Keistimewaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Bisa Dikerjakan

Langkah Emas Raih Kemenangan

Keistimewaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Bisa Dikerjakan

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 06 Mar 2026 15:45 WIB
Ilustrasi malam Nuzulul Quran.
Ilustrasi malam Nuzulul Quran. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Malam Nuzulul Quran menjadi waktu istimewa bagi umat Islam. Malam ini dikenal dengan waktu turunnya Al-Qur'an.

Agar umat Islam dapat menghidupkan malam tersebut dengan baik, berikut penjelasan mengenai keistimewaan malam Nuzulul Quran, lengkap dengan amalan yang dapat umat Islam lakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Malam Nuzulul Quran?

Dijelaskan dalam Buku Ajar Ulumul Qur'an karya Ali Mubin, peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada malam Jumat, 17 Ramadan di Gua Hira pada tahun ke-41 dari sejak kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Jika merujuk pada hasil sidang isbat yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka malam 17 Ramadan atau malam Nuzulul Quran jatuh pada malam ini, Jumat, 6 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Keistimewaan Malam Nuzulul Quran

Menjadi waktu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, membuat malam Nuzulul Quran memiliki banyak keistimewaan. Keistimewaan tersebut telah tercatat dalam berbagai dalil, baik Al-Qur'an maupun hadits. Berikut keistimewaan malam Nuzulul Quran dan keutamaan bagi yang menghidupkannya.

1. Waktu Turunnya Wahyu Pertama

Keistimewaan malam Nuzulul Quran adalah menjadi waktu turunnya wahyu pertama Al-Qur'an. Dalam sejumlah riwayat disebutkan, peristiwa ini terjadi saat Rasulullah SAW berkhalwat di Gua Hira.

Wahyu pertama yang turun pada waktu itu adalah surah Al-'Alaq ayat 1-5.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥

Iqra' bismi rabbikal-lażī khalaq(a). Khalaqal-insāna min 'alaq(in). Iqra' wa rabbukal-akram(u). Allażī 'allama bil-qalam(i). 'Allamal-insāna mā lam ya'lam.

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

2. Waktu Turunnya Malaikat ke Bumi

Malaikat turun ke bumi pada malam Nuzulul Quran. Maka, umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan kebaikan. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Qadr ayat 4-5:

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ 4 سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ 5

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

4. Malam yang Penuh Keberkahan

Malam Nuzulul Quran juga menjadi malam yang penuh keberkahan. Allah SWT akan mempermudah segala urusan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Ad-Dukhan ayat 4:

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٌ

Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

5. Waktu Utama untuk Beribadah

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin memasukkan malam 17 Ramadan sebagai malam-malam khusus yang punya keistimewaan. Imam Ghazali menganjurkan agar menghidupkan malam tersebut dengan beribadah kepada Allah SWT.

Amalan Malam Nuzulul Quran

Dengan banyaknya keistimewaan pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan menghidupkannya dengan memperbanyak amal ibadah. Berikut amalan yang dapat umat Islam kerjakan saat malam Nuzulul Quran:

1. Membaca Al-Qur'an

Sebagai waktu diturunkannya Al-Qur'an, sudah semestinya umat Islam memperbanyak baca Al-Qur'an pada malam tersebut. Dalam kitab al-Adzkar, Imam an-Nawawi memaparkan sebuah riwayat yang menyebut malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW membaca Al-Qur'an pada malam Nuzulul Quran:

وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية

Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-Qur'an dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam."

2. Berdzikir kepada Allah SWT

Pada dasarnya, dzikir dapat umat Islam lakukan kapan pun dan di mana pun. Meski begitu, berdzikir saat malam Nuzulul Quran juga menjadi salah satu amalan yang mulia. Allah SWT telah menyatakan keutamaan dzikir dalam Al-Qur'an surah Al-Ankabut ayat 45:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Artinya: "...Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

3. Mendirikan Salat Malam

Salat malam menjadi tanda kemuliaan bagi orang beriman yang melaksanakannya. Hal ini bersandar pada hadits Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath:

جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

Artinya, "Jibril AS datang menemui Nabi SAW. Lalu berkata (kepada beliau): 'Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat', Lalu dia berkata lagi: 'Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia'." (HR Ath-Thabrani)

4. Melakukan Iktikaf di Masjid

Untuk meraih kemuliaan Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk melakukan iktikaf di masjid dengan melakukan beberapa amalan yang telah disebutkan di atas.



(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads