Keutamaan salat Tarawih di 10 malam terakhir Ramadan sering menjadi pembahasan dalam berbagai kajian keislaman menjelang akhir bulan Ramadan.
Pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan menghidupkan malam dengan salat, dzikir, serta doa.
Sepuluh malam terakhir Ramadan juga dikenal sebagai waktu untuk mencari malam Lailatul Qadar. Dalam sejumlah riwayat hadits dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak ibadah pada periode ini sebagai bentuk kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan Salat Tarawih di 10 Malam Terakhir Ramadan
Ada sebuah riwayat yang menyebutkan keutamaan salat Tarawih setiap malamnya. Ali bin Abi Thalib RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan salat Tarawih dari malam pertama hingga malam ketiga puluh.
Malam ke-20: Seseorang akan memperoleh pahala seperti pahala para syuhada dan orang-orang saleh.
Malam ke-21: Allah membangunkan untuknya sebuah istana dari cahaya di surga.
Malam ke-22: Ia akan datang pada hari kiamat tanpa merasakan kesedihan.
Malam ke-23: Allah membangunkan sebuah kota baginya di surga.
Malam ke-24: Ia akan mendapatkan 24 doa yang dikabulkan.
Malam ke-25: Azab kuburnya akan dihapuskan.
Malam ke-26: Pahalanya akan dilipatgandakan seperti pahala selama 40 tahun.
Malam ke-27: Ia akan melewati shirath secepat kilat.
Malam ke-28: Derajatnya akan diangkat sebanyak 1.000 derajat di surga.
Malam ke-29: Ia akan memperoleh pahala seperti 1.000 haji yang diterima.
Malam ke-30: Allah berfirman, "Wahai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil, dan minumlah dari telaga Kautsar. Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku."
Menurut penelusuran detikHikmah, hadits keutamaan Tarawih malam 1-30 di atas statusnya dhaif atau lemah. Sebagian ulama menyatakan maudhu (palsu).
Salat Tarawih pada Malam Lailatul Qadar
Menurut buku 10 Malam Akhir Ramadhan karya Shabri Shaleh Anwar, malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah bersabda, 'Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan'."
Salah satu amalan yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah melaksanakan salat Tarawih. Ibadah ini merupakan amalan sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan dan dianjurkan bagi umat Islam.
Salat yang dikerjakan pada malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar. Pahalanya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Oleh karena itu, ketika salat Tarawih dikerjakan dengan penuh keimanan, keikhlasan, serta kekhusyukan pada malam tersebut, maka seorang muslim berpeluang memperoleh pahala yang besar sekaligus keberkahan dari Allah SWT.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji