Ayat Al-Qur'an Apa Saja yang Dibaca Saat Ruqyah Mandiri?

Ayat Al-Qur'an Apa Saja yang Dibaca Saat Ruqyah Mandiri?

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Minggu, 02 Agu 2026 07:00 WIB
Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi Ruqyah Mandiri. Foto: Masjid Maba/Unsplash
Jakarta -

Saat mengalami sakit atau gangguan, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa dan bacaan Al-Qur'an. Salah satunya melalui ruqyah mandiri.

Mengutip buku Ruqyah Syar'iyah untuk Gangguan Jin, Sihir, Hasad dan 'Ain karya Mochamad Mujadid Al Kautsar, secara istilah ruqyah berarti al-'uzah, yaitu bacaan yang digunakan sebagai terapi untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan, seperti penyakit, sihir, hasad, maupun 'ain.

Ruqyah telah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Beberapa surah dalam Al-Qur'an, seperti Al-Falaq dan An-Nas, dapat dibaca untuk memohon pertolongan Allah SWT dari berbagai gangguan yang dialami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah hadits, Usman bin Abu Al-Ash Ats-Tsaqafiy pernah mendatangi Rasulullah SAW karena mengalami penyakit yang sangat mengganggu.

"Aku mendatangi Nabi dan aku sedang menderita penyakit yang sangat mengganggu, maka beliau bersabda kepadaku, 'Letakkan tanganmu yang kanan di atasnya (yaitu, di atas bagian tubuh yang sakit), lalu ucapkan, 'Bismillahi a'udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru.' (Dengan nama Allah, aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari sakit yang aku derita ini) sebanyak tujuh kali." Maka, aku mengucapkan seperti itu dan Allah pun menyembuhkanku." (HR. Ibnu Majah)

ADVERTISEMENT

Berikut bacaan lengkapnya:

بِاسْمِ اللَّهِ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ


Bismillahi a'udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan yang kurasakan dan kukhawatirkan.

Selain doa tersebut, ruqyah mandiri juga dapat dilakukan dengan membaca sejumlah ayat Al-Qur'an.

Bacaan Ayat Al-Qur'an untuk Ruqyah Mandiri

Berikut beberapa surah yang dapat dibaca saat melakukan ruqyah mandiri:

1. Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah menjadi salah satu bacaan yang dapat digunakan dalam ruqyah. Surah ini berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan agar diberikan petunjuk dan pertolongan.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) jalan orang-orang yang sesat."

2. Surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

3. Surah Al-Falaq

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

Qul a'ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki'."

4. Surah An-Nas

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

Qul a'ūżu birabbin-nās(i). Malikin-nās(i). Ilāhin-nās(i). Min syarril-waswāsil-khannās(i). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Minal jinnati wan-nās(i).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia'."

Tata Cara Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Sebelum melakukan ruqyah mandiri, seorang muslim dianjurkan mempersiapkan diri.

Mengutip buku Ar-Ruqyah Asy-Syar'iyyah: Terapi Gangguan Jin & Penyakit Hati karya Ustadz Arif Rahman, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan saat memohon pertolongan kepada Allah SWT. Berikut tata cara ruqyah mandiri:

  1. Berwudhu sebelum melakukan ruqyah, dan dianjurkan mandi jika memungkinkan.
  2. Melaksanakan salat sunnah mutlak sebanyak dua atau empat rakaat.
  3. Membaca ta'awudz, basmalah, istighfar, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  4. Memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.
  5. Membaca ayat-ayat ruqyah, seperti Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.



(inf/hnh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads