Mandi junub dilakukan umat Islam untuk membersihkan hadas besar. Dalam kaitannya, ada satu hal yang sering ditanyakan, apakah mandi junub siang hari dapat membatalkan puasa?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, simak penjelasan lengkap mengenai hukum mandi junub pada siang hari berdasarkan pendapat para ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandi Junub di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?
Dijelaskan dalam buku 125 Masalah Thaharah oleh Muhammad Anis Sumaji, seorang muslim yang masih dalam keadaan junub, kemudian masuk waktu subuh dan sudah berniat untuk melakukan puasa, maka puasanya sah dan tidak batal.
Junub bukan menjadi hal atau sebab batalnya puasa seseorang. Meski begitu, seseorang yang sedang dalam keadaan junub, harus segera melakukan mandi junub, bukan karena puasanya, tetapi salat Subuh yang mewajibkannya.
Sebagaimana dalam sebuah hadits, yang dinukil dari buku Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah oleh H. Ahmad Zacky, dikatakan:
كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلَامٍ فِي رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُوْمُ
Artinya: "Adalah Rasulullah SAW pernah memasuki fajar pada bulan Ramadan dan dalam keadaan junub sehabis melakukan hubungan badan dengan istrinya bukan karena mimpi. Kemudian beliau berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim)
Ulama ahli tafsir Al-Qur'an terkemuka, M. Quraish Shihab, mengatakan orang yang mimpi basah bisa melanjutkan puasanya dan mandi sebelum waktu salat wajib berakhir.
"Puasa tidak batal kecuali bila makan, minum, dan 'basah' dengan sengaja dan dengan cara bila terjadi antara terbitnya fajar dan tenggelamnya matahari. Orang yang mimpi basah silakan lanjutkan puasanya dan mandi sebelum waktu salat wajib berakhir," jelasnya dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui.
Dengan begitu, mandi junub pada siang hari tidak membatalkan puasa seseorang. Apabila seorang muslim puasa, kemudian ia tidur siang dan mimpi basah, maka puasanya tidak batal. Ia cukup melakukan mandi junub ketika hendak melaksanakan salat.
Tata Cara Mandi Junub
Tata cara mandi junub bisa dilakukan dengan membersihkan area kemaluan dan mengguyur seluruh tubuh dari kepala sampai ujung kaki. Berikut langkah-langkahnya sesuai sunnah:
- Berniat mandi junub
- Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali
- Bersihkan kemaluan, dubur, bawah ketiak, dan pusar dengan tangan kiri
- Setelah itu, cuci tangan dengan menggosok dengan tanah atau sabun
- Wudhu seperti akan salat
- Masukkan tangan dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala
- Guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali dan pastikan pangkal rambut juga terkena air
- Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air, mulai dari sisi kanan
Niat Mandi Junub
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta'ala
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026