Keistimewaan malam Lailatul Qadar tidak hanya karena pahala ibadah yang berlipat ganda, tetapi juga karena pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa berbagai rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
Turunnya para malaikat pada malam Lailatul Qadar dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur'an. Peristiwa ini menunjukkan bahwa malam tersebut memiliki kedudukan yang sangat mulia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalil Turunnya Malaikat pada Malam Lailatul Qadar
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an,
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." (QS Al-Qadr: 4)
Dikutip dari buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat Lc., MA, terkait ayat ini, Imam Al-Qurthubi menyebut dari setiap langit dan juga dari Sidratul Muntaha, para malaikat turun ke bumi, untuk mengaminkan doa umat Islam yang dipanjatkan di sepanjang malam itu hingga fajar terbit, atau waktu subuh masuk. Selain itu, mereka juga turun untuk membawa ketetapan takdir untuk setahun ke depan.
Merujuk buku Syarah Al-Lu'lu' Wa Al-Marjan 7 karya H. Wafi Marzuqi, disebutkan bahwa Jibril dan para malaikat turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar untuk membawa kebaikan dan keberkahan.
Al-Baghawi berkata, "Maksudnya, Jibril dan para malaikat turun pada Lailatul Qadar dengan membawa perintah dari Rabb-Nya, berupa kebaikan dan keberkahan."
Ibnu Katsir berkata, "Banyak sekali malaikat yang turun pada malam ini karena ia malam yang banyak keberkahan. Para malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana mereka turun saat ada orang membaca Al-Qur'an, saat mengelilingi halaqah dzikir, dan saat meletakkan sayap-sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mengagungkannya."
Amalan Malam Lailatul Qadar
Merangkum buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya karya Abu Maryam Kautsar Amru, berikut amalan yang dapat dikerjakan umat Islam untuk meraih malam Lailatul Qadar.
1. Memperbanyak Salat Malam (Qiyamul Lail)
Amalan yang dianjurkan adalah memperpanjang salat malam atau qiyamul lail. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan salat.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa yang melaksanakan salat malam pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam sebuah hadits disebutkan:
"Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya." (HR Bukhari dan Muslim)
2. Melaksanakan Iktikaf di Masjid
Iktikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di dalam masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ
Artinya: "Nabi SAW melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat. Setelah itu, istri-istri beliau juga melakukan iktikaf." (HR Muslim)
3. Membaca Doa Khusus Lailatul Qadar
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang mengetahui malam Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi)
4. Memperbanyak Istigfar, Terutama Sayyidul Istigfar
Memohon ampun kepada Allah menjadi salah satu amalan penting pada malam Lailatul Qadar. Para ulama menyarankan untuk memperbanyak membaca sayyidul istigfar, yaitu istigfar yang paling utama.
Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan istigfar sangat dianjurkan, terutama menjelang waktu sahur.
Bacaan sayyidul istigfar:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Arab latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta
Artinya, "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR Bukhari, dari Syaddad bin Aus)
5. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Malam Lailatul Qadar juga sangat erat kaitannya dengan Al-Qur'an, karena pada malam itulah Al-Qur'an pertama kali diturunkan.
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memperbanyak tilawah Al-Qur'an pada bulan Ramadan. Dalam sebuah hadits disebutkan:
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: "Malaikat Jibril menemui Nabi setiap malam pada bulan Ramadan dan bertadarus Al-Qur'an bersama beliau." (HR Bukhari)
