatul Qadr dan beribadah di malamnya."

Arti Allahumma Ballighna Lailatul Qadar

Doa Allahumma ballighna lailatul qadar memiliki makna "Ya Allah, sampaikanlah kami dengan malam Lailatul Qadar". Ini merupakan doa yang dipanjatkan umat Islam agar dipertemukan dengan malam paling mulia, yaitu Lailatul Qadar. Namun, detikHikmah tidak menemukan dalil kuat terkait amalan doa ini.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar. Doa yang dicontohkan Rasulullah SAW berupa doa permohonan ampun.

Doa Lailatul Qadar Allahumma Innaka Afuwwun

Umat Islam dapat membaca doa allahumma innaka afuwwun ketika malam Lailatul Qadar. Doa ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW. Dinukil dari Syarh Riyadh Ash-Shaalihin karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Asmuni, berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fuannii

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Pemaaf, yang cinta memaafkan maka maafkanlah aku"

Doa di atas bersandar pada sebuah hadits dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُوْلُ فِيْهَا؟ قَالَ: قُوْلِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau jika aku mengetahui malam mana malam Al-Qadar itu, apa yang harus kuucapkan? Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ucapkan olehmu, اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Ya Allah, sesungguhnya Engkau Pemaaf, yang cinta memaafkan maka maafkanlah aku'." (HR At-Tirmidzi)

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Dinukil dari Jabal al-Hasanat bi Daqa'iq Ma'dudat karya Abu Thalhah Muhammad Yunus bin Abdus Sitar yang diterjemahkan oleh Misbah Sholihin, Ibnu Katsir dalam tafsir surah Al-Qadr ayat 1-2 berkata:

"Ketika ibadah pada malam Lailatul Qadar itu sebanding dengan ibadah seribu bulan, maka dalam Shahih Bukhari dan Muslim juga menetapkan bahwa ada hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan pahala, maka Allah akan mengampuninya atas dosa yang telah diperbuatnya'."

Dalam Ahkam al-Qur'an, Al-Qurthubi mengatakan Allah SWT telah menjelaskan keutamaan serta keagungan malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur'an. Menurutnya, keutamaan sebuah zaman tergantung pada sejauh mana keutamaan telah didapatkan. Keutamaan malam Lailatul Qadar tidak akan bisa dibandingkan sekalipun dengan seribu bulan.

Al-Qurthubi dalam al-Muwaththa mengatakan Imam Malik yang mengacu riwayat Ibnu Qasim dan yang lainnya berkata, "Aku mendengar orang yang aku percaya, dia berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah SAW telah melihat umur-umur umat sebelumnya. Seakan-akan umur umatnya di sepanjang hidupnya telah terbuang dengan sia-sia. Mereka tidak mempergunakan umur tersebut sebagaimana umat-umat yang lain. Maka dari itu, Allah memberikan anugerah berupa Lailatul Qadar dan menjadikannya lebih baik daripada seribu bulan'."




(kri/kri)
ramadan penuh hikmah
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

87 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads