Memasuki pertengahan bulan Ramadan, terdapat satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yakni Nuzulul Quran. Malam di mana langit dunia menjadi saksi turunnya Al-Qur'an.
Peristiwa tersebut telah dijelaskan dalam berbagai dalil, baik Al-Qur'an maupun hadits. Namun, sudahkah umat Islam benar-benar memahami landasan peristiwa tersebut berdasarkan Al-Qur'an dan hadits?
Berikut ulasan lengkap mengenai dalil, pengertian, waktu, serta amalan yang dapat umat Islam lakukan ketika malam Nuzulul Quran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Nuzulul Quran
Dijelaskan dalam buku Dari Langit dan Bumi oleh Abdul Rasyid Idris, secara harfiah Nuzulul Quran berarti turunnya Al-Qur'an. Sebuah istilah yang merujuk pada peristiwa penting penurunan Al-Qur'an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dalam kurun waktu 23 tahun.
Hadits tentang Nuzulul Quran
Dinukil dari buku Barangkali Ini Ramadhan Terakhir Kita susunan Husni Magz, hadits tentang Nuzulul Quran atau Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur'an bersandar pada riwayat dari Abu Hurairah RA:
أن جبريل كان يعْرِضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعَرضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فيه
Artinya: "Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW setiap tahun sekali (pada bulan Ramadan). Pada tahun wafatnya Rasulullah SAW Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur'an kepada beliau sebanyak dua kali." (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain dari Ibnu 'Abbas RA dikatakan:
كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري
Artinya: "Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadan. Dan selanjutnya Malaikat Jibril mengajarkan Al-Qur'an kepada beliau." (HR Bukhari)
Ada perbedaan pendapat terkait tanggal diturunkannya Al-Qur'an. Menurut hadits yang diriwayatkan dari Watsilah bin Asqa' dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani, Al-Qur'an diturunkan pada malam 25 Ramadan.
وَأُنْزِلَ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Dan Al-Qur'an diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadan." (HR Ahmad)
Ada dua penafsiran terkait hadits tersebut. Pertama, Al-Qur'an diturunkan pada malam 25 Ramadan, sebagaimana pendapat al-Hulaimi dan disepakati adz-Dzahaby. Kedua, Al-Qur'an diturunkan pada malam 24 Ramadan, mengacu pendapat yang dinukil Ibnu Katsir dalam as-Sirah an-Nabawiyyah. Demikian seperti dijelaskan dalam buku Menggapai Rahmat dan Ampunan di Bulan Ramadan oleh Abu Utsman Kharisman.
Secara lebih spesifik, dalil tentang Nuzulul Quran Allah SWT jelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
Waktu Terjadinya Nuzulul Quran
Dijelaskan dalam buku 7 Sunah Harian Nabi SAW oleh Muhammad Muslih Aziz dkk, pada dasarnya Al-Qur'an dinyatakan turun pada bulan Ramadan, tepatnya malam Lailatul Qadar atau pada suatu malam yang diberkahi.
Meski begitu, ada juga yang mengatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam ke-17 Ramadan. KH Rachmat Morado Sugiarto dalam buku Tafsir Ar-Rahman mengatakan turunnya Al-Qur'an secara sekaligus terjadi saat Lailatul Qadar, yaitu di akhir bulan Ramadan. Sementara turunnya awal surah Al-Qur'an, yakni surah Al-'Alaq ayat 1-5, terjadi di hari ke-17 bulan Ramadan.
Amalan Pada Malam Nuzulul Quran
Terdapat berbagai amalan yang dapat umat Islam kerjakan ketika malam Nuzulul Quran. Berikut empat amalan pada malam Nuzulul Quran:
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menyebutkan sebuah riwayat yang mengatakan bahwa pada malam Nuzulul Quran, Malaikat Jibril memerintahkan Rasulullah SAW membaca Al-Qur'an:
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن. وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril AS ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-Qur'an dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam."
2. Melakukan Salat Malam
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa salat malam merupakan tanda kemuliaan bagi orang yang beriman. Hal ini bersandar pada hadits Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath:
جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتُ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ . ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزَّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Artinya: "Jibril AS datang menemui Nabi SAW, lalu berkata kepada beliau, 'Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat'. Lalu dia berkata lagi, 'Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia'." (HR Ath-Thabrani)
3. Memperbanyak Dzikir
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh pada malam Nuzulul Quran, salah satunya dengan dzikir kepada Allah SWT. Keutamaan Dzikir telah Allah jelaskan dalam firman-Nya surah Al-Ankabut ayat 45:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: "...Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Melakukan Iktikaf
Untuk mendapatkan kemuliaan pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk melakukan iktikaf di masjid. Pada saat melakukan iktikaf, umat Islam dapat melakukan beberapa amalan seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak dzikir.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji