Cara Ziarah ke Makam Orang Tua yang Benar dan Bacaannya

Cara Ziarah ke Makam Orang Tua yang Benar dan Bacaannya

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 02 Okt 2026 14:00 WIB
Ilustrasi ziarah kubur atau nyekar.
ilustrasi ziarah kubur Foto: ChatGPT
Jakarta -

Dalam Islam, ziarah kubur diperbolehkan dan dianjurkan karena dapat mengingatkan seseorang kepada kehidupan akhirat. Ziarah ke makam orang tua menjadi salah satu cara seorang anak untuk mengingat kematian sekaligus mendoakan kedua orang tua yang telah meninggal dunia.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari buku Panduan Fardu kifayah Beserta Doa yang ditulis H. Sopian Riduan, tujuan disyariatkannya ziarah kubur adalah untuk mengingatkan peziarah bahwa kehidupan di dunia tidak kekal dan sekaligus mengingatkan kepada hari akhir.

ADVERTISEMENT

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda,

"Dahulu aku melarang kalian dari ziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR Muslim)

Ziarah ke makam orang tua bukan sekadar datang dan melihat pusara. Ada adab yang perlu diperhatikan, mulai dari mengucapkan salam kepada penghuni kubur, mendoakan, hingga menjaga sikap selama berada di area pemakaman.

Cara Ziarah ke Makam Orang Tua

Dirangkum dari buku Jum'ah Berkah Amalan-Amalan Dahsyat di Hari Jum'ah untuk Kemakmuran dan Keberkahan Hidup karya M. Wildan Auliya, berikut tata cara yang dapat dilakukan ketika berziarah ke makam orang tua.

1. Berwudhu

Sebelum melakukan ziarah kubur, diajurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Wudhu ini sama halnya seperti wudhu ketika hendak sholat.

2. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

Sesampainya di pemakaman, seorang muslim dianjurkan mengucapkan salam kepada penghuni kubur.

Rasulullah SAW mengajarkan bacaan salam ketika berziarah ke makam:

لسَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Latin: Assalaamu 'alaikum daara qaumin mu'miniina, wa innaa insyaa-allaahu bikum laahiquun.

Artinya: "Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni tempat orang-orang mukmin. Sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian."

Doa tersebut diriwayatkan dalam Shahih Muslim.

3. Mendoakan Orang Tua

Hal yang paling penting ketika berziarah adalah mendoakan orang tua yang telah meninggal. Seorang anak dapat memohon kepada Allah SWT agar mengampuni dosa kedua orang tuanya, memberikan rahmat, dan menempatkan mereka di tempat yang baik.

Dikutip dari Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, berikut bacaan doa yang dapat diamalkan:

Doa Ziarah Kubur Pertama

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

Assalaamu 'alaikum ala' ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, asalu Allahu lanaa wa lakumul 'aafiyah

Artinya: "Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat." (HR Muslim, dari Buraidah)

Doa Ziarah Kubur Kedua

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

Assalaamu 'alaikum 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba'un

Artinya: "Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian." (HR Nasa'i & Ibnu Majah)

Doa Ziarah Kubur Ketiga

السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

Assalaamu 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta'khiriina, wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

Artinya: "Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu." (HR Muslim, dari Aisyah)

Doa Ziarah Kubur Keempat

Umat Islam juga bisa membaca doa ziarah kubur untuk orang tua dengan lafaz sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)

4. Tidak Duduk di Atas Makam

Saat ziarah kubur jangan berjalan atau duduk di atas kuburan. Sebaiknya berjalanlah di samping atau di antara pusara-pusara kubur. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

لأنْ يَجْلِسَ أحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ، فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya: "Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim)

Bolehkah Menangis Saat Ziarah ke Makam Orang Tua?

Menangis ketika mengingat orang tua yang telah meninggal merupakan hal yang manusiawi. Rasulullah SAW sendiri pernah menangis ketika menghadapi kematian orang yang dicintainya.

Yang perlu dihindari adalah meratap secara berlebihan atau mengucapkan perkataan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap ketetapan Allah SWT.

Kesedihan sebaiknya diarahkan menjadi doa dan amal kebaikan untuk orang tua.



(dvs/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads